Apa yang Harus Kita Lakukan Kalau Kehilangan Passion?

Saya cukup sering menulis tentang passion atau “lentera jiwa“, yaitu sesuatu yang meledak-ledak dalam hati, yang kita sangat cinta kepadanya (setelah cinta kepada Tuhan tentu saja🙂 ) dan mendorong kita untuk terus melakukan hal yang kita cintai tersebut.

Idealnya kita memang terus menjaga passion tersebut, menumbuhkannya, dan memanfaatkannya hingga kita bisa meraih mimpi kita. Nah, tapi bagaimana kalau kita tiba-tiba kehilangan passion? Kita merasa bosan, capek, males, akan hal-hal yang tadinya kita selalu semangat untuk menjalankannya? Yah, kan namanya juga manusia, yang ada masa naik ada masa turunnya juga. Pastinya hampir semua orang pernah mengalami itu.

Saya pernah mengalami rasa kehilangan passion beberapa kali: kehilangan passion buat disain, bermain musik, juga ngeblog. Dua yang pertama tidak saya kembalikan lagi passionnya, karena itu ternyata memang bukan passion sejati alias lentera jiwa saya, sedangkan yang terakhir alhamdulillah sudah kembali lagi. Buktinya ini blog sudah diupdate rutin lagi bukan?😀

Nah, saya pun penasaran, sebenernya gimana sih yang harus kita lakukan kalau kita kehilangan passion kita, padahal sebelum-sebelumnya kita sangat suka terhadap hal itu? Saya pun melakukan survey singkat lewat Plurk dan Twitter, bertanya, “jika kalian kehilangan passion terhadap sesuatu yang tadinya kalian sukai, apa yang akan kalian lakukan?

Alhamdulillah, teman-teman, sahabat, dan kenalan saya yang dari dulu hingga sekarang menginspirasi saya memberikan jawaban yang sangat inspiratif. Ini saya bagi buat teman-teman semua:

Plurk

AYAz: mencoba hal baru sampai passion itu balik lagi *biasanya sih ilang krn entah jenuh atau bosan memikirkan hal itu*
ace: reunian dengan kesan pertama..
ferdi_dolot: merenung, kenapa bisa terjadi, cari tau masalahnya, solve problemnya
agungfirmansyah: Passion kn byk jnisnya. Kl passiony brbentuk minat ato hobi,y gpp. Mgkn dh wkt ny gnti. Tp, Kl ad kwajiban qt ato hak org lain yg trganggu krn hilangny passion, maka qt hrus te2p lakukn kwjibanj. r
safitridisini: Paksain kecebur di hal tsb.Hoho
kika: Cari passion lain
e_rain: mencari tahu kenapa dulu bisa suka bgt sm hal itu. Bisa aja cuma imaji tak berdasar yg bikin kita ngawang2. Klo memang iya, brarti itu bukan passion kita yg sbenarnya mungkin, cm ksenangan sesaat
BangGanteng: cari passion lagi
phiolete: tidur aja Man…lupain sejenak

Twitter

@byto: coba tarik diri dlu dr hal itu, temukan hal lain yg menyenangkan, lalu kembali. Pasti kangen🙂
@fanther: mencari suasana yang baru atau merenung
@valentmustamin: aku ga pernah kehilangan passion terhadap apa aja. kayak apotik aja, 24 jam sehari :p

Dari semua jawaban-jawaban tersebut, bisa kita simpulkan beberapa hal, apa saja pilihan hal yang harus kita lakukan saat kehilangan passion kita:

  • Kehilangan passion bisa terjadi karena jenuh, bosan, akibat rutinitas dalam menjalankan passion tersebut. Tinggalkan atau lupakan sejenak saja rutinitas tersebut, dengan melakukan hal lain, hingga akhirnya kita rindu lagi untuk kembali.
  • Merenung lagi baik-baik, menganalisa apa yang sudah kita lakukan, mencari tahu mengapa bisa suka dengan hal itu, kemudian bertanya, “benarkah ini passion kita?”
  • Mencari passion yang baru, yang benar-benar berbeda. Siapa tahu passion kita bukan di passion yang lama?
  • Mengingat-ingat pengalaman pertama saat kita benar-benar gembira melakukan hal yang menjadi passion kita itu. Pengalaman pertama selalu menarik bukan?
  • Memaksakan diri untuk tetap berada di situ, terutama kalau itu berhubungan dengan kewajiban kita terhadap orang lain.

Di antara pilihan-pilihan di atas, mana yang akan diambil pastinya sangat relatif, bergantung pada kondisi masing-masing. Saat teman-teman pernah kehilangan passion, pilihan mana yang teman-teman ambil? Atau adakah cara lainnya?

10 pemikiran pada “Apa yang Harus Kita Lakukan Kalau Kehilangan Passion?

  1. duh, waktu itu belum balas via plurk ato twitter..
    yasudah balas disini aja…

    waduh, gw jadi bingung, kenapa yah padahal itu udah passion kita… kok bisa hilang…
    soalnya menurut gw, passion ya datangnya dari diri paling dalam, dan akan sangat susah buat ngilang, akrena kita nemuin hal yang sangat menyenangkan di dalamnya, bahkan ketika lingkungan tidak mendukung pun biasanya bukan jadi penghalang dalam melakukan hal-hal yang sudah jadi passion kita…

    nah berarti kalo sempet hilang.. boleh jadi itu bukan “passion” kita… tapi mungkin saja karena keadaan tertentu hal tersebut tanpa disadari menjadi “passion” kita yang semu…

    cuma pendapat gw lho…

    Suka

  2. Mungkin juga dulu kita ada di keadaan di mana mau ga mau kita terfokus di satu hal, sehingga akhirnya kita menyukai hal tersebut dan tanpa sadar tidak mengacuhkan passion kita yang sebenarnya.

    Misalnya saja seseorang yang dikondisikan oleh orang tuanya untuk jadi ilmuwan, dokter, pokoknya yg ilmiah2 gitu. Padahal sbenarnya dia sangat tertarik ke dunia musik. Mungkin saja akhirnya dia memang jadi ilmuwan yg sukses, tapi pasti lebih optimal kalo jadi musisi.

    Yaa itu sih, cobain banyak hal, jangan sampai pikiran dan wawasan kita terkurung di satu hal saja🙂

    Suka

  3. Kalau menurut saya, itu karena anda terjebak dalam kenyamanan dan semua yang anda lakukan, tidak ada tantangannya lagi. Coba lakukan hal-hal baru… atau kalau dalam ng-blog, bikin blog baru dengan genre yang jauh berbeda dengan apa yang umumnya anda buat. Intinya, temukan hal baru untuk dilakukan. Kondisi anda merasa jenuh sekarang adalah petunjuk bahwa anda sebenarnya punya jiwa petualang, nggak suka diam di satu tempat. Gimana?

    Suka

  4. kalo bisa hilang berarti ada 2 kemungkinan:

    1. itu bukan passion kita yang sebenernya. Mungkin hanya “seolah-olah” passion kita…atau bukan passion UTAMA kita..dari sini seseorang harus lebih mengenal dirinya sendiri

    2. situasi-kondisi yang sangat keras telah menerjang orang itu sehingga harus memaksa dia “mengurung” passionnya. Inilah yang kebanyakan terjadi pada masyarakat Indonesia, di mana banyak orang jenius, pemuda berprestasi dan para pemimpi, akan tetapi karena distuasi kondisi (politik, ekonomi, status sosial, dll) dia harus menyerah terhadap mimpinya, passionnya. Contohnya misalnya adalah Chris Langan dan Lintang.

    Solusinya?

    hmm, gw gak tahu…ada yang bisa nyumbang pemikiran?
    😄

    Suka

  5. tanya mas, sampai detik ini tidak pernah hilang dengan passion, namun terkadang terbentur dengan hal nyata bahwa passion yang tidak menghasilkan (uang maksudnya) atau belum akan tergerus dengan rutinitas yang dituntut agar uang itu dapat diraih. bagaimana ya mengatasinya? menciptakan passion agar dapat menghasilkan uang dan tidak terbentur lagi dengan rutinitas itu?

    Suka

  6. Emang kayak iman, Bro. Landasan paling kuat soal passion adalah emosi, rasa cinta. Temukan kembali rasa itu Bro. Kalau passion sudah menjadi profesi, maka itu seperti istri yg kita nikahi. Jika suatu saat jenuh, cerai atau cari ganti tidak selalu jalan yg tepat. Temukan rasa cintanya lagi..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s