Family Time, Celebrating My Brother’s 15th Birthday


Every birthday of my family members, we gather to celebrate it, pray for the birthday one, and of course pray for the family.

Bisakah Kita Menciptakan Perubahan dengan Tangan Kita Sendiri? Bisa!

Water Drop
(cc) photo credit: foshydog

Gw termasuk orang yang sangat percaya bahwa setiap kita bisa mengubah dunia. Setiap kita bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di muka bumi ini. Bahwa kita bisa menciptakan perubahan di dunia ini, dengan tangan kita sendiri.

Gw percaya bahwa masalah-masalah hanya bisa selesai, perubahan itu hanya bisa terjadi, kalau kita punya kesadaran, kepedulian, dan inisiatif untuk bergerak sendiri. Bukan diselesaikan oleh orang lain. Bukan diciptakan oleh orang lain.

Selama ini kita selalu teriak-teriak dan mengeluh atas kondisi tidak baik yang menimpa kita. Kita bilang pemerintahnya nggak becus ngurus negara lah. Kalo di jalan raya, kita mengeluhkan macet lah. Kita pusing dengan internet yang isinya pornografi, dan televisi dengan acara-acara ga penting. Kita benci koruptor-koruptor dan para mafia itu. Pokoknya pusing karena banyaaaak sekali masalah di depan mata kita.

Tapi gw percaya kita bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Nggak usah nunggu pemerintah, ga usah nunggu stasiun tivi, nggak usah nunggu polisi, nggak usah nunggu orang lain menyelesaikan masalah kita dan menciptakan perubahan. Kita sendiri, pasti bisa melakukannya. Kita pasti bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan menciptakan perubahan. Menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

Gw terinspirasi oleh Pandji Pragiwaksono (@pandji) yang sering mengatakan, “Ada 2 jenis pemuda di dunia. Mereka yang menuntut perubahan, dan menciptakan perubahan” (dari sini). Dia benar dalam hal ini.. Sejak saat itu gw merapat ke barisan pemuda-pemuda yang menciptakan perubahan.

Di tulisan ini, gw mau ngasih contoh beberapa masalah yang sering kita keluhkan. Yang kita selalu berharap masalah ini bisa cepat selesai. Tapi beberapa orang yang gw contohkan ini (termasuk pengalaman gw pribadi) sudah satu langkah di depan kita semua yang sudah bisa menyelesaikan masalah-masalah itu. Baca lebih lanjut

Ditilang karena Tidak Menyalakan Lampu Motor di Siang Hari

Hari Sabtu pagi, saat perjalanan menuju Univ.Bakrie untuk mengisi seminar, gw kena tilang di putaran ujung Kuningan. Gw melanggar pasal 293 (2) jo pasal 107 (2) di UU no.22/2009. Bahasa gampangnya: karena ga nyalain lampu. Untuk pelanggaran ini, gw harus membayar 100 ribu pada negara, lewat Bank BRI.

Untuk menghormati Pak Pol yang menilang gw, yang ramah, informatif, jujur, tidak mempersulit dan tidak mengeluarkan kalimat sakti yaitu, ‘Mau dibantu tidak?’, gw foto dia. Bripda Handoyo, dari Kesatuan BMI Polda Metro Jaya, salut untuk Anda!

Update 9 Juni 2010: Mas Harry Sufehmi, yang menginformasikan tulisan ini ke TMC Polda Metro Jaya, dikirimin DM oleh Polda: “Pak, Fyi: Bripda Handoyo yg bbrp minggu yg lalu dipukuli puluhan Demonstran di Rasuna said & luka berat, saat meminta turun dr atas Bus. Tks”

Wah, jadi makin salut sama Pak Handoyo! :’)