Catatan Singkat di Ulang Tahun Ke-22: To Leave a Legacy


(cc) photo credit: Eva the Weaver
Nggak banyak yang bisa gw tulis sebagai catatan ulang tahun ke-22 gw kemarin, 29 Juli 2010.

Tadinya gw pengen bikin semacam “22 prinsip hidup Ilman” atau “22 hal yang paling menginspirasi hidup Ilman” atau “22 semangat” dan sejenisnya, tapi setelah dilewatin, ternyata nggak punya cukup waktu juga gw buat nulis. Jadilah mau nulis singkat gini.

—-

Apa yang ada di pikiran gw saat menginjak umur 22?

1) Memperjuangkan impian gw ke level berikutnya, yaitu membesarkan perusahaan gw sendiri bernama Univind. Impian besar Univind adalah untuk menjadikan ini perusahaan yang memberikan manfaat besar bagi penduduk dunia lewat bidang kita, Internet. Caranya adalah dengan jadi perusahaan kelas dunia, satu level dengan Google, Microsoft, Facebook, Automattic, dsb. Amiiin!

Hampir setahun lalu, persis abis lulus dari Fasilkom UI, gw dan my brother dan best partner ever Kamal, memutuskan full-time ngejalanin Univind dari bawah (sebelumnya Univind udah jalan lebih dari 3 tahun), ga ngelamar dimana-mana.

Selama setahun ini, berkat kerja keras semua UnivindCrew, Univind udah bisa seperti ini. Masih pas-pasan pastinya, tapi alhamdulillah udah bisa jalan dan menghidupi kita semua. Next levelnya, udah ada produk yang berjalan menghasilkan, dan tingkat kesejahteraan kita UnivindCrew pun meningkat 🙂

2) Memberikan kontribusi dan warisan untuk dunia ini. Alhamdulillah gw udah mengenal diri sendiri, udah tahu konsep diri gw, udah tahu apa kelebihan dan kekurangan gw, menemukan passion gw, dan alhamdulillah udah menemukan apa makna (meaning) dan tujuan hidup gw.

Kalo dari bahasanya Mas Roni Yuzirman, founder komunitas Tangan di Atas itu di postingannya, kita harus menemukan meaning dari kehidupan kita. Kemudian, seperti ditulis dalam 8th Habitnya Stephen Covey, kita harus leave a legacy, meninggalkan warisan untuk hidup kita. To find a meaning and to leave a legacy. Kalimat singkat, tapi maknanya sangat dalam.

Ga usah nunggu sukses dulu baru memberikan warisan dan kontribusi untuk dunia. Kalau ngambil prinsipnya Young on Top, kalau bisa sukses sekarang (di usia muda), ngapain nunggu tua. Ga usah nunggu jadi kaya dulu baru membantu sesama. Iya kalo kita nanti jadi orang kaya. Kalo kita udah keburu mati sebelum meninggalkan warisan itu, gimana?

Sekarang saatnya gw memberikan warisan (legacy) untuk dunia ini. Sesuatu yang abadi manfaatnya, buat dunia, dan buat gw pribadi. Alhamdulillah agama gw udah memberi petunjuk, apa sih legacy yang walaupun kita tinggalkan, semua orang terus mendapat kebaikan dari legacy kita itu:

a) Ilmu dan ide-ide yang bermanfaat, yang dibagi, yang disebar, yang tumbuh, yang digunakan, yang diimplementasikan, dan yang menginspirasi orang lain dalam kebaikan. b) Amal jariyah, sesuatu yang bermanfaat yang bisa digunakan oleh banyak orang. Mudah-mudahan produk website yang bermanfaat masuk kategori ini (bener-bener terinspirasi sama WordPress: sesuatu yang gratis, bisa menciptakaan jutaan lapangan pekerjaan di seluruh dunia) c) Anak sholeh yang selalu mendo’akan untuk orang tuanya. Warisan ketiga ini cuma bisa dicapai dengan poin di bawah ini.

3) Menikah. Is it the time already? Insya Allah, it is yes for me. Kenapa menikah dalam usia semuda ini? “Kenapa menunggu lebih tua lagi?” Itulah jawaban gw 🙂 No further explanation about this one, hehe..

—-

Epilog

Terus terang, gw shocked lihat notif Facebook setiap kali gw buka. Pertama ada 60an, buka lagi 20an, buka lagi beberapa jam kemudian ada 40an, dan masih ada terus..

Satu prinsip yang masih gw pegang sampe sekarang dan ke depannya adalah, kalo kita punya ide atau karya atau sesuatu yang kita hasilkan, jangan pernah ragu atau malu untuk berbagi ke orang lain. Kenapa gitu? Karena cuma dengan berbagi ke orang lain lah, kita bisa dido’ain spesifik ke ide atau karya itu, semoga yang kita hasilkan itu bisa bermanfaat dan sukses selalu.

Buktinya, banyak banget dari ucapan yang masuk ke gw, disertai ucapan “semoga usahanya sukses” atau “semoga Univind nya sukses”. Waw, subhanallah, gw merinding banget, banyak sekali yang mendo’akan seperti ini. Semakin banyak yang mendo’akan, semakin besar kemungkinan Allah akan mengabulkan do’a itu bukan? 🙂

Makasih banyak buat teman-teman yang udah ngasih do’a lewat SMS, lewat Facebook, lewat Twitter, lewat YM, lewat ketemuan langsung. Asli gw terharu banget, padahal gw jarang merhatiin ulang tahun kalian, dan jarang juga ngasih do’a dan ucapan selamat..

Semoga do’a-do’a kalian juga terkabul untuk kalian. Wish you all the best, semoga sukses selalu semuanya!

Salam semangat!

Loh katanya nggak banyak, kok jadi segini juga? 😛

Iklan

9 pemikiran pada “Catatan Singkat di Ulang Tahun Ke-22: To Leave a Legacy

  1. #1 Real
    hehe.. iyaa

    #2 liza
    amiin, makasih za 🙂

    #3 Kedai Obar
    beda berapa tahun ya? hihihi..
    salam kenal juga! 🙂

    #4 daengrompa
    makasih banyak..
    sama2, tetap semangat selalu! 🙂

    Suka

  2. yampuuun… kakak baru 22thn??? ternyata cuma beda sebulan sama saya, kakaaak… -__-
    ~kenapa si ibu dulu memasukkan anak2nya SD saat berumur 7thn??? tetapi akibatnya jadi selalu golongan usia tua di setiap angkatan…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s