Perjalanan BaliDiSo (bag. 4): Fakta Bali + Livetweet selama di Bali

Sebelum meninggalkan Bali
Sebelum meninggalkan Bali. Yang di plastik putih itu oleh-oleh

Rabu-Kamis, 19-20 Desember 2012 yang lalu, gw ke Bali atas undangan Telkom, yang sedang meluncurkan Bali DiSo: Bali Digital Society ini bagian terakhir dari empat tulisan.

Kamis pagi, 20 Desember 2012, gw pun terbang meninggalkan Bali dengan sejuta kenangan *lebay*

Di tulisan sekarang, gw mau berbagi fakta-fakta tentang Bali yang baru gw temukan di sana (sebelumnya kan cuma denger-denger aja), plus livetweet sejak gw di Bali sampe pulang lagi.

Facts tentang Bali

Kuta itu berbeda dengan Denpasar. Kuta itu termasuk Kabupaten Badung, sedangkan Denpasar ya Kotamadya Denpasar, ibukota provinsi Bali. Daerah wisata yang paling ruame, pantai, restoran, klub malam, mall, dsb, ya di Kuta.

Jarak Kuta – Denpasar kira-kira 1 jam. Jauh juga ya.

Bandara Ngurah Rai Bali ke daerah Kuta nggak sampai 15 menit. Bahkan pas pulang, dari guest house ke bandara cuma 5 menit 😀 Nggak heran juga sih kenapa Kuta jadi yang paling rame.

Bandara Ngurah Rai, Kuta, Denpasar
A. Bandara Ngurah Rai, B. Kuta, C. Denpasar

Di Ubud, wisatawan lokal didiskriminasi dibandingkan wisatawan asing. Ga cuma gosip-gosip kabar burung, mas @fanabis sudah mengkonfirmasinya saat dia ke Ubud beberapa waktu lalu. Wisatawan asing disapa ramah, diucapkan terimakasih, sedangkan wisatawan lokal diperlakukan tidak seramah itu. Bahkan, pengemis saja cuma mau minta-minta ke wisatawan asing, begitu mas @fanabis lewat, ga jadi minta-minta!

Tutup kepala khas Bali itu namanya udeng. Tapi kemarin nggak kepikiran nanya, udeng itu dipake saat kapan aja.

Udeng
Udeng

Di mana-mana terdapat canang (sesajen), yang terdiri dari bunga, permen, nasi, dibungkus daun kelapa, sebagai bentuk kepercayaan orang Hindu Bali agar selalu aman. Bener-bener di mana-mana, dari dashboard mobil, di pinggir jalan, di depan rumah, sampai di counter Lawson.

Canang (sesajen) di depan patung
Canang (sesajen) di depan patung

Facts tentang Bali Digital Society – Banyak banget WiFi yang ada di Kuta. Kaya hampir setiap restoran yang kita lewatin ada tulisan Free WiFi, pas kita di jalan raya pun Android gw mendeteksi sinyal WiFi, dan guest house gw pun ada WiFi-nya. Ternyata, tahun ini udah ada 3.000 WiFi, sebagai titik awal Bali Digital Society.

Jumlah wisatawan di Bali pada tahun 2011: 9 juta orang (dari 130 juta di seluruh Indonesia), menyumbang > 35 triliun rupiah (35% GDP Bali).

Livetweet #BaliDiSo

Sebagai penutup serial BaliDiso, gw sajikan livetweet gw selama di Bali sampai pulangnya. Terimakasih sudah membacaa! 😀

Rabu, 19 Desember 2012

 

Kamis, 20 Desember 2012

Lihat juga:

Tulisan dari mas @fanabis:

Tulisan dari @saifulmuhajir:

Asyiknya Menikmati Pengalaman ‘Always Connected Traveler’

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s