Menerima dan Membagi, Ambil dan Berikan, dari Mana Saja dan Kepada Siapa Saja

When you’re ready to learn, there will be teachers prepared for you. Diena Haryana, SEJIWA Foundation Director

Gw menemukan kalimat tersebut sangat bermakna dalam setiap titik dalam hidup gw. Rasanya kita sama-sama setuju bahwa seharusnya kita menjadi orang yang tidak pernah berhenti belajar. Belajar dari orang lain, entah itu lebih tua atau lebih muda dari kita, belajar dari alam ini, juga belajar dari pengalaman, kegagalan, maupun keberhasilan kita..

Tapi sayangnya, rasanya ada banyak orang yang mengidentikkan belajar dengan proses formal yang kita jalani di bangku sekolah hingga kuliah. Artinya pada saat sudah lulus dari pendidikan formal, kita sudah berhenti belajar. Padahal, seorang bijak dari abad pertengahan mengatakan, tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga liang lahat. Artinya kita ga boleh berhenti belajar. Ada juga orang yang (maaf) merasa sudah cukup senior atau dewasa, atau sudah cukup belajar tentang suatu hal, jadi dia berhenti belajar tentang hal tersebut.

dan hampir aja gw jadi orang kaya gitu.

Dulu, saat gw masih jadi ABG, umur SMP-SMA-awal kuliah gitu, gw suka banget baca buku pengembangan diri. Buku-buku tentang gimana caranya belajar yang efektif, bagaimana karakteristik manusia, bagaimana menjadi remaja/manusia yang efektif, apa itu EQ, dan sebagainya.

Saat gw masuk menjadi dewasa muda (young adult) yaitu pada masa kuliah tengah hingga saat ini, gw tidak terlalu suka membaca buku-buku pengembangan diri lagi, karena gw menemukan topik baru yang gw suka, yaitu tentang marketing, bisnis, entrepreneurship, dan Internet. Jadilah sepanjang 3 tahun terakhir gw kuliah, buku-buku tentang itulah yang banyak gw baca, bukan buku-buku pengembangan diri lagi.

Entah, gw ga yakin gw pernah mikir kaya gini apa nggak: gw udah cukup punya kapasitas diri sebagai manusia yang efektif, nggak butuh bacaan tentang pengembangan diri lagi, jadinya sekarang saatnya buat belajar hal-hal baru yang akan menjadi cita-cita gw. Dan pada titik itu gw sadar, dalam hal apapun, kita ga boleh berhenti belajar dan berpuas diri. Di sisi lain, kita harus bisa membagi sekecil apapun ilmu yang kita miliki kepada orang lain.

berikan kepada orang lain . pic by: Mr. Kris (flickr)

Jadi gw sangat percaya bahwa cara kita mensyukuri apa yang kita punya adalah dengan membaginya kepada orang lain. Tahu sendiri kan, kalo kita wajib mendermakan sebagian harta kita untuk orang-orang tidak mampu, harus mengajarkan ilmu yang kita punya kepada orang lain agar ilmu itu abadi, harus menggunakan kekuasaan untuk kebaikan banyak orang, dsb. Nah, gw sangat percaya bahwa gw harus membagi apa yang gw pikirkan, apa yang gw kerjakan, ide apa yang gw punya, kekurangan apa yang gw miliki, dan hal-hal lainnya kepada orang lain di sekitar gw.

Beberapa bulan terakhir, gw cukup dilanda kemalasan untuk membagi apa yang gw miliki kepada orang lain. Lebih spesifik lagi, gw sudah jarang berbagi inspirasi lewat blog ini. Setelah ikut GPP itu, gw jadi sadar bahwa gw harus membuka diri gw lagi untuk belajar dari orang lain. Tidak pernah ada satu sisi pun dari diri setiap orang yang sempurna, jadi tidak pernah ada kata cukup untuk belajar.

When you’re ready to learn, there will be teachers prepared for you.

Dan gw belajar dari seseorang inspiratif bernama Mada Mahadaya, seorang entrepreneur muda (err, beberapa lebih tua dari gw sih pastinya :P) yang gw sangat bersyukur bertemu dengan dia lewat seorang entrepreneur muda beneran (karena seumur ama gw). Ke depannya insya Allah perusahaan gw bakal kerjasama dengan perusahaan dia dalam pengembangan strategi online untuk Telkom Jakarta Selatan. Do’akan lancar ya, amiin..

Gw dikenalin sama Mas Mada oleh Arham, yg dia sendiri udah gw kenal sejak tahun 2007 lalu. Memang kita tidak pernah tahu di masa yang akan datang, apa efek dari membangun jaringan. Dan efeknya ternyata Alhamdulillah seperti ini.

Kemarin, gw ga sengaja masuk ke blognya dia yang lama. Saat lihat-lihat arsip tulisannya yang lama, ternyata dia rutin banget menulis inspirasi yang dia dapatkan, hal-hal positif yang dia lakukan, dan ilmu yang dia punya. Nggak banyak basa-basi, cukup intinya saja. Plus foto-foto kalau ada.

Gw jadi malu karena gw sekarang nggak melakukan itu lagi. Nggak membagi kesempatan2 maupun rezeki2 maupun hal2 yang gw ketahui yang bisa bermanfaat buat orang lain. Padahal tahun 2007-2008 gw cukup sering melakukan hal itu. Abis ngeliat blognya mas Mada, rasanya gw jadi semangat lagi untuk terus menulis, mengaktifkan blog gw lagi, untuk membagi hal2 yang gw yakin insya Allah bakal bermanfaat buat orang lain, ga peduli sekecil apapun manfaat itu. Jadi, cek blog gw secara berkala lagi ya..🙂

Jadi, setelah menerima kita harus membagi, setelah mengambil kita harus memberi, setelah belajar kita harus mengajar, setelah terinspirasi kita harus membagi inspirasi tersebut. Dan apabila orang-orang di seluruh dunia saling membagi kebaikan dan hal-hal positif, ah, indahnya dunia🙂

3 pemikiran pada “Menerima dan Membagi, Ambil dan Berikan, dari Mana Saja dan Kepada Siapa Saja

  1. kenapa tiba-tiba ilang dari FB ya? bukannya ada di FB juga man?

    by the way, it always good to share what u have to the others.

    but still, keep on moving my friend
    and keep ikhlas😀

    umm i think u’ve already known my opinion about this hehe
    has been discussed before..

    Suka

  2. yup2.. I’ll always remember that.. thank you very much ya len..

    btw maksudnya ilang dari FB tuh gimana? blog ini tuh diimport ke akun FB gw yg lama.. giliran pengen gw import ke akun gw yg baru, error.. aneh dah..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s