Inspirasi dari New Wave Marketing Power Lunch

Bersama Ibu Ai Ling dari UNICEF
Bersama Ibu Ai Ling dari UNICEF. Foto dicomot dari The-Marketeers

Sebuah kesempatan berharga Alhamdulillah bisa mampir lagi dalam hidup gw. Senin, 11 Januari 2010, gw diundang lagi oleh MarkPlus (rame-rame sih, banyak yang diundang juga) untuk berdiskusi tentang new wave marketing dalam acara yang disebut New Wave Marketing Power Lunch. Acara ini tuh lanjutannya Appreciation Lunch with Hermawan Kartajaya yang juga Alhamdulillah gw diundang, beberapa minggu sebelumnya. Acara ini juga dihadiri Pak Menkominfo Tifatul Sembiring. Kita semua yang diundang berdiskusi yang dipimping Pak Hermawan, sedangkan Pak Menteri diem aja. Loh kok diem aja? Nanti dijelasin :D.

Nah, Sebelum lanjut ke summary diskusi, gw pengen cerita dikit tentang New Wave Marketing dulu ya. New Wave Marketing itu adalah marketing yang serba horisontal. Kalo zaman dulu, kan perusahaan memosisikan diri di atasnya customer, membombardir mereka dengan iklan. Customer ngikut aja apa kata perusahaan. Itu istilahnya pemasaran vertikal. Kalo sekarang, customer itu udah nggak mau lagi dibombardir dengan iklan, bahkan udah kritis terhadap perusahaan tersebut. Hal ini membuat perusahaan harus berada sejajar dengan customer untuk merangkulnya, menjadi pemasaran horisontal.

Pernah denger istilah-istilah pemasaran kaya Positioning, Differentiation, Branding, Marketing Mix, dsb? Itu adalah paradigma pemasaran lama. Dalam pemasaran baru, istilahnya menjadi 12C. Silakan baca buku New Wave Marketing dan Connect!-nya Pak Hermawan ya, kepanjangan kalo diceritakan di sini 😀

Anatomi New Wave Culture
Dicomot dari Flickrnya Mbak Ollie

Nah, dalam New Wave Marketing, ada tiga buah sub-culture di dalamnya yang dapat dirangkul, menggeser sub-culture yang sebelumnya dominan di era pemasaran lama. Youth, kalangan pemuda yang kritis dan berani, menggantikan senior yang lebih lambat dan hati-hati. Women, kalangan wanita yang sensitif dan peduli terhadap teman dan keluarganya, menggeser men alias laki-laki yang selama ini superior tapi cuek, dan Netizen, pengguna Internet yang bisa bersuara lantang dalam menyuarakan sesuatu, menggantikan citizen, warga negara biasa pada umumnya yang terbatas aksesnya. Perusahaan atau pemasar harus mentargetkan kepada salah satu atau lebih komunitas tersebut agar bisa sukses dalam pemasaran di era New Wave.

Untuk meraih mind share, yaitu diingat di otak pelanggan, pemasar harus merangkul kaum muda (youth) alih-alih merangkul semua customer yang terlalu banyak. Kaum muda yang kritis dan berani bersuara ini yang akan mewarnai opini masyarakat tentang suatu barang/jasa. Untuk meraih market share, yaitu jumlah barang/jasa yang terjual, pemasar harus merangkul kaum wanita (women), karena mereka dalam membeli sesuatu, ga cuma beli barang untuk sendiri, tapi juga membeli lebih banyak untuk teman-teman dan keluarganya kan? Nah, untuk meraih heart share, alias dicintai oleh pelanggan, pemasar harus merangkul pengguna Internet (netizen), karena di Internet, semua bisa bersuara baik yang positif atau negatif terhadap pemasar. Orang kalo nyari informasi, pasti Googling kan? Karena itulah, opini dari netizen akan berpengaruh besar.

Di New Marketing Power Lunch ini, diundang tokoh-tokoh yang mewakili ketiga sub culture tersebut. Kalo nggak salah inget, ada Olga Lydia, Piyu, Pandji, Trio Kaskus: Mimin Andrew, Bang Danny sang CMO (ketemu lagi abis di MarkPlus), dan Ken sang CEO, terus ada Shinta dari Bubu, ada host-nya Apa Kabar Indonesia Pagi TVOne, Andrie Jarot dan Indy Rahmawati, jazz singer Syaharani, ada Saikoji juga. Juga ternyata ada CEO-CEO dari Telkomsel, Kompas, dan ada lagi (tapi lupa). Ada juga Koko dan Cici 2009. Plus Bahkan ketemu Edo dan Wimmy si Abang dan None Jakarta 2009! :D. Di sana gw bareng-bareng temen-temen blogger dan onliner kaya mbak Ollie dan mas Anang, mas Pitra, mas Mada, bang Enda, mas Catur, mbak Nita, dan mas Pepih.


Nyomot lagi dari Flickrnya Mbak Ollie


Gantian, yang ini nyomot dari Mas Pitra

Nah, kita semua ini berdiskusi untuk memberi masukan ke Pak Menteri, apa sih sebenernya yang ada di pikiran sub-sub culture dari masyarakat Indonesia ini. Terus kita pengen Indonesia itu kaya gimana di masa yang akan datang. Ini beberapa hal menarik yang diingat dan sempat tercatat (saking banyaknya, nyampe lupa nyatet :D),

Pandji (blog, twitter)

  • Hal yang paling penting yang pemuda harus lakukan adalah hilangkan skeptisme kita terhadap bangsanya sendiri. Bangsa Indonesia bukan bangsa lemah yang sering dikatakan orang!
  • Pemuda itu harus menciptakan perubahan, bukan sekedar menuntut perubahan.
  • Kita harus bisa menambah lapisan peran baru dalam hidupnya, yaitu lapisan sosial. Misalnya seorang ayah yang bekerja artinya sudah punya 2 peran: ayah dan profesional. Harus ditambah satu lagi, sosial, untuk bisa peduli dengan kondisi masyarakat.

Edo Abang Jakarta 2009: pemuda itu tidak terbatas umur, yang berjiwa muda (kritis dan berani) tetap bisa disebut pemuda

~dan lain-lain yang ga tercatat karena lupa keasyikan 😀

Abis semuanya ngasih pendapat selama sekitar satu jam lebih, di akhir acara Pak Tif ngasih tanggapan. Jadi acara ini emang acara “ngasih masukan buat pemerintah”, karena Pak Tif bilang dia seneng banget di sini, bisa belajar banyak. Kalo diundang di acara-acara lain, kan dia dateng, ngomong, terus pulang.

Tentang kebebasan berekspresi terutama di Internet, beliau menanggapi (kira-kira gini bahasanya) “kebebasan itu akan tetap dijamin, selama tidak mengganggu kebebasan orang lain”. Terus tanggapan yang lain banyak banget sih, tapi yang paling diingat tuh yang ini:

kalo politisi bilang iya, artinya mungkin

kalo bilang mungkin, artinya tidak

kalo bilang tidak, artinya dia ga bakat jadi politisi.

yang ini,

kalo wanita bilang tidak, artinya mungkin

kalo bilang mungkin, artinya ya

kalo bilang ya, artinya wanitanya ga punya malu 😀

dan yang paling mantab, dalam konteks buat nanggepin peran wanita yang multi-tasking, bikin semuanya ngakak

Para wanita jangan senang dulu kalau dirayu dengan kata-kata ‘Kaulah segalanya’, karena artinya sebenarnya ‘Kaulah yang melakukan segalanya’!

Untuk lebih lengkapnya, diskusi lainnya bisa dilihat di sini:

Inspirasi yang bisa diambil

Jelas banget, ilmu yang bisa diambil banyak. Belajar langsung ilmu pemasaran dari guru dan praktisi-praktisinya.

Nambah jaringan lagi. Secara tidak tertulis, gw punya  ‘kewajiban’ untuk berkenalan dan bertukar kartu nama dengan orang-orang baru. Alhamdulillah di sini bisa nambah lagi.. Meskipun ga terlalu optimal sih, cuma kenalan sama sekitar 5 orang baru aja 😦

Kalo diundang di forum-forum semacam ini, cari tahu siapa aja yang juga diundang. Ini buat nyari temen buat ngindarin mati gaya. Juga kita bisa antisipasi kali-kali aja ada orang yang sering kita denger sebelumnya ternyata dateng, jadi bisa kenalan (gw kelewat berkenal dengan beberapa onliner di sana, hiks). Terus kalo ternyata yang diundang adalah tokoh publik, jadi ga kaget buat kenalan ama mereka. Jujur gw kaget banget kemarin. Sampe ga sempet dan berani buat nimbrung ngobrol ama mereka. Cuma sama Piyu aja yang bisa sempet ngobrol, itu pun karena ga sengaja.

Di acara dengan undangan terbatas kaya gini, jangan dateng telat! Gw Alhamdulillah ga telat sih, tapi ada yang telat jadi susah kebagian tempat duduk. Kalo bisa dateng lebih cepat, itu jauh lebih baik, karena jadi punya waktu buat networking (ngobrol dan kenalan sama orang baru) sambil nunggu acara dimulai.

Di akhir, kita berfoto bareng. Oh iya, yang ada di sini itu cuma sisa-sisa aja, ini cuma separo dari separo total yang hadir semua. Beberapa udah pulang duluan, dan beberapa yang lain tidak ikutan foto:


Terus aja.. nyomot dari Flickrnya Mbak Ollie 😛

Makasih banyak buat mas Edo (@villahadis), The-Marketeers dan MarkPlus buat undangannya. Mudah-mudahan makan siang plus diskusi kaya gini bisa diadain lebih sering, buat bagi-bagi insight pemasaran, sesuai dengan keinginan Pak Hermawan waktu makan siang yang pertama dulu. Amiiin..

Iklan

7 pemikiran pada “Inspirasi dari New Wave Marketing Power Lunch

  1. Woooow!!! Luar biasa sekali, senior! hehe..

    Sejujurnya setelah membaca postingan ini membuat mata saya terbuka, banyak hal yang dapat kita pelajari dari luar. Sip sip.. Pemuda harus berkarya!

    “Semakin kukejar, semakin terasa lebih jauh dari yang kuperkirakan”

    Suka

  2. #1 Celetukan Segar
    alhamdulillaah..

    #2 Wahyu
    iya yu, insya Allah.. kesempatan itu pasti dateng, kalo lo buat 🙂

    #3 Mishbah
    serius mbah? alhamdulillah kalo tulisan ini bermanfaat..
    btw tukeran link ya mbah.. tulisan ente juga manteb2..

    #4 iman
    sama2 kang iman, seneng kalo tulisannya ada manfaatnya 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s