Apa Arti Cinta?

Cinta

Apa sih arti cinta?

Saya mendapatkan arti cinta yang sangat menarik dan sesuai dengan apa yang saya pahami, dari film animasi Disney, Frozen judulnya.

Love is putting someone else’s needs before yours – Frozen

Itu film keluarga yang sarat makna sekali, saya rekomendasikan untuk ditonton bersama keluarga tersayang. Frozen memang film tentang cinta dan kasih sayang, namun bukan cinta seperti yang tertulis di syair atau lagu cinta picisan..

Arti cinta yang sebenarnya bukanlah gambar hati warna merah dan merah jambu, cinta bukanlah mengucapkan “I love you”, bukan memberikan rangkaian mawar merah, bukan kata-kata “aku tak bisa hidup tanpamu” seperti kisah Romeo dan Juliet, bukan hadiah coklat pada sebuah tanggal di bulan Februari, bukan pula dimaknakan menyerahkan keperawanan seperti banyak terjadi di anak-anak muda saat ini.

Cinta bukanlah sebuah perasaan. Cinta yang sebenarnya adalah sebuah kata kerja.

Berlapang-lapang menghadapi setumpuk perbedaan karakter saat memulai rumah tangga, itu cinta.

Berlelah-lelah membawa segumpal daging dalam perutnya selama 9 bulan, itu cinta.

Berdarah-darah menghadapi hidup dan mati saat mengeluarkan apa yang ada di dalam rahim, itu cinta.

Bersabar-sabar merawat dan mendidik apa yang tadi dilahirkan hingga dewasa dan mandiri, itu cinta.

Berletih-letih memberikan hasil kerja keras demi keluarga agar teduh ternaungi dan kenyang tercukupi setiap hari, itu cinta.

Bertebal-tebal telinga saat kolega lain menerima amplop yang tidak seharusnya saat anak dan istri sangat membutuhkannya, itu cinta.

Berserak-serak mengajar di depan kelas dan memberi ilmu setiap hari, itu cinta.

Pasti kita bisa menemukan contoh-contoh pekerjaan mencintai yang lainnya, karena cinta ada di sekitar kita.

Bahwa cinta adalah persoalan berusaha untuk mencintai. Bahwa cinta bukanlah gejolak hati yang datang sendiri melihat paras ayu atau jenggot rapi. Bahwa, sebagaimana cinta kepada Allah yang tak serta merta mengisi hati kita, setiap cinta memang harus diupayakan. Dengan kerja, dengan pengorbanan, dengan air mata, dan bahkan darah.

Jika kita menghijrahkan cinta; dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah.

Jika kita menghijrahkan cinta; dari jatuh cinta menuju bangun cinta maka cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga – Salim A. Fillah

Ya, cinta bukan perasaan, melainkan pekerjaan dan pengorbanan, demi orang lain yang kita cintai dan kita utamakan.

Sudahkah kita mencintai orang tercinta hari ini?

Photo Credit: aikawake via Compfight cc

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s