Cara Mempersiapkan Diri Menjadi Pemimpin Masa Depan Sejak Kuliah

Sejak SMA, saya aktif berorganisasi maupun berkepanitiaan. Saya “mencicipi” berbagai kegiatan mulai dari OSIS, panitia acara maulid, buku tahunan, dsb waktu zaman SMA. Saat kuliah saya pernah jadi panitia berbagai seminar & acara, jadi ketua panitia Ospek di kampus, serta saya tidak pernah berhenti aktif di BEM fakultas di mana saya pernah diamanahkan menjadi ketuanya.

Saya terus aktif berorganisasi dan berkepanitiaan selama di kampus karena saya pernah dengar bahwa berorganisasi/kepanitiaan akan mengembangkan kemampuan leadership serta soft skill seperti komunikasi dan kerjasama tim.

Dulu saya menjalankan aktivitas itu tanpa mikir benar atau tidaknya pernyataan itu. Tapi sekarang, lima tahun setelah lulus kuliah, kini saya sudah bekerja dan berkeluarga, saya menemukan bahwa hal itu benar adanya.

Mahasiswa akan memiliki attitude yang baik dalam bekerjasama dengan orang lain jika dia memiliki karakter dan jiwa pemimpin, jika dia telah mempersiapkannya dengan melakukan berbagai kegiatan kepemimpinan sejak kuliah

Di dunia pasca kampus (dunia profesional), mereka yang kariernya cepat berkembang dan manfaat yang dirasakan banyak orang adalah mereka yang memang, gampangnya, punya jiwa kepemimpinan yang tinggi. Salah satunya cirinya adalah sikap atau attitude, seperti yang pernah saya tuliskan di tulisan tentang pengalaman saya kerja dengan anak-anak magang di kantor saya.

Mereka memiliki karakter inisiatif tinggi dan tidak selalu menunggu disuruh atau diminta, berkomunikasi dengan baik & sopan dengan orang lain, mengerjakan tugasnya dengan baik, serta bisa bekerjasama dalam tim dan tidak menganggap dirinya yang paling bisa segalanya.

Mungkin kamu berpikir, “ah, saya nggak bakat dan nggak perlu lah jadi pemimpin, untuk apa?

Saya pribadi tidak setuju dengan pemikiran  yang kurang tepat itu. Semua orang adalah pemimpin, ya pemimpin dirinya sendiri. Nanti juga kamu akan menikah dan memiliki anak, dan jadi pemimpin dalam keluarga. Betul kan?

Semua hal yang terjadi di dunia ini, semua dimulai dari diri sendiri. Kita tidak mungkin bisa memimpin orang lain kalau diri sendiri saja tidak bisa dipimpin. Jadi, hal pertama yang harus kita bangun adalah jiwa kepemimpinan dalam diri sendiri.

Memimpin Diri Sendiri Sebelum Memimpin Orang Lain

Ada tiga tingkatan kepemimpinan berdasarkan James Scouller, dalam bukunya “The Three Level of Leadership“. Yang paling luar adalah public leadership atau kepemimpinan publik, saat kita memimpin lebih dari 1 orang. Lalu private leadership atau kepemimpinan privat, saat kita memimpin 1 orang lain selain kita. Yang merupakan fondasi paling awal dan yang paling kuat adalah personal leadership alias kepemimpinan diri sendiri.

Tiga level kepemimpinan

Untuk memperkuat kepemimpinan diri sendiri (personal leadership), ada 3 (tiga) aspek yang harus kita miliki:

1. Mengenal dan Menguasai Diri Sendiri

Pada poin yang ini, kita harus benar-benar mengenal diri sendiri dan menguasainya agar bisa mencapai tujuan yang kita ingin capai. Kita harus memimpin sejak dalam pikiran kita dan membuang pemikiran atau kebiasaan yang jelek yang tidak bermanfaat dalam hidup.

Kita harus tahu apa sih kelemahan atau kebiasaan kita yang harus diperbaiki, apa kekuatan kita yang bisa menjadi potensi besar, bagaimana cara memperbaiki mood kita, apa potensi diri kita yang belum terbuka, hal-hal apa yang benar-benar membuat kita bahagia, apa aktivitas yang membuat kita merasa bermakna dan bermanfaat bagi orang lain, dan sebagainya.

2. Punya Sikap atau Attitude yang Baik kepada Orang Lain

Berikutnya, kita juga harus punya attitude atau sikap yang baik terhadap orang lain dalam tim kita. Kata kuncinya adalah perlakukan orang lain seperti diri kita ingin diperlakukan.

Kita tentu ingin dihargai dan dipedulikan orang lain bukan? Maka pedulikan pula orang lain. Kita juga tentu nggak mau disakiti kan? Ya jangan menyakiti orang lain. Begitu seterusnya.

Hal ini terlihat sederhana, tapi tetap saja kita mengenal orang-orang yang menyebalkan, orang-orang yang egois dan mau menang sendiri, yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain. Ada kan?

3. Tahu Caranya Memimpin Orang Lain

Aspek terakhir dalam kepemimpinan diri sendiri adalah teknis dan kemampuan untuk memimpin.

Kemampuan memimpin yang perlu dikuasai antara lain adalah merencanakan dan menyelesaikan masalah, berani mengambil keputusan, kemampuan bekerjasama dengan orang lain dan mengetahui emosi mereka, serta membuat tujuan.

pelajar-indonesia-di-taiwan2

Tips Praktis Mempersiapkan Jiwa Kepemimpinan dalam Diri Sejak Kuliah

Saya mau berbagi beberapa aktivitas kepemimpinan yang bisa kamu lakukan sejak kuliah di kampus, yang akan membangun tiga aspek kepemimpinan dalam diri kamu.

1. Gunakan Waktumu Sebaik-baiknya

Daripada menggunakan waktu untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat, mending melakukan aktivitas positif sebanyak-banyaknya! Bagaimana kita bisa menjadi pemimpin, kalau suka mengerjakan hal-hal yang tidak ada manfaatnya? Kalau kamu sudah bisa menghilangkan (setidaknya mengurangi) hal-hal tidak bermanfaat, artinya kamu sudah bisa menguasai dirimu, aspek pertama dalam kepemimpinan diri sendiri.

Oh iya, pemimpin-pemimpin besar itu punya waktu tidur yang relatif sedikit loh. B. J. Habibie cuma tidur 5 jam, Tim Cook (CEO Apple) bangun tidur jam 4.30, dan masih banyak pemimpin besar lain yang tidak pernah menyia-nyiakan waktunya.

2. Banyak Membaca Buku

Banyak sekali gagasan dan wawasan yang akan kamu dapatkan dari membaca buku. Secara spesifik, bacalah buku tentang pengembangan diri serta buku tentang kepemimpinan. Favorit saya: Quantum Learning, 7 Habit for Highly Effective People, Emotional Quotion, Spirital Quotion, Mind Map, Leadership and Self-Deception, Change! dari Rhenald Kasali, dan masih banyak lagi.

Dengan membaca buku seperti ini, kamu akan semakin mengenal diri kamu sendiri. Mengenal diri sendiri adalah aspek pertama dari kepemimpinan diri sendiri bukan?

B.J. Habibie, presiden RI ke-3, sejak kecil suka sekali membaca buku. Dia haus akan ilmu, dan dia menjadi mengenali dirinya bahwa dia mencintai ilmu eksakta (sains), dan sudah memiliki cita-cita menjadi insinyur sejak kecil!

3. Libatkan Diri dalam Kegiatan Tim dan Berinteraksi dengan Banyak Orang

Contohnya adalah kegiatan organisasi, kepanitiaan, ekstra kurikuler, dan masih banyak lagi! Dengan belajar untuk bekerja dalam tim, bahkan saat ‘hanya’ menjadi anggota atau staf, kamu sudah membangun skill kepemimpinanmu. Kemampuan bekerjasama dalam tim dan memperlakukan orang lain kan juga aspek kedua dalam kepemimpinan pribadi kita.

Dengan berinteraksi dengan banyak orang, kamu akan mengembangkan kemampuanmu berkomunikasi dengan orang yang berbeda-beda. Kelak, kemampuan komunikasi itu akan sangat penting saat kamu menjadi pemimpin publik, karena kamu bisa bekerja sama dengan banyak orang berbeda.

Kamu pasti kenal Anies Baswedan, inisiator gerakan Indonesia Mengajar yang kini mencalonkan diri jadi presiden RI dong? Dia aktif berorganisasi sejak umur 12 tahun! Dia juga pernah jadi Ketua OSIS SMA, Ketua Senat Mahasiswa UGM. Hasilnya bisa dilihat sendiri, Anies seperti apa sekarang.

4. Ajak Bicara Dirimu, Setidaknya Lewat Tulisan/Blog

Selain baca banyak buku pengembangan diri untuk mengenali diri sendiri, kamu juga harus meluangkan waktu untuk berbicara dengan diri sendiri. Tujuannya ya untuk mengenali dirimu dan akhirnya bisa menguasainya apapun kondisi eksternal yang terjadi.

Satu tips terbaik, cobalah ajak bicara dirimu dengan menuliskan perasaanmu dalam  blog, setiap hari. Dengan menulis untuk diri sendiri, kamu akan jujur dalam mengungkapkan perasaan dan pikiranmu. Bonusnya, di masa depan, kamu akan belajar dari dirimu di masa lalu!

Tahukah kamu, bahwa pemimpin-pemimpin besar Indonesia suka “curhat”  lewat tulisannya? Soekarno, Hatta, Syahrir, di masa-masa perjuangan kemerdekaan aktif menulis berbagai artikel dan buku.

5. Berkumpullah dengan Orang-orang Baik

Kamu pasti tahu kan tentang ungkapan “kalau berkawan sama tukang parfum, kita akan ketularan wangi, tapi kalau berteman dengan pandai besi, kita akan bau api”?

Kamu mau melihat siapa dirimu? Lihatlah teman-temanmu. Supaya kita bisa menjadi pemimpin, pilihlah inner circle yang berjiwa pemimpin juga, yang bersemangat, yang selalu ingin jadi lebih baik lagi.

Kamu bisa ikut berbagai pelatihan kepemimpinan yang alumni-alumninya masih terus terhubung dan saling menginspirasi dalam kebaikan, misalnya saja dari Forum Indonesia Muda.

6. Jangan Menolak Saat Ditunjuk Menjadi Ketua

Suka menolak kalau diminta jadi ketua kelompok, atau saat diminta maju ke depan kelas, atau saat ditunjuk untuk mengoordinir sesuatu untuk teman-teman lainnya? Mulai sekarang, jangan menolak lagi ya. Memimpin orang lain adalah cara paling oke untuk belajar mengenai teknis dan cara memimpin, aspek nomor tiga dalam kepemimpinan diri sendiri.

Takut salah dalam memimpin? Tenang saja, jangan takut melakukan kesalahan atau kekeliruan saat memegang jabatan ketua. Semua tahu kok, kalau kampus adalah saatnya belajar dan melakukan kesalahan.

Bahkan kesalahan yang melibatkan uang saja, seperti proyek yang gagal seperti yang saya pernah lakukan, dimaafkan loh sama klien karena kita masih mahasiswa.

7. Magang atau Kerja Sambilan di Perusahaan

Biasanya, kampus mewajibkan mahasiswanya untuk kerja praktek atau magang atau praktek kerja lapangan satu kali saja seumur-umur kuliah. Kalau kamu sudah melewati magang wajib yang sekali itu, coba magang lagi, sekarang di perusahaan atau di posisi yang kamu sukai & kamu ingin belajar di sana.

Efeknya untuk belajar kepemimpinan itu besar lho, karena kita bisa mengamati bagaimana sebuah perusahaan itu berjalan, dan belajar langsung tentang kepemimpinan dan banyak hal dari supervisor, manager, bahkan direktur kita di kantor. Belum lagi jaringan kita yang terbuka di berbagai perusahaan itu.

8. Coba Miliki Bisnis atau Pekerjaan Freelance

Salah satu arti pemimpin kan melayani orang lain yang kita pimpin. Pelajaran besar tentang membangun sikap atau attitude melayani dapat kita rasakan kalau kita berbisnis atau memiliki pekerjaan freelance.

Pengalaman menjalankan bisnis dan melayani pembeli atau klien adalah pengalaman yang tidak bisa didapatkan di buku teks kuliah. Saya sendiri pernah membuka bisnis saat kuliah, merasakan gimana rasanya dari presentasi proposal, mengerjakannya, hingga akhirnya klien puas, wah itu ilmu dan pengalamannya besar banget dan bermanfaat hingga sekarang.

Itulah tips praktis mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Ternyata hal ini dilakukan oleh pemimpin-pemimpin besar Indonesia dan dunia juga!

Ayo kamu bisa jadi pemimpin masa depan yang lebih baik lagi, untuk Indonesia yang lebih baik! 🙂

Photo Credit:
Akinini.com cc
Wikipedia
indonesiaproud.wordpress.com

 

Iklan

8 pemikiran pada “Cara Mempersiapkan Diri Menjadi Pemimpin Masa Depan Sejak Kuliah

  1. Thank’s for your writing I hope we can share anything about how to be GOOD LEDERSHIP to other human, in other to we every human think life in this world not only looking for happiness for himself but how to be someone that useful to other human,,,^_^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s