Tips Membuat Bisnis Tanpa Modal Sama Sekali

gope (500 rupiahs)

Percayakah teman-teman kalau kita bisa membuat bisnis tanpa modal uang sama sekali? Yang dibutuhkan cuma empat hal lho: keberanianpengetahuankoneksi, serta kepercayaan.

Coba baca deh jokes di bawah ini, kemungkinan teman-teman pernah membaca jokes seperti ini:

Ayah : “Anakku, aku ingin kamu menikah dengan wanita pilihan Ayah!”
Anak : “Maaf, Ayah! Aku hanya akan menikah dengan wanita pilihanku sendiri.”
Ayah : “Tapi, Anakku, Wanita ini adalah anaknya Bill Gates…”
Anak : “Ah, Serius, Yah? Kalo gitu, Ok, deh!”

Hari berikutnya, Sang ayah mendekati Bill Gates
Ayah : “Saya telah memilihkan calon suami untuk anakmu…”
Bill Gates : “Tapi, anakku masih terlalu muda untuk menikah sekarang.”
Ayah : “Weits, tunggu dulu. Calon yang aku pilihkan ini adalah Vice President (VP) dari Bank Dunia.”
Bill Gates : “Ah, Serius Lo? Kalo gitu, Ok, deh!”

Akhirnya Sang Ayah mendekati President Bank Dunia
Ayah : “Saya memiliki seorang anak muda yang bisa dijadikan Vice President (VP) untuk kamu.”
Presiden : “Oh, maaf, saya sudah memiliki banyak calon VP untuk itu.”
Ayah : “Tapi kamu tidak tau, kan, Anak laki-laki ini adalah menantunya Bill Gates.”
Presiden : “Ah, Serius Lo? Kalo gitu, Ok, deh!”

Kalau dikaitkan dengan empat hal yang dibutuhkan untuk berbisnis tanpa modal uang, si Ayah jelas punya keberanian, berani ‘menjual’ anaknya ke tokoh-tokoh besar itu, bahkan saat anaknya belum jadi siapa-siapa.

Si Ayah juga punya pengetahuan bahwa ternyata begini loh caranya melobi orang. Si Ayah juga punya koneksi, alias networking atau jaringan. Kalau tidak, bagaimana mungkin ia bisa ngobrol dengan Bill Gates & Presiden Bank Dunia.

Terakhir, Si Ayah punya kepercayaan dari sang anak, Bill Gates, dan Presiden Bank Dunia. Perkataan Si Ayah langsung dapat dipercaya oleh semua pihak.

Apa pelajarannya dalam bisnis? Ya, kita harus punya keempat-empatnya kalau mau bisnis tanpa modal uang sama sekali.

Saya beri contoh lagi ya, yang ini bisa dipraktekkan dalam bisnis. Contoh ini saya dapat dari mentor saya, owner perusahaan tempat saya kerja sekarang, Bapak Andi S. Boediman.

Ceritanya, Budi mau berbisnis mobil Ferrari.

Datanglah Budi, tentu dengan jas rapi, dasi, serta sepatu mengkilat, ke perusahaan distributor mobil Ferrari. Budi tinggal bilang begini, “Pak, saya mau menjualkan mobil Ferrari bapak. Bapak mau kasih harga berapa ke saya, dan bagaimana spesifikasi mobil yang mau dijual?”

Berikutnya, Budi tinggal membuka daftar kontak kenalannya, konglomerat-konglomerat tajir, terus bilang begini, “Pak Salim, apa kabar? Saya denger-denger, bapak lagi nyari Ferrari nih? Saya ada Ferrari Enzo terbaru, untuk bapak harganya spesial deh!”

Nah, Pak Salim maunya itu Ferrari sampai di garasinya dulu baru uangnya dibayarkan ke Budi. Tapi distributor Ferrari juga pengennya mobil keluar setelah Budi bayar. Tapi bagaimana caranya sedangkan Budi tidak punya uang kan?

Budi tinggal pergi ke Bank X. Dia tinggal bilang, “Bu, saya mau pinjam uang untuk usaha saya, sudah ada pembeli, dan saya sudah punya suppliernya. Ini bukti pembeliannya (Budi nyodorin purchase order).”

Selesai deh. Setelah duit diterima dari Bank, Budi dengan gagah menyetir itu Ferrari dari distributor ke garasi Pak Salim, lalu menerima uangnya dari Pak Salim. Budi tidak lupa melunasi pinjamannya dulu ke Bank X, lalu menikmati keuntungan yang dia dapatkan tanpa modal uang sama sekali!

Budi punya apa? Keberanian, jelas dong, dia punya mental kuat, berani memulai bisnisnya.

Lalu Budi punya pengetahuan-nya bagaimana cara menemukan supplier, pengetahuan tentang seluk beluk Ferrari yang dijual, bagaimana cara meluluhkan hati pembeli, bagaimana cara meminjam ke bank, dan seterusnya.

Budi juga punya koneksi ke supplier dan ke pembeli, serta kepercayaan dari semua pihak yang terlibat dalam transaksi ini.

Ah ini kan cerita abstrak, contohnya aja Ferrari!

Mungkin teman-teman punya pemikiran demikian. Coba ganti Ferrari dengan barang apapun, rumah misalnya, atau baju, atau apapun, insya Allah sama saja.

Tahu metode dropshipping? Ini adalah metode yang populer bagi para penjual toko online. Caranya persis dengan cerita ini. Dalam dropship, penjual tidak memiliki stok barangnya, namun bekerjasama menjadi dropshipper dengan supplier yang menjual stok barang tersebut.

Tugas dari dropshipper adalah mencari pembeli. Begitu pembeli mentransfer uangnya ke penjual/dropshipperia akan mengirimkan uangnya (setelah dipotong keuntungan untuknya) kepada sang supplier. Si supplier itulah yang kemudian mengirimkan barangnya atas nama si penjual, ke pembeli tadi.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak memulai bisnis pertama kamu. Mulailah dengan jualan, karena jualan adalah cara paling mudah untuk belajar berbisnis.

Istri saya sendiri sudah tiga bulan ini fokus di bisnis toko online baju wanita, gamis dan dress. Dan saya bisa bilang dia berkembang jauh, jauuh sekali dibanding sebelum memulai bisnisnya ini.

Kini, setiap minggu ia selalu memperbarui stoknya, membeli dari supplier yang ia percayai. Hampir setiap hari ia mengirim paket-paket ke pembelinya lewat JNE, ia pun sudah berani berbagi pengalaman dan ilmunya di blognya sendiri. Omsetnya pun berkembang terus dari bulan pertama.

Dalam bisnis, punya uang itu bukan segala-galanya, karena modal itu bukan cuma uang saja. Di buku saya 101 Young CEO, ada empat jenis modal dalam bisnis: pertama adalah modal karakter, termasuk keberanian, kedua adalah modal ilmu bisnis, ketiga adalah modal sosial atau koneksi dan kepercayaan, keempat atau terakhir baru modal uang.

Bagaimana cara mengumpulkan keempat modal-modal ini? akan saya sampaikan di tulisan-tulisan mendatang, insya Allah..

Jadi, dari keempat modal ini, mana modal yang kamu sudah punya? 🙂

[highlight]

Masukkan email kamu yaa, untuk mendapatkan tulisan-tulisan seperti ini langsung di inbox email kamu 🙂

[/highlight]

Photo Credit: andiona via Compfightcc

Iklan

5 pemikiran pada “Tips Membuat Bisnis Tanpa Modal Sama Sekali

    1. iya, kalo diperluas lagi dalam bisnis secara umum, namanya udah terkenal: MAKELAR 😀

      makelar tanah, makelar rumah, sampai makelar yang haram2 kaya makelar proyek juga bisa hihihi

      Suka

  1. Menginspirasi sekali. Kadang modal yang paling sulit dicari itu adalah keberanian, berani untuk memulai misalnya. Padahal kita sudah punya koneksi, pengetahuan dan kepercayaan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s