Selamat Berpuasa! Yuk Bikin Targetan-targetan..

Untuk membuat Ramadhan kali ini lebih ada ‘isinya’, biar ga cuma lapar dan haus, teman-teman sebaiknya bikin targetan ibadah apa yang ingin dilakukan selama puasa.

Misal:

  • buat yang belum rajin sholat, di Ramadhan ini pengen sholat 5 waktu full
  • yang udah sholat 5 waktu, pengen biar sholatnya selalu di awal waktu.
  • pengen bisa mulai ngaji Al-Qur’an setiap hari.
  • pengen bisa baca-baca artikel tentang Islam setiap hari. Dari Eramuslim, misalnya.
  • dan lain-lain.

Sedikit tips buat bikin target:

  • Jangan muluk-muluk bikin target kalo kita belum kuat bahkan yang sedikit. Misalnya: pengen bisa setiap hari sholat Dhuha, kalau bahkan belum pernah sekalipun sholat duha. Start small.
  • Bikin targetnya harian aja, jangan langsung bulanan, lebih ringan kerasanya. Misal: jangan bikin target “khatam Qur’an dalam sebulan”. Lebih baik jadi “baca Qur’an sehari satu juz”.

Harusnya sih dari kemarin-kemarin bikin targetnya, bukan persis menjelang Ramadhan gini. Tapi berhubung gw juga baru bikin targetan, ga ada kata terlambat deh ya, hehe..

Mudah-mudahan kita bisa jadi manusia yang bertakwa 😉

Selamat berpuasaa! 😉

😉

Iklan

Oo, bahasa inggrisnya buaya itu SALE ya..


Diambil 30 Juli 2011 waktu lagi main ke Gandaria City

Berhenti Nyogok, Damai, Nembak, Ngasih "Uang Administrasi", "Pelicin", Bisa Kan?

dalam ajaran agama saya:

“Rasulullah saw. melaknat orang yang menyuap, yang menerima suap, dan yang menjadi perantaranya.” (HR Ibnu Hibban dan Hakim)

dalam hukum Republik Indonesia, UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 12 poin b:

pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya

Jadi, STOP:

  • “damai” dengan polisi
  • bikin SIM dengan menembak
  • ngurus surat-surat di pemerintahan pake “uang administrasi” atau “pelicin”
  • nyogok buat masuk jadi pegawai negeri
  • ngasih “komisi” buat dapet proyek tender
  • dsb dll. masih panjang daftarnya kalo diterusin.

Dipersulit? Cukup dobelkan rasa sabar Anda, tebalkan muka Anda di hadapan orang-orang lain yang dengan enaknya menyogok. Anda dalam posisi benar kok di hadapan hukum, setidaknya di hadapan moral dan integritas diri Anda.

FYI, saya tiga kali ngulang ujian praktek waktu bikin SIM C 5 tahun lalu, sekali ngulang ujian praktek waktu bikin SIM A 2 tahun lalu. Saya satu kali ke sidang tilang di PN Depok, satu kali bayar tilang slip biru ke BRI. Dan istri saya memberanikan diri langsung kabur saat mengurus surat numpang nikah di KUA Cilincing, karena diminta “uang administrasi”.

Bisakah kita berhenti berniat untuk menyuap orang lain dan menolak saat orang lain meminta uang suap? Ya, kita bisa, untuk Indonesia yang lebih baik!

Hopeless Ngeliat Berbagai Kebobrokan di Negeri ini? Bagaimana Cara Memperbaikinya?

“What can you do to fight corruption?” “Our children. We’re preparing awesome generation for the awesome century.” @pinot on Twitter

Yap! Begitu pula untuk menciptakan Indonesia yang masyarakatnya cinta kebersihan dan tidak buang sampah sembarangan,

teratur dan disiplin dalam berlalu lintas,

tidak suka menyuap polisi atau pegawai pemerintahan,

yang jujur dalam melakukan segala aktivitasnya (belajar, terutama),

yang memiliki integritas diri dan moral yang dijunjung tinggi,

dan yang bisa membuka lapangan-lapangan pekerjaan baru,

dan yang lainnya, yang tampaknya sangat sulit diperbaiki di generasi kita,

perbaikilah di generasi selanjutnya 🙂

~Dan itulah salah satu alasan mengapa gw dan istri gw menikah 😉

Setelah Menikah, Jangan Pernah Kasih Kabar Jelek untuk Orangtuamu!

Perhatian buat kamu-kamu, para anak yang ingin menikah:

Setelah menikah, orang tua tidak ingin mendengar kabar jelek dari anaknya. Gw ulangi lagi: setelah menikah, jangan pernah kasih kabar jelek untuk orangtuamu. Nasihat ini sudah beberapa kali mamah berikan kepada gw sejak sebelum gw menikah.

Kenapa? Karena kamu adalah anaknya, orangtuamu selalu memikirkanmu. Orangtua pasti akan selalu ingin anaknya dalam kondisi yang baik-baik aja.

Karena itulah, saat kamu mengabarkan berita jelek, orangtuamu akan ikut memikirkan kabar jelek itu, mencoba mencari solusi masalah itu. Itu bentuk rasa kasih sayang mereka kepada kita.

Ingin bukti? Baca lebih lanjut

Video: Don't Punish Everyone

Jangan ciptakan keputusan berdasarkan emosi sesaat. Karena marah terhadap seseorang di sekitarmu, kamu “menghukum” semua orang seakan-akan mereka semua yang salah.

Contoh: cuma karena satu orang karyawanmu mengakses Facebook di jam kerja, kamu mengeluarkan uang untuk membayar alat-alat mahal untuk memblok akses Facebook di seluruh kantor. Apakah itu sebanding?

Cuma satu orang yang salah, masih jauh lebih banyak orang yang tidak salah. Betul? 😉

Thanks Matt!

Ayo Ciptakan Leaders-leaders dalam Bisnis Kita!

Menciptakan Leader (PortalHR)

Tantangan yang muncul kemudian adalah bagaimana cara menciptakan leader-leader yang benar-benar memahami visi dan misi kita dalam usaha, serta memiliki kompetensi yang mampu mencapai standar yang kita inginkan. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, pembagian fungsi.

Kedua, kesamaan nilai dan integritas.

Ketigamentoring.

Artikel ini tentang bagaimana menciptakan leader dalam bisnis kita, sehingga kita tidak terus menerus seorang diri saja memimpin bisnis kita, ngurusin A-Z-nya.

Yang efeknya bikin bisnis kita berkembangnya lambat, dan kita pun tidak punya waktu menikmati hasil jerih payah bisnis kita, karena semua tergantung di diri kita.

Leaders don’t create followers, they create more leaders. (Tom Peters)