Apa Rasanya Menjadi Tuna Netra?

Kemarin, Sabtu 21 April 2012, adalah hari kedua kuliah S2 Bisnis Kreatif IKJ-IDS.. Di kuliah hari ini yang seru banget, kita harus jadi tuna netra! Wah, ngapain tuh?

Iya, kita diminta menjadi tuna netra, dan dengan didampingi teman kita yang jadi pemandu (nanti gantian), kita berjalan kira-kira masing-masing setengah jam menuju lokasi yang kita pilih, dengan tongkat dan mata terpejam (plus kacamata hitam).

Tantangan ini punya tujuan bisnis: yaitu, supaya saat kita bikin bisnis, kita benar-benar tahu apa masalah target pasar yang ingin diselesaikan, kita benar-benar tahu karakteristik mereka, sehingga bisnis yang kita tawarkan akan mereka sambut karena itu menyelesaikan masalah mereka.

Seringnya, saat kita mau berbisnis (menyelesaikan masalah orang lain dan mendapatkan keuntungan finansial dari situ), kita suka berasumsi terhadap masalahnya. Pura-pura ngerti sama kondisi dan kebutuhan target pasar, padahal hanya ‘katanya’ atau dari membaca.

Hanya dengan terjun langsung menjadikan diri sebagai orang yang ingin kita ketahui/cari masalahnya, kita bisa dapet insight sebenernya yang bisa kita ambil.

Di tantangan ini, saya berpasangan dengan mas Jevry Kurnia, mahasiswa angkatan 3 (saya angkatan 4), berangkat menuju Pasar Festival saya yang jadi tuna netra, kembalinya ke kampus di Epicentrum Walk, dia yang menjadi tuna netra.

Saat kita memposisikan diri menjadi orang tuna netra, dengan memejamkan mata, menggunakan kaca mata hitam, dan berjalan dengan tongkat, kita jadi lebih paham apa yang mereka rasakan!

Ngerasain “melihat” dengan indra peraba, bau, dan suara, ngerasain sulitnya hidup di Jakarta dengan keterbatasan kaya gini, dan jadi bersyukur dengan nikmat penglihatan yang dikasih ini..

Dengan tantangan ini, kita jadi bisa empati dengan mereka-mereka yang tuna netra. Jadi kagum banget deh sama mereka yang tidak memiliki nikmat penglihatan, tapi bisa berkarya dan bermanfaat bahkan lebih dari yang memiliki penglihatan. Kaya mereka di Computer Camp for Blind yang saya jadi volunteer 6 tahun lalu.

Bagaimana cerita kita tentang serunya tantangan tadi? Ayo, dengerin audionya di sini:

Iklan

Elemen Dasar Bisnis: Produk/Layanan, Target Pasar, Pemasukan, dan Pengeluaran.

Hari Senin, 9 April 2012 yang lalu, saya sharing tentang #belajarbisnis di Twitter saya @ilmanakbar, topiknya tentang elemen dasar bisnis.

Apa aja sih, hal-hal mendasar yang ada di sebuah bisnis? Apa saja yang harus kita pikirkan kalau kita ingin membuat sebuah bisnis/usaha?

Sharing ini terinspirasi dari 9 Building Blocks of Business Model Generation, buku karya Alex Osterwalder. Tapi, karena 9 elemen itu terlalu banyak, gw rangkum jadi 4 yang paling mendasar.

Kalau mau bikin sebuah bisnis/usaha, kita harus mikirin empat hal ini:

Produk/layanan, target pasar, pemasukan, dan pengeluaran.

Baca lebih lanjut

#belajarbisnis, Belajar Bisnis Bareng-bareng Lewat Twitter, Yuk!

Udah lebih dari 5 tahun (6 tahun, tepatnya), gw bersentuhan dengan dunia wirausaha, belajar berbagai ilmu-ilmu bisnis, dan mencoba langsung terjun ke dalam bisnis dan merasakan pahit manisnya berbisnis.

Selain belajar dari praktek langsung, gw belajar bisnis juga dari ngobrol dengan para pengusaha yang sukses duluan, diskusi dengan partner bisnis gw, membaca berbagai buku, ikut seminar atau acara-acara inspirasi, dan sebagainya.

Akan tetapi, selama proses belajar itu, rasanya gw cuma lebih banyak dalam posisi diam, cuma nerima ilmunya aja, buat dijalanin sendiri. Itu pun banyak ilmu yang cuma ngendap, sekedar tahu, tapi nggak dilaksanain. Palingan cuma sharing ke orang-orang terdekat, itu pun nggak sering-sering amat.

Padahal, kalo ilmunya disharing ke orang lain, ilmu itu bakal nempel di kita lebih banyak dan lebih lama.

Karena itu, gw mau sharing berbagai hal yang telah dan sedang gw pelajarin dalam hal berbisnis, ke dalam Kultwit (kuliah twitter) dan tulisan di blog ini. Sharing pelajaran bisnis itu gw tuliskan dalam tajuk #belajarbisnis.

Tujuan gw sharing pembelajaran bisnis dalam Twitter & postingan tentang #belajarbisnis ini cuma supaya gw makin inget berbagai ilmu, inspirasi, dan hal-hal baru dalam perjalanan gw dalam belajar bisnis.

Syukur-syukur, ilmu bisnis yang dangkal ini bisa bermanfaat buat orang lain.

Oke kalau begitu, sampai ketemu di #belajarbisnis selanjutnya! 😉