Apa yang Membuat Kita Tiba-tiba Merasa "Excited untuk Berkarya"?

January 28th
(cc) photo credit: Andy McMillan

Kamu pernah tiba-tiba merasa excited, muncul perasaan meledak-ledak, bersemangat, terinspirasi, tapi bukan sekedar bahagia atau seneng? Pokoknya perasaan itu tidak bisa dilukiskan oleh kata-kata!

Bahkan bukan cuma dalam perasaan saja, perasaan excited itu mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Bertindak nyata. Untuk berkarya lebih banyak lagi bagi orang lain.

Perasaan “excited untuk berkarya” itu jadi semacam turbocharger atau Nitro yang mendorong kita jadi lebih baik lagi, jadi lebih jauh lagi. Teman-teman pernah nggak?

Gw pernah. Nggak setiap hari memang, karena hidup kan memang naik turun. Tapi saat itu muncul, gw sangat bersyukur banget-banget. Alhamdulillah.

Kapan perasaan itu muncul dalam hidup kita? Tentu saja, beda orang, beda pula sebab dan saat munculnya. Misalnya begini:

Buat gw, sebagai community person, gw “excited untuk berkarya” kalo kenal dengan orang-orang baru yang punya kesamaan passion dengan gw. Rasanya tiba-tiba muncul banyak hal yang bisa diobrolin, yang bisa dilakukan bareng-bareng, yang bisa dikerjasamakan, dll

Buat gw sebagai entrepreneur, gw excited seperti itu kalo dapet pencerahan/ide baru tentang bisnis dari orang lain khususnya entrepreneur yang lebih senior. Rasanya pengen langsung diimplementasiin deh.

Buat musisi, mereka mungkin merasakan sensasi tak tergambarkan itu pas nemu inspirasi lirik atau melodi, atau saat tahu akan melakukan jam session dengan musisi idolanya. (mungkin, karena gw kan bukan musisi)

Buat peneliti, mereka tiba-tiba merasakan perasaan meluap-luap kaya gitu mungkin waktu nemu kemungkinan solusi akan masalah yang mereka cari.

Buat pendidik atau pengajar, mereka ga sabar untuk bisa bertemu murid-muridnya esok hari, mungkin setelah mereka nemu cara yang sepertinya efektif untuk membuat satu hal/konsep/pengetahuan menempel di benak muridnya.

(intermezzo: baca blog sahabat saya, Agung Firmansyah, untuk tahu pengalamannya selama satu tahun ke depan mengajar di pedalaman Sulawesi dalam progaram Indonesia Mengajar).

Buat fotografer, mereka bakal punya perasaan excited ga pengen berenti foto dan belajar mungkin saat karyanya diapresiasi dalam bentuk kritik membangun oleh orang lain.

Pertanyaan berikutnya, kenapa perasaan excited untuk berkarya itu bisa muncul? Kalau cuma rasa excited, banyak orang juga suka merasa excited. Tapi rasa excited ini beda. Efeknya bukan cuma buat dirinya. Tapi berefek dalam karya nyata, manfaat untuk orang di sekitarnya.

Gw percaya, perasaan excited untuk berkarya itu muncul setelah kita hidup menjalani passion kita. Karena setelah nemu passion, kita jadi punya fokus dan tujuan hidup.

Setelah nemu passion, kita bisa mengarahkan dan memfokusikan semua potensi diri kita untuk memberikan makna dan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Kita tidak hidup ‘sporadis’ lagi, menjalani hanya apa yang lewat di depan mata. Jadi tidak benar-benar “gw sih ngikutin kemana hidup mengalir aja”. Bagus kalo alirannya mengarah ke samudera luas. Kalo ngalirnya ke penampungan air limbah?

Passion ibarat kaca pembesar. Memfokuskan sinar matahari ke satu titik, kemudian membakar benda di bawahnya. Sinar matahari tentu saja ga akan pernah membakar kalau tidak difokuskan dengan kaca pembesar.

Sudahkah kamu menemukan passion kamu? Yuk cari bersama-sama! 😉

Iklan

7 pemikiran pada “Apa yang Membuat Kita Tiba-tiba Merasa "Excited untuk Berkarya"?

  1. antara excitement dan passion memang gak bisa dipisahkan. passion atas pekerjaan yg melebihi kebutuhan akan uang biasanya akan melahirkan excitement yg akan ditulari ke banyak orang.

    dan setuju dgn ide terakhir: jangan terus bersandar pada prinsip air mengalir.

    ah, senangnya berkunjung lagi kemari. 😀

    Suka

  2. saya sudah nemu passion saya, tapi sering kali saya merasa saya butuh melakukan banyak hal lain yg tidak sejalan dengan passion itu.

    Di saat-saat itu, saya bisa excited juga lho.. biasanya karena saya menemukan satu hal: makna. dari apa yg saya lakukan itu. 🙂

    nice post

    Suka

  3. wah kyknya emang bener2 bejalar betul ya mbak amel ini ampe segitunya di jelasin klu bisa ceritanya di lanjutkan mel bagimana suka duka menjadi bendahara de el el .tulisanmu mantap juga kyknya ada bakat terpendam jadi penulis tuh kenapa ngk di coba aja hahahha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s