Sharing di SMK Sumbangsih Cilandak, tentang "Ayo Berkarya lewat Internet!"

Ilman in Action

Sabtu kemarin, 30 Agustus 2014, saya sharing di depan sekitar 30 anak-anak SMK Sumbangsih, Cilandak, Jakarta Selatan. Saya sharing (yang mudah-mudahan menginspirasi mereka) tentang mengapa kita harus berkarya di Internet.

Saya diundang oleh YangMuda.com, sebuah portal untuk anak muda Indonesia yang dibuat oleh Inilah.com (salah satu situs berita di Indonesia).

Latar belakang saya sharing tentang ini adalah melihat anak-anak muda Indonesia sekarang yang punya potensi sangat besar untuk berkarya, khususnya lewat Internet. 90% peserta punya Instagram! Saya ingin potensi yang besar itu mereka manfaatkan untuk berkarya, dimulai dari berkarya di Internet yang sudah mereka lakukan sehari-hari.

Saya punya kepercayaan bahwa kita semua harus aktif berkarya di Internet, karena banyak sekali manfaat yang kita dapatkan, dari perasaan menyenangkan hingga kita bisa mendapatkan berbagai keuntungan!

Di sharing ini, saya berbagi kisah beberapa orang yang aktif berkarya di Internet, mulai dari Eka Gustiwana hingga @Liputan9. Ini slide saya, sudah diubah ke dalam format Slideshare sehingga bisa dibaca sendiri.

Foto-foto!

Remarkable Notes

Beberapa notes tentang event ini untuk catatan saya pribadi:

1. Saya senang & bangga banget bisa sharing tentang topik ini

Ini memang satu hal yang saya percayai dan ingin saya share dari dulu. Beberapa kali saya pernah menulis di blog bahwa kita harus berkarya & memberikan manfaat bagi banyak orang. Paling mudah, ya lewat Internet.

2. Ini pertama kalinya saya mendesain presentasi dengan aplikasi Keynote (ini PowerPoint-nya untuk Mac).

Hasilnya, saya bisa bilang ini presentasi dengan desain terbaik yang pernah saya buat! *narsis sendiri hahaha*. Tapi beneran, bandingkan deh di Slideshare saya, presentasi yang ini dengan yang sebelum-sebelumnya.

3. Saya berorientasi untuk sharing ala pembicara di TED.

beberapa minggu kemarin saya banyak sekali menonton video TED. Sehingga Topik menarik, slide bagus, dibawakan dengan cara yang seru, dan sangat inspiratif.

4. Presentasi kemarin adalah presentasi yang menurut saya terbaik

Terus terang, penampilan saya masih belum seperti standar TED seperti yang saya harapkan. Tapi saya merasa presentasi kemarin adalah penampilan saya yang terbaik dari 6 tahun ke belakang belajar public speaking.

Saya melihat para peserta memperhatikan saya dengan baik. Ada momen saat mereka tertawa terbahak-bahak, ada momen saat mereka aktif menjawab pertanyaan yang saya lemparkan, ada pula momen peserta sangat fokus mendengar apa yang saya bicarakan.

Saat saya (dengan sengaja) diam untuk menekankan beberapa hal, atau saat pindah sub-topik, saya melihat ke sekeliling ruangan. Tidak ada peserta yang sibuk main hape atau berbicara sedikit pun. Semua penasaran menanti apa yang akan saya bilang selanjutnya.

5. Benar banget pelajaran yang saya dapat: persiapan adalah kuncinya

Ini detail persiapan yang saya lakukan untuk penampilan 20 menit hari Sabtu itu.

– Brainstorm konsep & menyusun storyline: setidaknya menghabiskan total 3 jam dalam 2 hari. Mulai dari corat-coret di kertas, kemudian dipilih dan disusun dalam storyline, lalu membuat scripting-nya. Juga revisinya.

– Desain slide presentasi: 5-6 jam dalam 2 hari. Kemudahan Keynote sangat berperan di sini, jadi untuk bisa membuat slide keren, tidak perlu makan waktu lama. Yang makan waktu paling lama adalah mencari gambar yang bagus & mengena sesuai dengan apa yang mau saya bicarakan.

– Latihan & revisi. Setidaknya total 6-7 jam dalam rentang 3 hari.

Saya latihan ngomong saat bersepeda berangkat – pulang kantor. Saya juga latihan di depan istri saya untuk mendapatkan feedback yang langsung saya revisi. Kira-kira 40% materi/storyline awal saya direvisi berdasarkan latihan ini, dan hasilnya membuat presentasi saya lebih simpel, lebih mengena, dan lebih bagus hasilnya.

Untuk sharing 20 menit, saya butuh waktu beberapa belas jam dalam waktu seminggu untuk persiapan. Ini memastikan saya benar-benar menguasai apa yang akan saya sampaikan hingga kata per kata, menguasai slide presentasi, dan yang paling penting menguasai aliran cerita sehingga para peserta bisa membawa pulang ‘sesuatu’ dari apa yang saya bawakan.

6. Persiapan sebelum hari-H sudah maksimal tidak boleh dihancurkan dengan kesalahan pada hari-H.

Saya datang jam 9.30 (acara mulai jam 10.30 dan saya sharing jam 11.30). Peserta pun belum ada yang datang. Saya punya waktu banyak untuk mengecek slide presentasi saya apakah ditampilkan dengan warna yang sempurna di proyektor ruang kelas. Saya mengecek remote saya pula apakah bekerja dengan baik.

Dengan hadir lebih awal pula, kita bisa melihat suasana audiens sebelum kita mulai berbicara. Menjadi terbiasa dan beradaptasi dengan aura penonton dan suasana ruangan itu sangat bermanfaat untuk membangun percaya diri.

Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa diminta sharing di sana. Setiap ada kesempatan jadi pembicara, saya tidak mau menolaknya selama kondisi memungkinkan. Karena hanya dengan berbicara di depan umum seperti ini, saya bisa belajar public speaking. Karena saya percaya setiap kita harus punya kemampuan menyampaikan pendapatnya ke orang lain 🙂

Iklan