yay! ternyata bener, ada nama my bestfriend @mustafakamal di daftar SWAStartup 30!


Dia punya ide produk judulnya ProdView. Ini situs review produk, tp menggabungkan kekuatan Facebook ke dalamnya. Mirip situs yg udah ada (namanya Buzzilion), tapi lebih keren!

Dengan masuk jadi pemenang SWAStartup itu, Kamal bakal dapet modal bwt ngembangin produknya, dan mentoring bisnis. Proud of you mal! Ayo semangat, ane ga mau kalah nih!

Iklan

Ini tuh Jualan Apa Sih?


Nggak jelas ya, bacaannya ‘jual pulsa elektrik’, tapi yang dipajang itu roti-roti unyil.

Foto diambil Sabtu, 19 Februari 2011 di ITC Depok.

Empat Hal yang Membuat Anggota Komunitas Aktif di Website Berbasis User Generated Content

Apa yang membuat sebuah website komunitas dengan konsep user generated content menjadi ramai ? Tidak hanya ramai dikunjungi, tapi anggota komunitasnya tidak berhenti-berhenti terus mengirimkan kontennya, yang memang menjadi ‘nyawa’ dari berjalannya website komunitas berbasis user generated content.

Saya melakukan ‘penelitian tidak ilmiah’ pada lima website komunitas berbasis user generated content yang bisa dibilang paling populer di Indonesia: Kaskus, Kompasiana, GantiBaju.com, Fotografer.net, dan Keluarga SalingSilang (Politikana, Ngerumpi, BicaraFilm, dsb).

Hasil penelusuran dan profil singkat masing-masing website bisa dilihat pada tulisan saya sebelumnya: Profil Website ‘User Generated Content’ Indonesia: Kompasiana, Gantibaju.com, Kaskus, Fotografer.net, Keluarga SalingSilang

Sebagai benang merah hasil ‘penelitian tidak ilmiah’ ini, ada empat hal yang bisa disimpulkan untuk menjawab pertanyaan “mengapa para anggota aktif membuat dan mengirim konten?” dan “hal-hal apa yang kelima situs itu punya secara umum yang membuat para anggota mereka terus aktif?”

Baca lebih lanjut

Profil Website 'User Generated Content' Indonesia: Kompasiana, Gantibaju.com, Kaskus, Fotografer.net, Keluarga SalingSilang

Saya melakukan ‘penelitian tidak ilmiah’ pada lima website komunitas berbasis user generated content yang bisa dibilang paling populer di Indonesia: Kaskus, Kompasiana, GantiBaju.com, Fotografer.net, dan Keluarga SalingSilang (Politikana, Ngerumpi, BicaraFilm, dsb).

Penelitian ini dilakukan karena saya ingin mengetahui mengapa anggota-anggota di website-website tersebut sangat aktif di sana. Saya pengen mengambil insight-nya untuk peningkatan dan perbaikan di anakUI.com, situs komunitasnya anak-anakUI (Universitas Indonesia), yang juga user generated content. Tidak disangka, hasilnya menarik juga untuk dibuat artikel.

“Mengapa para anggota aktif membuat dan mengirim konten?” dan “hal-hal apa yang kelima situs itu punya secara umum yang membuat para anggota mereka terus aktif?”. itulah pertanyaan yang ingin dijawab lewat ‘penelitian tidak ilmiah’ ini.

Penelitiannya sederhana aja, cuma Googling dan bertanya langsung kepada anggota-anggotanya, untuk dapat testimoni mengapa mereka aktif di sana. Juga dari observasi saya sendiri sebagai anggota di beberapa situs itu, mengamati interaksi antar anggota di situs-situs tersebut.

Di tulisan ini, saya menampilkan profil singkat masing-masing website berdasarkan hasil Googling dan bertanya langsung itu. Kesimpulan dari ‘penelitian tidak ilmiah’ ini bisa dilihat di Empat Hal yang Membuat Anggota Komunitas Aktif di Website Berbasis User Generated Content.

Baca lebih lanjut

Inilah yang Kita Sebut Miris


Di pinggir kali ada papan imbauan kebersihan kali, di belakangnya kali kehitaman banyak sampah.

Foto diambil Sabtu, 12 Februari 2011 waktu main2 ke Mal Artha Gading, Jakarta Utara

WordCamp Indonesia 2011


Berfoto setelah selesai acara!

Bertempat di Bumi Sangkuriang, Bandung, WordCamp 2011 diadakan tanggal 29-30 Januari 2011.

Buat yang mungkin belum tahu, WordCamp adalah acara kumpul2nya pecinta WordPress, dari blogger, disainer, developer, pebisnis, pokoknya semua! Tahun ini adalah tahun ketiga adanya WordCamp di Indonesia.

Ini jg WordCamp ke-3 gw, diajak jadi panitia sama mas @valentmustamin. Dan ini pengalaman pertama nge-MC dua bahasa. Alhamdulillah, ga ada yg bilang jelek 😛

Insya Allah postingan lebih lengkap menyusul.

Hanya yang Telah Selesai dengan Dirinya yang Bisa Berbuat untuk Orang Lain

hold my hand
(cc) photo credit: fromcolettewithlove

Hanya yang sudah selesai dengan dirinya yang bisa berbuat untuk orang lain”. (Ibu Kasiyah M. Junus, Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia)

Merinding banget sampai netesin air mata waktu baca tiga artikel di Kompas Minggu, 30 Januari 2010 tentang Gerakan Indonesia Mengajar (artikelnya ini, ini, ini). Bagaimana bisa, mereka yang sebelumnya sudah punya kemapanan dan kehidupan serba berkecukupan di kota-kota besar, mau meninggalkan itu semua demi mengajar anak-anak SD di pelosok-pelosok tanah air?

Lalu bagaimana bisa, hanya lewat Twitter seorang mahasiswi mengumpulkan donasi puluhan juta rupiah untuk Merapi? Dan kenapa mau gadis ini jadi relawan ke Merapi dan menyeberang laut ke Mentawai? Juga bagaimana bisa seseorang remaja menginspirasi pemuda-pemuda di Indonesia untuk bergerak?

Lalu bagaimana bisa, banyak orang di luar sana, melakukan banyak hal yang sangat besar manfaatnya bagi orang lain? Dari jutaan penduduk Indonesia, kenapa cuma mereka yang bisa melakukan hal-hal besar itu? Kenapa mereka sangat menginspirasi?

Quotes Ibu Kasiyah muncul di pikiran gw. Ya, mereka sudah “selesai dengan diri mereka sendiri“. Baca lebih lanjut