Ternyata, Memulai Keluarga Lebih Mahal dari Memulai Usaha Yaa

5 tahun lalu saat kuliah semester 2, saya dan 5 orang sahabat seangkatan membangun usaha web consultant kami hanya dengan modal masing-masing cuma Rp. 50.000.

2 tahun lalu saat usaha web consultant itu diseriusin untuk full time setelah lulus kuliah, saya menyerahkan 2 juta rupiah (ini juga minjem nyokap dulu) sebagai modal tambahan.

4 tahun lalu saat kami mendirikan anakUI.com, modalnya cuma dengkul plus sekitar Rp. 200.000 buat hosting dan domainnya saja.

Tapi begitu saya menikah dan hidup terpisah dengan orang tua kami masing-masing di perumahan baru bernama Kontrakan Townhouse, waw, saya shock karena tabungan 1-2 tahun terakhir berkurang begitu cepatnya.

Biaya memulai keluarga ternyata muahaaal! *menangis bombay dan lebay*

Beli sabun, sampo, obat serangga, sendok, garpu, piring, ember, kain pel, sapu, rak piring, dan hal-hal yang sejenisnya.. Juga buat beli gas, bahan-bahan makanan, dsb..

Itu padahal udah printilan-printilan yang kecil-kecil ya. Tapi ya, begitu ditotal, lumayan juga yah T_T

Untung alhamdulillah masih punya ‘investor’ yang baik hati, bersedia melungsurkan banyak hal, jadi membuat biaya itu tidak melonjak lagi.

Kompor, lemari, tempat tidur, plus wajan dan panci, jemuran, hanger, gorden, dihibahkan oleh ‘investor’ kami masing-masing 😀

Untung alhamdulillah juga banyak dapet kado dari sahabat-sahabat dan keluarga yang sangat baik hati! Seprai, tambahan panci lain, cangkir dan teko, hiasan rumah, kimono handuk, kaos, adalah sebagian yang bisa diingat dari kado-kado yang didapat.

Di atas semua itu, tapi karena udah diniatkan untuk sedekah ke keluarga, insya Allah banyaknya duit yang saya dan istri “korbankan” untuk hidup berdua sendiri terpisah dari orang tua, bakal menambah keberkahan dan kemesraan keluarga baru saya ini 😉

To the brand new exciting life journey ahead, bon voyaage!

NB (Tips Menikah/Mempersiapkan Pernikahan): tapi biaya segini mahal cuma keluar kalau setelah menikah kamu langsung tinggal sendiri di kontrakan, terpisah dari orang tua. Kalau tinggal di Pondok Mertua Indah, ga perlu beli perabotan-perabotan seperti disebut di atas kan 😉

Iklan

10 pemikiran pada “Ternyata, Memulai Keluarga Lebih Mahal dari Memulai Usaha Yaa

  1. salut sama ilman dan isti yg memilih utk lgs hidup berpisah dg keluarga besar. tapi semua ‘kesederhanaan’ itu nantinya pasti jadi cerita manis yang indah buat diingat2 ya

    Selamat menjalani hidup penuh berkah! semoga selalu dilimpahi nikmat dan rizki yang barokah dr Allah SWT

    salam dr #thetenris utk om dan tante yang baik dan ramah!.

    Suka

  2. Insya Allah setelah menikah akan banyak pintu rizki yang lain akan terbuka Man, termasuk dari arah yang nggak disangka-sangka…. 🙂
    Btw, itu terasa banyak karena baru memulai. Nanti bulan-bulan berikutnya insya Allah akan lebih tertata cash flow-nya. Di samping itu, keadaan seperti ini juga mengharuskan kita mengatur prioritas mana yang mesti dipenuhi dulu dan mana yang bisa ditunda.

    Suka

  3. @agung : Itu aggregator CSUI05 lagi error gung. Ane udah coba hubungin Sagi langsung tapi kagak ada respon sama sekali. Ane kan ada login moderator ke situ, tapi sekarang udah kagak bisa masuk…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s