Mental Kaya vs Mental Miskin

Mayasari Bakti

Bus Mayasari Bakti P14 jurusan Tanjung Priok berangkat dari Tanah Abang senja itu tidak terlalu penuh. Saya duduk di kursi sebelah lorong, di bagian agak belakang bis. Teman duduk saya seorang bapak 40an tahun dari Jawa pesisir, saya tebak dari logatnya.

Tidak lama, dua orang anak muda naik dari pintu belakang, menyusuri lorong dan berdiri di bagian agak depan bis. Melihat penampilan mereka khususnya tangan mereka yang kosong, saya bisa menebak kelanjutan cerita.

Benar saja, keluar kata-kata khas mereka, “… ikhlas dari Anda, halal bagi kami. Daripada kami panjang tangan, lebih baik kami panjang suara. Seribu dua ribu bagi bapak ibu mungkin tidak berarti, tapi bagi kami sangat berarti…”

Hingga mereka sampai di kursi tempat saya duduk, saya cuma melihat 2-3 keping 500an ada di tangannya. Sepertinya pemikiran semua penumpang sama dengan saya. Baca lebih lanjut

Giveaway: Buku "Ken dan Kaskus, Cerita Sukses di Usia Muda"

Ken dan Kaskus

Giveaway Sudah Berakhir

Teman-teman, saya punya stok lima buku “Ken dan Kaskus, Cerita Sukses di Usia Muda”, yang ingin saya bagikan GRATIS ke teman-teman semua.

Saya punya bukunya sebanyak itu, karena saya diundang hadir di launching buku tersebut tahun lalu, dan mendapat lima buku yang memang dimandatkan oleh pihak Kaskusnya untuk dibagikan gratis, jadi bukan untuk dijual hohoho xD

Sekilas review saya tentang buku ini:
# Buat Kaskuser, pasti seneng banget baca buku ini karena jadi tahu cerita awal Kaskus berdiri.

# Buat yang mau jadi pengusaha, jatuh bangun perjuangan Ken ini banyak banget yang bisa diambil inspirasinya

# Buat yang sudah menjadi pengusaha, bakalan semangat melihat Ken yang terus fokus dalam membesarkan bisnisnya

# Buat anak muda secara umum, ini buku yang sangat bagus buat dibaca, karena mengajakmu berpikir, “nanti saya mau jadi apa ya?”

# Kesimpulannya, ini salah satu buku biografi terbaik yang saya baca. Penulisannya ringan dan seru, kisahnya Ken juga “kita banget” karena umur Ken sekarang baru 20an akhir jadi nggak kejauhan jaraknya, dan inspirasinya dapet banget.

Mau dapet buku yang inspiring ini gratis? Mudah banget, cukup email ke <giveaway sudah ditutup> dengan subject [Giveaway: Ken dan Kaskus]. Sertakan hal-hal ini di dalam emailnya:

Nama lengkap:

No. HP:

Alasan mengapa saya yang harus mendapatkan buku Ken dan Kaskus ini:

Terimakasih banyak, dan mudah-mudahan teman-teman yang mendapatkan buku Ken & Kaskus ini! 🙂

NB: teman-teman yang emailnya masuk, akan saya masukkan ke email newsletter “Sahabat Ilman Akbar” ya, supaya ke depannya kita bisa keep contact via email dengan mudah 🙂

Image credit: http://www.peluang-anakmuda.com

Tangan Kanan, Tangan Kiri, atau Ambidexter?

both of hand

Teman-teman pernah dengar istilah ambidexter? Ini adalah sebutan bagi kemampuan menggunakan kedua bagian tubuh kiri dan kanan (tangan atau kaki) dengan sama-sama baik, sama-sama kuat.

Kabarnya, Michelangelo sang pemahat patung tenar itu ambidexter. Saat tangan kanannya lelah memukul palu, ia “beristirahat” memindahkan palu ke tangan satunya lagi. Dan dia bekerja sama cepat dan sama bagusnya dibanding tangan satunya.

Dalam baseball, batter alias pemukul bola secara statistik memiliki peluang lebih besar memukul bila bola dilempar oleh pitcher dengan tangan yang berlawanan dengan tangannya memukul. Jadi pemain baseball ambidexter punya keunggulan karena bisa memindahkan stik kapanpun tergantung pitcher-nya.

Dalam kehidupan pribadi kita pun demikian, untuk menjadi seseorang yang bermanfaat dan produktif, jangan hanya mengandalkan “tangan kanan” saja. Kita harus punya “tangan kiri” yg bisa dimanfaatkan kapanpun, sama baiknya, sama kualitasnya, sama cepatnya. Baca lebih lanjut

Belajar Manajemen Diri dan Menjadi Produktif dari Proses Mencuci Piring

Mencuci Piring

Mencuci piring. Siapa di antara teman-teman yang terbiasa mencuci piring di rumah? Atau terbiasa piring-piring kotor dicucikan oleh ibunya, atau oleh pembantu?

Mencuci piring bukan pekerjaan yang sulit, nggak perlu tenaga banyak atau mental effort yang besar. Tapi siapa sangka, dari proses cuci piring, kita bisa belajar skill dasar dalam manajemen diri untuk menjadi produktif: mengorganisir pekerjaan, mengatur prioritas, dan fokus.

Buat yang sudah biasa mencuci piring sendiri, selamat! Buat yang belum, teman-teman harus belajar mencuci piringnya sendiri mulai saat ini.

Yuk kita datang ke dapur, ke depan bak cuci piring, dan lihat tumpukan piring, gelas, sendok, panci, mangkok, dan penggorengan menggunung dan mengintimidasi. Tarik nafas, dan yuk perang melawan piring-piring kotor dan menumpuk itu, dan inilah pelajaran manajemen diri dan produktivitas yang bisa didapat dari mencuci piring.

Hmm, apa ya?

Apa Arti Cinta?

Cinta

Apa sih arti cinta?

Saya mendapatkan arti cinta yang sangat menarik dan sesuai dengan apa yang saya pahami, dari film animasi Disney, Frozen judulnya.

Love is putting someone else’s needs before yours – Frozen

Itu film keluarga yang sarat makna sekali, saya rekomendasikan untuk ditonton bersama keluarga tersayang. Frozen memang film tentang cinta dan kasih sayang, namun bukan cinta seperti yang tertulis di syair atau lagu cinta picisan..

Arti cinta yang sebenarnya bukanlah gambar hati warna merah dan merah jambu, cinta bukanlah mengucapkan “I love you”, bukan memberikan rangkaian mawar merah, bukan kata-kata “aku tak bisa hidup tanpamu” seperti kisah Romeo dan Juliet, bukan hadiah coklat pada sebuah tanggal di bulan Februari, bukan pula dimaknakan menyerahkan keperawanan seperti banyak terjadi di anak-anak muda saat ini.

Cinta bukanlah sebuah perasaan. Cinta yang sebenarnya adalah sebuah kata kerja.

Berlapang-lapang menghadapi setumpuk perbedaan karakter saat memulai rumah tangga, itu cinta.

Berlelah-lelah membawa segumpal daging dalam perutnya selama 9 bulan, itu cinta.

Berdarah-darah menghadapi hidup dan mati saat mengeluarkan apa yang ada di dalam rahim, itu cinta.

Bersabar-sabar merawat dan mendidik apa yang tadi dilahirkan hingga dewasa dan mandiri, itu cinta.

Berletih-letih memberikan hasil kerja keras demi keluarga agar teduh ternaungi dan kenyang tercukupi setiap hari, itu cinta.

Bertebal-tebal telinga saat kolega lain menerima amplop yang tidak seharusnya saat anak dan istri sangat membutuhkannya, itu cinta.

Berserak-serak mengajar di depan kelas dan memberi ilmu setiap hari, itu cinta.

Pasti kita bisa menemukan contoh-contoh pekerjaan mencintai yang lainnya, karena cinta ada di sekitar kita.

Bahwa cinta adalah persoalan berusaha untuk mencintai. Bahwa cinta bukanlah gejolak hati yang datang sendiri melihat paras ayu atau jenggot rapi. Bahwa, sebagaimana cinta kepada Allah yang tak serta merta mengisi hati kita, setiap cinta memang harus diupayakan. Dengan kerja, dengan pengorbanan, dengan air mata, dan bahkan darah.

Jika kita menghijrahkan cinta; dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah.

Jika kita menghijrahkan cinta; dari jatuh cinta menuju bangun cinta maka cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga – Salim A. Fillah

Ya, cinta bukan perasaan, melainkan pekerjaan dan pengorbanan, demi orang lain yang kita cintai dan kita utamakan.

Sudahkah kita mencintai orang tercinta hari ini?

Photo Credit: aikawake via Compfight cc

Ini Cara Saya Memperkenalkan Profesi Internet Marketing ke Anak-anak SD di Program Kelas Inspirasi

Bagaimana cara menggambarkan dan menceritakan pekerjaan/profesi dokter dan chef ke anak-anak SD? Gampang, buat dokter tinggal pakai baju putihnya, bawa stetoskop, semua orang pasti tahu itu dokter. Buat chef, tinggal pakai topi chef, pake apron/celemek putihnya, voila! jadilah kamu seorang chef.

Anak SD memakai kostum dokter dengan stetoskopnya
Anak SD memakai kostum dokter dengan stetoskopnya

Sekarang coba profesi lain. Kalau event organizer atau arsitek yang tidak punya pakaian khusus, bagaimana cara membuat anak SD mengerti tentang adanya profesi itu?

Ini lebih tricky dibanding contoh sebelumnya. Tapi masih tergolong cukup mudah, karena proses bekerja dan hasil pekerjaannya bisa ditunjukkan secara langsung. Buat event organizer, bisa menunjukkan foto-foto kegiatan yang ramai, itu pasti terjadi karena pengaturan EO. Buat arsitek, bisa dikasih lihat meja kerja khas arsitek, serta foto-foto bangunan yang mereka desain.

Seorang event organizer menunjukkan foto-foto kegiatannya
Seorang event organizer menunjukkan foto-foto kegiatannya

Nah, kalau profesi saya, bidang digital/internet marketing? Nggak punya kostum khusus, kerjanya di depan laptop/komputer doang (which is ga ada bedanya dengan main game), dan hasil kerjanya sama terminologinya juga terlalu abstrak untuk dijelaskan ke anak SD (SEO? strategi online? banner ads? digital media?) Gimana jelasinnya ke anak SD? Wkwkwkwk. Itulah kepusingan yang sempat saya pikirkan saat mendaftar menjadi relawan Kelas Inspirasi Jakarta #3.

Kelas Inspirasi ini adalah program bagi para profesional di bidangnya masing-masing, untuk secara sukarela mengajar anak-anak SD selama satu hari penuh. Kita menceritakan profesi atau pekerjaan kita sehari-hari, supaya anak-anak SD ini punya bayangan masa depan yang lebih banyak dan terinspirasi untuk mengejar cita-cita yang tinggi.

Tujuan saya sendiri mendaftar menjadi relawan Kelas Inspirasi adalah untuk mendorong anak-anak Indonesia supaya tidak hanya bermain Facebook atau game online saja, tapi juga beraktivitas yang membawa manfaat. Bahwa ada sebuah profesi yang memanfaatkan Internet untuk membawa manfaat ke banyak orang.

Kembali ke cerita di awal, ya, bagaimana menceritakan profesi saya di bidang internet/digital marketing ke anak-anak SD nan unyu itu?

Anak-anak Unyu

Hmm, bagaimana caranya yak?