Sudahkah Teman-teman Menemukan "Lentera Jiwa" Kalian?

Secara nggak sengaja gw membuka website www.lenterajiwa.com berkat link yang gw buka lewat Plurk. Ini ngingetin lagi akan sesuatu yang pernah gw tulis sebelumnya: lakukanlah sesuatu mengikuti passion kalian, dan kalian akan mendapatkan hasil yang tidak kalian bayang-bayangkan.

Gw diingetin lagi saat mendengar lagu Nugie – Lentera Jiwa, bahwa kebahagiaan sejati dalam menjalani hidup hanya bisa kita dapatkan saat kita melakukan sesuatu yang merupakan kesukaan kita, sesuai hati nurani kita, sesuai passion kita, sesuai lentera jiwa kita!

Your time is limited, so don’t waste it by living someone else’s life – Steve Jobs

The worst days of those who enjoy what they do, are better than the best days of those who don’t” – E. James Rohn

What then is the right way to live? Life should be lived as play” – Plato

Choose a job you love and you will never have to work a day in your life” – Confucius

Work to become, not to acquire” – Elbert Hubbard

Talents are common, everyone has them – but rare is the courage to follow them” – (Unknown)

The decisions you make about your work life are especially important, since most people spend more of their waking lives working than doing anything else” – Laurence G. Boldt

Itu kalimat-kalimat para tokoh tentang passion alias lentera jiwa yang tertulis di websitenya Lentera Jiwa. Kalo buat gw sendiri, simpel aja: Dream + Passion = Sukses (Insya Allah). Gw alhamdulillah udah menemukan lentera jiwa gw itu sejak kira-kira 2 tahun lalu. Buat sahabat-sahabat gw mungkin udah tahu kalo lentera jiwa gw ada di dunia entrepreneur dan Internet. ๐Ÿ™‚

Gw bener2 suka banget melakukan hal itu. Coba denger cerita gw tentang anakUI.com, saat gw pertama akan punya internet unlimited di rumah, tentang gimana gw terinspirasi dengan pendiri WordPress, tentang gimana gw percayanya akan mimpi-mimpi gw, cerita gw saat menjalankan usaha bernama Univind,

Jadi sahabatku sekalian, sudahkah kalian menemukan lentera jiwa kalian? Passion kalian? Sesuatu yang kalian cintai? Sesuatu yang membuat kalian tanpa dibayarpun akan tetap melakukan hal itu? Sesuatu yang kalian pikir adalah manfaat yang kalian bisa berikan untuk dunia? Kalo sudah, bersyukurlah ๐Ÿ™‚

Kalo belum, tetaplah mencari, jangan stuck dengan apa yang kalian lakukan. Di video klip lentera jiwa, ditunjukin orang2 yang udah menemukan lentera jiwanya, dan bener2 ga nyambung antara dia dulu kerja/kuliahnya apa, dengan profesi dimana dia menemukan lentera jiwanya.

I’m convinced that the only thing that kept me going was that I loved what I did. You’ve got to find what you love. And that is as true for your work as it is for your lovers. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it. And, like any great relationship, it just gets better and better as the years roll on. So keep looking until you find it. Don’t settle. Steve Jobs.

Cuma pengen sharing aja, sekaligus flashback buat gw sendiri. Tentang hal yang sering gw bilang saat gw ngobrol2 dengan mahasiswa baru kemarin, yaitu tentang apa aja yang udah gw lakukan dulu. Tentang gimana semua itu membentuk diri gw sekarang.

Gw alhamdulillah nemu lentera jiwa gw sekarang ini ga serta merta. Gw dulu, saat awal-awal masuk kampus, nyobain banyaaaak sekali hal.. Pada akhirnya, kira2 pada tahun 2007, gw menemukan impian sekaligus lentera jiwa gw sendiri.

Tahun 2005-2006 suka banget disain grafis vektor (cek karya2 gw di DeviantArt), terus awal 2006 mencoba ngeblog (ini blog gw pertama). Terus dari tahun segitu sampe menjelang lulus gw masih suka ngeband, megang bass meskipun setahun sekali di CGT. Terus saat gw diajak sahabat gw Kamal untuk gabung di Univind, usaha yang sekarang jadi hidup gw di awal 2006.

Terus sejak kenal blog dan dunia online, gw ga sengaja nyangkut ke blognya Pak Nukman tentang Internet Marketing, dan selalu gw baca. Dua hal inilah awal gw nemuin lentera jiwa gw :). Sejak itulah gw juga mulai ngenal dunia marketing, dan gw jadi suka baca-baca buku marketing. Juga baca-baca buku manajemen.

Tahun 2007-2008 gw juga semangat banget ngeBlog, yang terus gw tuangkan ke Ayo ngeBlog!. Juga ikutan lomba-lomba yang berhubungan dengan penulisan ilmiah kaya LKTM. Gw juga jadi suka banget ketemu sama banyak orang dan mengambil inspirasi-inspirasi dari mereka.

Kalo aktivitas di kampus, walaupun sebagian besar aktivitas gw dihabiskan di BEM Fasilkom, gw tahun kedua pernah nyobain kepanitiaan tingkat UI (Pemilihan Raya). Gw juga pernah menjadi anggota hampir di semua bidang di kepanitiaan2 Fasilkom (acara, perlengkapan, dekorasi, HPD, ketuanya juga ๐Ÿ™‚ ). Gw juga pernah nyobain jadi anggota FUKI, terus daftar Ristek juga.

Semakin ke akhir kuliah, gw semakin menemukan apa lentera jiwa gw. Akhirnya gw nggak memfokuskan diri ke disain grafis, cukuplah itu jadi hobi aja. Gw juga nggak memfokuskan diri ke musik, cukuplah itu jadi hiburan sehari-hari saja. Kalo menulis, cukuplah yang penting gw bisa menuangkan pikiran gw ke banyak orang lewat tulisan.

Akhirnya, bergelut di dunia entrepreneurship benar-benar dari bawah, serta dunia Internet (online marketing, media sosial, komunitas, dsb) yang berkembang pesat ini, itulah dua hal yang jadi lentera jiwa gw.

Dari semua itu gw cuma pengen bilang kalo lentera jiwa itu memang perlu dicari, ga serta merta turun dari langit seperti wangsit. Mungkin itu makan waktu hanya setahun, dua tahun, tiga tahun, atau bahkan puluhan tahun. Tapi kebahagiaan saat kita menemukan lentera jiwa kita, kebahagiaan saat kita bisa memberi manfaat banyak ke orang lain karena kita berada di jalur yang benar, itu mengalahkan semua itu. Saat kita berani membuat mimpi besar yang mungkin mustahil bagi orang lain. Lalu kita merasa bahagia saat menjalani proses menuju mimpi itu karena kita melakukan sesuatu sesuai lentera jiwa kita. Bahkan jika mimpi itu tidak tercapai pun, kita tidak akan pernah menyesal telah melakukan hal itu.

Jadi kawan, apakah kalian saat ini melakukan hal yang tidak sesuai dengan hati kalian? Mari sama-sama kita temukan lentera jiwa kita, dengan bergerak dan berusaha, dengan berdo’a, dan dengan keyakinan bahwa kita akan menjadi “kita yang sesungguhnya” saat sudah menemukan lentera jiwa kita. ๐Ÿ™‚

Good Profile Picture will Bring Good Impression

There’s no reason why I suddenly write this post in english. I just want to write in english ๐Ÿ™‚

And also, I don’t want to be narcisstic in this post.. ๐Ÿ˜› I just want to share an insight I got.. It’s about a personal image.

good image bring good impression :)
good image bring good impression ๐Ÿ™‚

As you know, we use pictures to represent ourselves in online world. We use profile pictures at Facebook, Twitter, YM, blog, avatar, and at another social media. People will make their own perception and judgement about us when they seeing our pictures. Before know more deeply about us, they simply see our picture to set their first impression.

Axe’s commercial tagline, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda” define how important a first impression is. So, do choose carefully your profile picture, make sure it will give good first impression about you, not bad first impression, or just a mediocre first impression.

My friends at my social network (Facebook, Twitter, Plurk) may aware that I changed my profile picture.. The pictures was taken when I spoke at Open Source University Meetup’s Software Freedom Day 2009 (my presentation slide could be seen or downloaded here). I intentionally asked my best friend, Asad Fatchul ‘Ilmi to take good pictures of me using his cool Canon DSLR.. And he did it! ๐Ÿ™‚

From dozens good pictures of me, I picked the best one to be assigned as my profile picture.. I want to create an image that I’m a young entrepreneur and also a professional speaker, so I chose this one. Good composition, color, and pose of course, convinced me to choose this one. ๐Ÿ™‚

Muhammad Ilman Akbar
I think I’m cool here ๐Ÿ˜›

What do you think of me after seeing this profile picture? Does this picture bring good impression? I’m I really cool :P? Am I bad-looking? Am I looked arrogant? Tell me what you think, please ๐Ÿ™‚

The Out of Ordinary People Volume 2

Setelah dua bulan menunggu, akhirnya volume #2-nya dirilis juga.. mohon maaf buat yang nungguin ya.. *emang ada yg nungguin?* :P

Volume kedua ini adalah tentang kegiatan sosial dan perlombaan.. mudah2an ada inspirasi yang bisa diambil dari mereka yang diwawancarain di sini..

Dari tanggapan volume #1, kita mengimprove beberapa hal di sini.. dan alhamdulillah dapet bantuan tambahan personel smile. terimakasih ya buat semua responnya dulu..

Tanpa panjang kata, silakan nikmati volume #2-nya smile

Oh iya, ini link yg kemarin: volume #1 Kepanitiaan – Organisasi

Link yang sekarang: volume #2 Kegiatan Sosial – Perlombaan

Mari Belajar Membuat Slide Presentasi yang Menarik

Buat yang masih mencari-cari cara untuk bikin slide presentasi yang menarik, ga membosankan dilihat, mudah2an dua slide ini membantu:

Yang berikut ini diambil dari Slide Tips: Empty space and slide design (by Garr Reynolds)

Terus ilmu dari slide ini juga menarik:

Coba deh dipraktekin, mungkin untuk presentasi tugas kuliah/sekolah di depan kelas, slide sidang skripsi, atau kalo teman2 diundang jadi pembicara, coba buat slide yang menarik seperti itu.. ๐Ÿ™‚

Oh iya, setelah slidenya menarik, jangan lupa dibawakan dengan menarik juga dong. Insya Allah saya bakal kembali dengan tulisan lainnya tentang pengalaman saya belajar presentasi ๐Ÿ™‚

Ini kumpulan slide-slide presentasi yang pernah saya bawakan.

Menerima dan Membagi, Ambil dan Berikan, dari Mana Saja dan Kepada Siapa Saja

When you’re ready to learn, there will be teachers prepared for you. Diena Haryana, SEJIWA Foundation Director

Gw menemukan kalimat tersebut sangat bermakna dalam setiap titik dalam hidup gw. Rasanya kita sama-sama setuju bahwa seharusnya kita menjadi orang yang tidak pernah berhenti belajar. Belajar dari orang lain, entah itu lebih tua atau lebih muda dari kita, belajar dari alam ini, juga belajar dari pengalaman, kegagalan, maupun keberhasilan kita..

Tapi sayangnya, rasanya ada banyak orang yang mengidentikkan belajar dengan proses formal yang kita jalani di bangku sekolah hingga kuliah. Artinya pada saat sudah lulus dari pendidikan formal, kita sudah berhenti belajar. Padahal, seorang bijak dari abad pertengahan mengatakan, tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga liang lahat. Artinya kita ga boleh berhenti belajar. Ada juga orang yang (maaf) merasa sudah cukup senior atau dewasa, atau sudah cukup belajar tentang suatu hal, jadi dia berhenti belajar tentang hal tersebut.

dan hampir aja gw jadi orang kaya gitu.

Dulu, saat gw masih jadi ABG, umur SMP-SMA-awal kuliah gitu, gw suka banget baca buku pengembangan diri. Buku-buku tentang gimana caranya belajar yang efektif, bagaimana karakteristik manusia, bagaimana menjadi remaja/manusia yang efektif, apa itu EQ, dan sebagainya.

Saat gw masuk menjadi dewasa muda (young adult) yaitu pada masa kuliah tengah hingga saat ini, gw tidak terlalu suka membaca buku-buku pengembangan diri lagi, karena gw menemukan topik baru yang gw suka, yaitu tentang marketing, bisnis, entrepreneurship, dan Internet. Jadilah sepanjang 3 tahun terakhir gw kuliah, buku-buku tentang itulah yang banyak gw baca, bukan buku-buku pengembangan diri lagi.

Entah, gw ga yakin gw pernah mikir kaya gini apa nggak: gw udah cukup punya kapasitas diri sebagai manusia yang efektif, nggak butuh bacaan tentang pengembangan diri lagi, jadinya sekarang saatnya buat belajar hal-hal baru yang akan menjadi cita-cita gw. Dan pada titik itu gw sadar, dalam hal apapun, kita ga boleh berhenti belajar dan berpuas diri. Di sisi lain, kita harus bisa membagi sekecil apapun ilmu yang kita miliki kepada orang lain.

berikan kepada orang lain . pic by: Mr. Kris (flickr)

Jadi gw sangat percaya bahwa cara kita mensyukuri apa yang kita punya adalah dengan membaginya kepada orang lain. Tahu sendiri kan, kalo kita wajib mendermakan sebagian harta kita untuk orang-orang tidak mampu, harus mengajarkan ilmu yang kita punya kepada orang lain agar ilmu itu abadi, harus menggunakan kekuasaan untuk kebaikan banyak orang, dsb. Nah, gw sangat percaya bahwa gw harus membagi apa yang gw pikirkan, apa yang gw kerjakan, ide apa yang gw punya, kekurangan apa yang gw miliki, dan hal-hal lainnya kepada orang lain di sekitar gw.

Beberapa bulan terakhir, gw cukup dilanda kemalasan untuk membagi apa yang gw miliki kepada orang lain. Lebih spesifik lagi, gw sudah jarang berbagi inspirasi lewat blog ini. Setelah ikut GPP itu, gw jadi sadar bahwa gw harus membuka diri gw lagi untuk belajar dari orang lain. Tidak pernah ada satu sisi pun dari diri setiap orang yang sempurna, jadi tidak pernah ada kata cukup untuk belajar.

When you’re ready to learn, there will be teachers prepared for you.

Dan gw belajar dari seseorang inspiratif bernama Mada Mahadaya, seorang entrepreneur muda (err, beberapa lebih tua dari gw sih pastinya :P) yang gw sangat bersyukur bertemu dengan dia lewat seorang entrepreneur muda beneran (karena seumur ama gw). Ke depannya insya Allah perusahaan gw bakal kerjasama dengan perusahaan dia dalam pengembangan strategi online untuk Telkom Jakarta Selatan. Do’akan lancar ya, amiin..

Gw dikenalin sama Mas Mada oleh Arham, yg dia sendiri udah gw kenal sejak tahun 2007 lalu. Memang kita tidak pernah tahu di masa yang akan datang, apa efek dari membangun jaringan. Dan efeknya ternyata Alhamdulillah seperti ini.

Kemarin, gw ga sengaja masuk ke blognya dia yang lama. Saat lihat-lihat arsip tulisannya yang lama, ternyata dia rutin banget menulis inspirasi yang dia dapatkan, hal-hal positif yang dia lakukan, dan ilmu yang dia punya. Nggak banyak basa-basi, cukup intinya saja. Plus foto-foto kalau ada.

Gw jadi malu karena gw sekarang nggak melakukan itu lagi. Nggak membagi kesempatan2 maupun rezeki2 maupun hal2 yang gw ketahui yang bisa bermanfaat buat orang lain. Padahal tahun 2007-2008 gw cukup sering melakukan hal itu. Abis ngeliat blognya mas Mada, rasanya gw jadi semangat lagi untuk terus menulis, mengaktifkan blog gw lagi, untuk membagi hal2 yang gw yakin insya Allah bakal bermanfaat buat orang lain, ga peduli sekecil apapun manfaat itu. Jadi, cek blog gw secara berkala lagi ya.. ๐Ÿ™‚

Jadi, setelah menerima kita harus membagi, setelah mengambil kita harus memberi, setelah belajar kita harus mengajar, setelah terinspirasi kita harus membagi inspirasi tersebut. Dan apabila orang-orang di seluruh dunia saling membagi kebaikan dan hal-hal positif, ah, indahnya dunia ๐Ÿ™‚

Presentasi tentang WordPress di Software Freedom Day Universitas Indonesia

Ilman in action ๐Ÿ™‚ (pic by Lucia Roly)

Jum’at, 16 Oktober 2009 jadi salah satu hari yang penting dalam hidup gw, karena gw diberi kesempatan lagi buat belajar jadi speaker profesional dengan ngisi di Software Freedom Day, Sunโ€™s Open Source University Meetup (OSUM).

Jadi 2 minggu sebelumnya gw diminta Deni Lukmanul Hakim, Sun Campus Ambassador Universitas Indonesia 2009 untuk ngisi di acara Software Freedom Day yang intinya men-share tentang kebebasan dalam software, alias free /open source software. Deni minta gw ngisi tentang software untuk website, dan gw bilang gw cuma bisa WordPress, dia pun setuju.

Gw bikin slide dari ide mentah sampai slide jadi plus latihannya dalam 4 hari. Dan sepertinya itu jumlah hari minimal gw harus mempersiapkan diri sebelum menjadi pembicara.

Ini slide yang gw sampaikan kemarin ini:

Terimakasih buat Dani yang nemenin dan bantuin gw di hari pertama bikin slide, Asad yang ngasih inspirasi disain slide, dan Arham dan Asad juga yang jadi fashion consultant sebelum hari-H (ini pertama kalinya gw jajal pake jas saat perform :D), dan Asad yang memfoto gw di hari-H..

bersama Luci yang punya kamera, dikasih kenang2an dari Sun