We Are Too Busy Growing Up And Forget That Our Parents Are Growing Old, Too

Kutipan di atas udah gw denger dari lama banget, tapi baru gw lihat lagi sebagai status FB sahabat gw, Agung Firmansyah.

Kebetulan banget, kutipan ini udah terngiang-ngiang di kepala karena minggu lalu gw dan istri gw bergantian menginap di rumah orang tua gw dan orang tuanya.

Jadi pengen agak sentimentil dikit ya di postingan ini, ngomongin orang tua, boleh?🙂

Teman-teman, coba deh perhatiin orang tua kita. Saat kita sibuk sendiri tumbuh dewasa, sekolah, kuliah, bekerja, dan menggapai tujuan hidup kita sendiri, orang tua kita menjadi semakin tua dan lemah, tanpa mungkin kita sadari!

Mamah gw tersayang, walaupun alhamdulillah masih cantik, sehat, & belum pensiun dari pegawai negeri, sudah nggak sekuat dulu lagi tenaganya.

Udah nggak kuat naik kereta penuh-penuhan, udah lebih milih blender bumbu karena nggak kuat ngulek lagi, dan gw belum lama gw sadar kalau kemampuan pendengarannya agak berkurang walaupun sedikit.

Papah gw tersayang, walaupun alhamdulillah masih sehat, masih sering sepedaan jauh-jauh, masih ngajar dan bahkan sekarang lagi ngejar S3, namun udah nggak segagah & seganteng dulu lagi.

Rambutnya udah mayoritas putih, padahal kayanya baru kemarin gw nyabutin uban-ubannya yang masih sedikit dengan hadiah makan-makan di McD. Ternyata itu udah hampir 20 tahun yang lalu. Mukanya juga sudah banyak keriputnya, dan jauh dari kesan gagah seperti di album fotonya saat muda dulu.

Mama mertua, meskipun masih aktif belanja ke pasar, masak buat anak-cucunya, dan beres-beres rumahnya, sekarang jelas udah jadi tua. Jalannya sudah pelan, punggungnya udah sedikit bungkuk, kadang-kadang kakinya suka sakit. Padahal, di album foto lamanya, mama tuh cantik, langsing, dan imut-imut, kaget deh waktu dibilang “itu mama waktu muda”.

Bapak mertua, yang tiap hari berangkat kerja, masih kuat nyetir mobil ke sana yang nggak jauh dari rumah. Beliau juga nyuci, jemur, dan nyetrika bajunya sendiri. Tapi, sekarang bapak udah nggak segagah dan sesehat dulu saat masih aktif dinas di Kepolisian.

Beliau udah ga kuat lagi nyetir yang jauh. Juga udah mulai sakit-sakitan. Dua tahun lalu, sebelum gw nikah, beliau sempet dirawat di RS karena kena jantung. Abis gw nikah, sempet juga sebentar dirawat karena banyak pikiran.

Agak speechless mau lanjutin nulis apa karena bisa-bisa air mata netes inget mereka, hehe..

Pokoknya, setelah menikah dan punya anak, gw jadi tahu apa yang orang tua kita rasakan & pikirkan tentang kita. Gw & istri sayaaaaaaaaang banget sama Naia anak cewek pertama gw. Gw baru bener-bener sadar, “Oh, jadi kaya gini ya, rasa sayang orang tua kita ke kita, bener-bener besar banget!

Gw juga jadi ngerasain, bahwa saat jadi orang tua, kita emang nggak mengharapkan anak bakal membalas orang tuanya dalam arti seperti “ngebalikin modal dari bank”. Karena emang orang tua tahu, bahwa anaknya nggak akan mungkin sanggup membalas semua yang orang tua berikan!

Itulah mengapa, Islam mengajarkan do’a untuk orang tua, karena cuma Allah yang bisa membalas orang tua kita dengan balasan yang sebaik-baiknya.

Apa yang gw inginkan anak gw lakukan pada gw, itulah yang orang tua gw juga inginkan lakukan pada mereka. Sambil memenuhi keinginan mereka, membahagiakan mereka, & menjaga mereka yang semakin hari pasti jadi semakin tua dan lemah, gw akan selalu berdo’a,

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka berdua seperti saat mereka memeliharaku saat masih kecil..

Sudahkah kamu berdo’a untuk orang tuamu hari ini?🙂

4 pemikiran pada “We Are Too Busy Growing Up And Forget That Our Parents Are Growing Old, Too

  1. Sabda Rosululloh SAW di Hadis Muslim

    “Sungguh rugi.sungguh rugi.sungguh rugi,orang yang menjumpai kedua orang tuanya yang sudah tua atau salah seorang dari mereka,tapi hal itu tidak dapat memasukkannya ke Surga !”

    Maksudnya adalah:

    Kita masih punya orang tua yang sudah lanjut usia,tapi malah menyia-nyiakan mereka. Tidak mau merawat mereka, enggan berbuat baik pada mereka ,enggan menjaga mereka.

    Padahal itu tiket ke surga..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s