anakUI.com: The Story and Insights From Zero, to Infinity.. and Beyond!

Tulisan yang cukup panjang ini menceritakan anakUI.com, website komunitas mahasiswa UI yang gw rintis bareng2 sejak 2007. Tulisan ini menceritakan sejarah awalnya, proses perkembangannya, apa yang telah dicapai sekarang, dan inspirasi apa yang bisa dibagi (silakan klik masing2nya aja kalo capek baca tulisan panjang ini :D)

The Very Beginning

Ini semua bermula hampir 3 tahun lalu. Gw dan Kamal, dua sahabat yang memang suka diskusi satu sama lain, tiba2 mendapatkan ide untuk membuat sebuah website buat mahasiswa UI. Ide itu muncul kira2 pada akhir tahun 2006, karena kita ngeliat saat itu nggak ada sumber informasi di antara mahasiswa UI yang bener2 terpercaya dan up-to-date. Semua berita2 di kampus kita cuma tersebar dalam kelompok2 tertentu saja di mahasiswa, cuma terbatas di lingkungan jurusan/fakultasnya aja.. Website resmi UI ga bisa ngasih informasi apa2 tentang UI selain yang formal2. Website2 UKM dan organisasi mahasiswa yang saat itu belum banyak yang punya, nggak menyediakan berita tentang UI. Facebook dan Twitter saat itu belum dikenal, paling Friendster aja yang cukup rame, tapi tetep belum bisa ngasih informasi tentang UI.

Sebagai anak Fasilkom, alhamdulillah kita terbiasa membanjiri diri dengan informasi lewat Internet: buka detikcom, kaskus, dll-dsb, dan ngerasain manfaatnya. Oleh karena itu saat itu kita pengen anak-anak UI juga merasakan hal yang sama, dapet informasi tentang UI sebanyak-banyaknya. Pada masa itu (sampai sekarang juga), kita percaya bahwa keterbukaan informasi adalah salah satu cara menjadikan UI sebagi World Class University. Jadi perlu ada satu website yang memfasilitasi terjadinya sharing informasi di antara mahasiswa UI. Dan kita pengennya website yang bakal dibikin itu jadi milik bersama mahasiswa-mahasiswa UI.

Karena kita pengen bikin sesuatu untuk tingkat UI, tentu saja 2 orang anak Fasilkom nggak bisa ngelakuin apa-apa. Teruslah gw menghubungi beberapa temen deket gw di tiap fakultas, cerita tentang ide ini, meminta tanggapan dan pendapat mereka, dan tentu saja mengajak mereka apakah mau bantu merealisasikan ide ini. Alhamdulillah tanggapan mereka semua positif semua, mendukung adanya website mahasiswa UI ini.

Karena kita berdua bikin usaha bareng dengan temen2 Fasilkom yang lain (kelak, saat ini bernama Univind), kita memfloorkan ide ini ke temen2 satu usaha, karena kita berdua ga punya sumber daya yang cukup untuk memulai website ini. Kemudian diputuskanlah bahwa website ini merupakan produk perusahaan kita. Akhirnya, setelah beberapa bulan website ini nggak konkret karena hanya berupa ide saja, pada Agustus 2007 website tersebut diluncurkan, dengan nama anakUI.com.

anakUI.com versi pertama, tahun 2007
anakUI.com versi pertama, tahun 2007

ke atas lagi

From Zero, to Infinity.. and Beyond!

(Buzz Lightyear from Toy Story)

Dalam bulan-bulan awal masa penyebaran dan pengembangan ide ini, kita mikirin cukup banyak hal: bagaimana ‘bentuk’ website yang dibutuhkan sama anak UI? bagaimana website dibuat itu secara teknis? Bagaimana berita2 di website ditulis? siapa yang bakal nulis berita? bagaimana visi dan kelanjutan website ini bertahun-tahun kemudian?

Sempet pengen bikin survey dulu ke mahasiswa UI, untuk mengetahui gimana perilaku online mereka, dan website mahasiswa UI seperti apa yang mereka inginkan. Dari survey itu, gw berharap bisa bikin website yang bener-bener dimiliki dan disukai oleh anak-anakUI. Udah sampe bikin daftar pertanyaan kuesioner segala, tinggal dicetak dan disebar aja. Akhirnya nggak jadi, karena dirasa merepotkan.

Dulu itu konsep awalnya anakUI.com hanya sebuah situs berita tentang UI. Penulis-penulis beritanya direkrut mulai dari temen-temen gw di tiap fakultas. Pada masa itu, gw membayangkan bahwa ada penulis-penulis tetap (seperti wartawan) yang selalu menulis masing-masing setidaknya 2 kali seminggu. Pada masa awal itu, semuanya berjalan sangat formal. Temen-temen yang udah gw hubungin itu gw ‘perlakukan’ layaknya wartawan, gw kasih panduan untuk menulis di anakUI.com, di situ ada informasi apa itu anakUI.com dan seperti apa tulisan yang boleh/tidak boleh ditulis, bahkan ada kode etik jurnalistiknya segala. Bahkan gilanya, gw sempet bikin semacam hak dan kewajiban penulis di anakUI.com yang ditulis secara formal. Pokoknya semua berjalan dengan sangat formal, membayangkan bahwa anakUI.com itu udah seperti Detik.com.

Beruntung, seorang sahabat memperkenalkan gw tentang WikiMu.com, sebuah website berita berkonsep Citizen Journalism. Semua pengguna Internet boleh mendaftar dan menulis berita di WikiMu.com. Gw terus berpikir, kenapa nggak anakUI.com dibuat seperti itu aja? Akhirnya gw memutuskan mengubah total konsep situs berita dengan penulis tertutup menjadi anakUI.com yang citizen journalism. Semua orang boleh nulis di anakUI.com, tapi ditampilinnya setelah dilihat oleh Admin, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Awalnya proses pendaftaran nggak dilakukan otomatis seperti sekarang ini. Saat itu, karena kita nggak mau ada anak luar UI yang mendaftar di anakUI.com, proses pendaftaran dilakukan secara manual. anakUI yang mau daftar menuliskan nama, email, dan informasi fak/jur/ang-nya di komentar, kemudian dibuatkan akunnya secara manual, kemudian informasi login tersebut dikirimkan secara manual. Beberapa bulan awal gw masih sanggup ngehandel manual seperti itu. Namun ternyata semakin banyak anakUI yang mendaftarkan dirinya lewat komentar, dan gw semakin kerepotan menghandel itu. Akhirnya gw membuat proses pendaftaran dilakukan secara otomatis dengan bantuan plugin WordPress.

Seiring berjalannya waktu, mulai banyak yang mengenal anakUI.com, dan gw pun mulai mengenal banyak dari mereka secara personal. Gw mulai mengenal dan membuka jaringan dengan temen-temen di UI. Dan alhamdulillah, kita memang nggak pernah tahu di awal apa manfaat dari silaturahim alias membuka jaringan. Setelah satu tahun lebih gw mengurusi anakUI.com sendirian, mulai dari urusan teknis, promosi, media partner, dan lain-lain, satu per satu ‘datang’ orang yang punya semangat dan passion lebih dari sekedar suka buka atau nulis di anakUI.com aja, dan bersedia membangun mimpi bersama di anakUI.com. Ada yang membantu gw urusan teknis di website, urusan media partner, keuangan, dan sampai sekarang alhamdulillah terus berkembang, menjadi sebuah tim yang bersemangat untuk menyebarkan manfaat lewat anakUI.com.

Seiring berjalannya waktu, berdasarkan ide-ide bersama dari teman-teman yang mendukung anakUI.com, satu per satu anakUI.com berkembang. Dari yang perubahan fisik/teknis seperti ganti themes yang lebih bagus, membuat blog aggregator anakUI, anakUI.com versi hape, perubahan cara promosi seperti memanfaatkan Facebook Fanpage dan Twitter untuk mencapai anakUI yang lebih luas, perubahan aktivitas non teknis seperti menerima kerjasama media partner, mengadakan gathering/kopi darat untuk mengumpulkan anakUI yang aktif di anakUI.com, menerima pemasangan iklan untuk memastikan anakUI.com tetap hidup, dan hal-hal lainnya kecil maupun besar yang telah membuat anakUI.com lebih bagus, bermanfaat, dan aktraktif daripada sebelumnya.

Satu milestone yang cukup penting dalam perkembangan anakUI.com adalah pada saat proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan untuk melaksanakan program periklanan di anakUI.com tembus dibiayai Dikti dan mendapat pembiayaan sebesar 5 juta rupiah. Uang modal tersebut membuat perkembangan anakUI.com sejak bulan April-September 2009 alhamdulillah drastis. anakUI.com bisa bagi-bagi kaos sebagai reward bagi anak-anakUI, bisa pindah hosting yang lebih bagus lagi, dan bisa mengadakan kompetisi kecil-kecilan dengan hadiah utama yang cukup lumayan, iPod Shuffle :).

anakUI.com versi 2, tahun 2008
anakUI.com versi kedua, tahun 2008

ke atas lagi

The Now

Sampai sekarang, banyak hal yang telah terjadi di anakUI.com. Ini kondisi anakUI.com dalam angka sekarang, berdasarkan presentasi anakUI.com di gathering sekaligus buka puasa anakUI.com tanggal 11 September yang lalu.

  • 3.400++ Member
  • (rata2 nambah 131 anggota/bulan)
  • 486 tulisan
  • (rata2 19 tulisan/bulan)
  • 124 anggota yang nulis
  • (rata2 4 tulisan per orang)
  • 20.000+ kunjungan per bulan
  • 45.000+ halaman dibuka per bulan
  • 4.686++ Komentar
  • 486 tulisan
  • (rata2 10 komentar/tulisan)
  • (rata2 180 komentar/bulan)
  • (rata2 9,6 komentar/tulisan)
  • 1,791 different nicknames in comments
  • Yang nulis tulisan terbanyak
  • iLm@N (78)
  • Admin anakUI.com (53)
  • Muchdlir Zauhariy (18)
  • ardisragen (17)
  • Dwi Aryanto (14)
  • ramadoni (13)
  • crliquid (10)

Lebih lengkap lagi:

ke atas lagi

The Insights

Dua tahun anakUI.com berjalan, banyak insight yang bisa diambil. Bukan dari hasilnya, tapi dari prosesnya. Ini beberapa kesimpulan insight yang bisa gw bagi, mudah2an bermanfaat.

Insight pertama, tentang passion. Dulu ada masa-masa dimana nggak ada tulisan yang masuk dan bisa diupdate. Ada masa-masa dimana nggak ada komentar masuk merespon tulisan-tulisan yang ada. Ada masa-masa dimana sepertinya anakUI.com itu stuck nggak ada perubahannya. Alhamdulillah gw nggak nyerah karena passion gw emang ada di sini. Alhamdulillah temen2 yang mendukung dan selalu ngasih masukan juga membantu passion tersebut tetap tinggi. Mimpi gw pribadi serta mimpi bersama sahabat-sahabat gw yang ada di belakang anakUI.com selalu menerbitkan harapan bahwa anakUI.com akan menjadi lebih dan terus lebih baik lagi. Dan alhamdulillah, passion kita telah membuahkan hasil, sedikit demi sedikit.

Insight kedua, tentang berbagi ide. Dari pengalaman ini, gw mempelajari bahwa setiap orang yang memiliki ide (idea generator, kalo bahasa gw), hampir nggak mungkin mencapai ide atau impian (apalagi yang besar) seorang diri. Kalo temen2 punya satu ide, bagi sebanyak2nya dengan orang lain, dengarkan feedback dari mereka. Gw telah membuktikan benar apa yang dibilang Matt Mullenweg sang WordPress founder: “..don’t be scared to share your idea, tell a lot of people, so you could get feedback about it..”.

Jangan takut ide kalian dicuri oleh orang lain. Kaya yang dibilang oleh Matt juga, yang punya ide orisinilnya pasti punya passion jauh lebih tinggi daripada yang punya ide tersebut setelah mendengar dari kita. Dan sejauh ini, hal itu memang benar adanya. Selama 2 tahun ke belakang ini, sudah ada 2 website sejenis anakUI.com yang dibuat oleh anakUI lainnya (yang pembuatnya kemudian gw kenal baik), dan alhamdulillah yang berjalan sampai sekarang ya anakUI.com ini :). Sejak masih berupa ide, baru dimulai, saat berkembang, dan akan seterusnya, anakUI.com selalu minta masukan dengan anak-anakUI. anakUI.com yang ada sekarang ini adalah hasil kolaborasi ide ratusan orang selama dua tahun ke belakang secara kumulatif. Berkembang karena feedback dan ide bersama dari anak-anakUI, dan akan terus terbuka terhadap semua ide di tahun-tahun ke depan.

Oh iya, satu hal lagi tentang berbagi ide. Saat orang lain mendengarkan ide-ide kalian, kemudian ada yang memberi tanggapan lebih dari sekedar, “wah, keren idenya!”, “ooo.. gitu toh..”, mungkin orang itu adalah salah seorang yang memiliki ide serupa yang bersedia membantu kita mewujudkan ide tersebut. Kalo orang tersebut bertanya-tanya lebih jauh tentang ide tersebut, bahkan sampai memberi masukan yang brilian, sangat mungkin itu adalah calon partner kerja kita mewujudkan suatu ide. Langkah berikutnya tinggal ngobrol lebih jauh dengan orang tersebut aja, sharing2 tentang ide bersama, dan bertanya apakah ia mau menkonkretkan masukan yang dia pernah katakan. Lalu buat sebuah target yang ingin dicapai bersama tentang ide itu, lalu mulailah berpartner untuk mewujudkan target itu. Di masa nanti, kita baru sadar betapa berharganya dia dalam mewujudkan ide kita.

anakUI.com versi ketiga, tahun 2009
anakUI.com versi ketiga, tahun 2009

Insight ketiga adalah tentang memulai dari hal yang sederhana. Pengalaman gw membuktikan satu prinsip di bisnis: luncurkan sekarang, kembangkan nanti. Mulailah ide itu dari hal yang sederhana, tidak muluk-muluk, lalu kembangkan sedikit demi sedikit sambil jalan. Berhasil mencapai target yang sederhana akan menyemangati kita untuk menyelesaikan target yang lebih besar lagi. Bayangkan kalo dulu jadi dilakukan survey dulu sebelum anakUI.com buat, bisa2 makan waktu 2 bulan sendiri buat survey dan udah keburu males buat memulai anakUI.comnya. Bayangkan kalo dulu masih ribet2 pake kode etik jurnalistik atau hak dan kewajiban segala, terus penulisnya masih nggak terbuka karena dipilih satu-satu, bisa nggak secepat ini pertumbuhannya. Jadi, mulai dari hal yang sederhana dulu, dan kembangkan lebih jauh nanti, setelah ada tim di belakang kita.

Insight keempat, yang paling penting menurut gw, adalah tentang impian. Buat semua yang nggak percaya tentang kekuatan mimpi (disertai hasrat dan determinasi untuk mewujudkannya), inilah satu bukti lagi tentang mimpi yang jadi nyata. Gw berani bilang, bahwa anakUI.com yang ada saat ini, Alhamdulillah, adalah anakUI.com yang diimpikan 3 tahun lalu. Dulu gw pernah menulis di satu dokumen bahwa visi anakUI.com ke depan itu ada 2: 1) menjadi komunitas mahasiswa UI di Internet, atau 2) menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa. Mimpi yang tercapai tidak dua-duanya, karena Allah memberi jalan untuk mewujudkan impian yang terbaik, yaitu impian yang pertama, menjadi sebuah komunitas. Kita telah jadi satu komunitas, iya kan ya? 🙂

Bahkan Allah memberi lebih. Dulu gw nggak membayangkan bahwa akan banyak sahabat yang membantu mewujudkan mimpi ini. Nggak membayangkan bahwa bisa jadi media partner kegiatan anak-anakUI. Nggak membayangkan bahwa anakUI.com bisa self-funding. Dan lainnya. Dulu gw cuma membayangkan anakUI.com yang jadi media pertukaran informasi anak-anakUI. Cuma itu. Dan gw sangat bersyukur sekali Allah memberi lebih, dan berterimakasih sekali untuk teman-teman yang telah membuat mimpi ini jadi nyata.

Setelah satu mimpi tercapai, saatnya sekarang kita menata mimpi itu kembali. Menaikkan mimpi itu satu tingkat lebih ke atas. Agar pada waktunya nanti, mimpi tersebut akan menjadi nyata, kemudian ditata lagi dan ditinggikan lagi, tercapai lagi, ditinggikan lagi, karena yang membatasi pencapaian kita hanya umur dan imajinasi kita 🙂

ke atas lagi

promosi boleh dong: jadi fans anakUI.com Facebook Fanpage dan follow Twitter-nya ya 🙂

Iklan

Perjalanan ke Tasikmalaya, 3-5 September 2009

Alhamdulillah, selesailah perjalanan gw 3 hari 2 malam ke Tasikmalaya.. Sebagai bentuk rasa syukur (gw punya pemikiran salah satu bentuk rasa syukur adalah dengan membagi yang gw punya kepada orang lain) sekaligus oleh2 untuk temen2 semua, sekaligus juga buat pengingat gw sendiri, gw tulis deh cerita perjalanan ke Tasikmalaya dari Kamis-Sabtu, 3-5 September 2009.

di depan logo Unsil
di depan logo Unsil

Gw ke Tasikmalaya atas undangan BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya. Gw direkomendasikan oleh Winy Rizki, temen yang 2 tahun ke belakang cuma gw kenal dan cuma berkomunikasi lewat chatting, blogwalking, email, dan Facebook. Winy ini ternyata temen deket dari Zahra, temen deket sekaligus adik angkatan sekaligus tim inti gw waktu di BEM Faslkom dulu. Singkat kata, gw diundang untuk menjadi pemateri salah satu sesi dalam Program Pengenalan Studi Pendidikan Tinggi (P2SPT), semacam ospek gitulah. Gw diminta untuk ngisi dengan tema Perubahan Pola Pikir dari Pelajar menjadi Mahasiswa.

Walaupun sampai sekarang masih heran kenapa Winy merekomendasikan saya, namun sungguh sebuah kehormatan besar buat gw bisa ngisi di sana. Ini adalah pengalaman pertama gw pergi ke luar kota dan menjadi pembicara sebuah acara. Alhamdulillah Allah ngasih kesempatan gw buat ngebuka wawasan dan silaturahim lagi, setelah awal tahun ini jadi moderator talkshow yang diadain sama komunitas Bandung Blogger Village (BBV). Juga jadi kesempatan kedua gw menjadi pembicara dalam sebuah kegiatan eksternal (yang lingkungannya nggak ngenal gw), setelah awal tahun ini juga gw presentasi di komunitas Fresh!, tentang inspirasi yang didapatkan dari Matt Mullenweg waktu berkunjung ke Indonesia.

Gw berangkat ke Tasik bareng Hilman ’06, my twin brother :P. Gw minta tolong beliau untuk nemenin, tidak lain karena dia emang orang asli Tasik. Buat beliau, niat awalnya pulang kampung hanya buat nemenin gw berubah menjadi “harus pulang kampung” karena kejadian gempa kemarin. Alhamdulillah selama 3 hari 2 malam di Tasik, gw menginap di rumah orangtuanya. Terimakasih banyak buat Hilman dan keluarganya ya! 🙂

Tasikmalaya dan Gempa
Berkunjung ke Tasikmalaya persis satu hari pasca gempa bumi rasanya sempet membuat beberapa orang di deket gw khawatir akan terjadi kenapa-kenapa. Tapi setelah gw tanya bahwa ternyata acara tetep berjalan sesuai rencana, gw tetep harus berangkat ke Tasik. Lagipula, acara ini udah diagendakan sejak 2 bulan lalu, dan gw nggak khawatir apa-apa sama sekali, la haula wala quwwata illa billaah (tiada daya dan kekuatan melainkan milik Allah semata).

Ada juga beberapa yang nanyain lewat Facebook atau plurk atau SMS tentang gimana kondisi Tasik abis gempa. Acara gw di Tasik, serta rumah Hilman ada di Tasik kotanya. Di daerah sini, alhamdulillah nggak ada korban jiwa, begitu pula bangunan yang runtuh. Paling ada beberapa bangunan yang retak-retak. Di kampus Unsil sendiri, ada beberapa bangunan yang retak, dan ada satu bangunan yang plafon atapnya runtuh. Keadaan yang parah itu ada di beberapa kecamatan lainnya yang bukan di kota Tasiknya, yang sampe ratusan bangunan rusak dan ada korban jiwa segala. Mudah-mudah para korban segera mendapatkan bantuan dan diberi kesabaran ya, amiiin..

Cerita 3 hari 2 Malam itu
Gw berangkat dari Terminal Kampung Rambutan jam 10. Sampe di rumah Hilman jam 15.30. Abis ngejama’ sholat dan istirahat sebentar, sore itu ditraktir buka puasa sama Winy dan beberapa anak BEM FKM. Karena capek, malemnya gw tidur cepet abis teraweh, trus abis subuh tidur lagi (yang ini namanya kebiasaan :P). Setelah mandi dan sarapan pagi (lhO! *canda ding), kita sholat dzuhur di masjid kampus Unsil. Jam 13 kurang kita jalan ke gedung FKMnya, dan sambil nunggu waktunya ngobrol2 bentar dengan Ketua BEM FKM, namanya Asep Nidzar.

lagi 'show' :)
lagi 'show' 🙂

Terus abis ngasih presentasi, masuk deh ke sesi tanya jawab, dengan cowo2 yang pada malu2.. Dari 4 atau 5 yang nanya, yang cowo cuma 1! Selese sesinya, terus foto bareng ama Kang Asep yang nyerahin sertifikat dan plakat (alhamdulillah, ada kenang2annya :D). Abis itu sebelum pamit pulang, foto bareng dulu dengan beberapa panitia di depan gedung FKM Unsil, dan foto di depan logo Unsil.

di depan gedung FKM Unsil
di depan gedung FKM Unsil

Sorenya ada kejadian yang cukup seru. Gw diajakin keluarga Hilman makan di salah satu restoran khas Sunda yang baru dibuka, namanya Baranang. Gw dan Hilman dateng duluan naik motor jam 17.30, buat mesen tempat. Ternyata eh ternyata, tempatnya udah penuh dibooking semua, ga ada sama sekali yang kosong! Awalnya sih mikir kayanya mesennya kesorean banget, kalo aja tadi jam16/17 udah ke sana, pasti dapet tempat. Ternyata eh ternyata, kemudian kita tahu kalo ternyata udah dibooking penuh itu dari siang! Setelah keluarganya Hilman dateng, udah deh, kita beli makanan aja di sana terus dibungkus buat dimakan di rumah. Plus beli serabi aneka rasa, karena tiba2 gw ngidam, hehehe..

Abis buka, makan berat dan ditutup dengan serabi, kita sholat tarawih. Abis itu kita pergi ke suatu masjid yang di deketnya ada sekretariat HMI komisariat Unsil, karena diajakin dateng buat ngobrol2 sama salah satu pengurus BEM FKM. Di sana ngobrol2 bareng, kenalan sama mantan Presiden Mahasiswa (mirip Ketua BEM UI) Unsil tahun lalu. Ada Winy dan temennya juga di situ. Jam9 pamit dari sana, terus pergi ke semacam yayasan gitu karena Hilman udah janjian ketemu dengan beberapa temen akhwat anak Tasik, buat ngomongin sesuatu.

Jam12 nyampe rumah lagi, terus tidur. Setelah sahur, sholat subuh, mandi, dan tidur sejenak, jam 7.30 gw dan Hilman pamit buat pergi lagi. Tapi ibunya Hilman ikut dulu, karena kita diajak ke rumah neneknya Hilman, yang merupakan produsen oleh2 jajanan kering khas Tasik. Akhirnya sekalian deh, beli beberapa kue kering di sana.. Jam10 bis berangkat dari Tasikmalaya, dan sampai di terminal Kampung Rambutan jam15an. Alhamdulillah, berakhirlah perjalanan gw di Tasikmalaya 🙂

Tentang Tasikmalaya
Tasikmalaya adalah kota keempat di Jawa Barat yang gw pernah gw kunjungi sampai menginap setelah Bandung (keluarga bokap banyak di sini), Cisarua (nginep2 buat jalan2), dan Sukabumi (waktu jalan2 Univind dan jalan2 Kukel). Walaupun sama2 Jawa Barat dan berpenduduk suku Sunda, ada beberapa hal unik yang gw catat dari Tasik.

Pertama, Tasik itu keren, di tengah-tengah kota ada sawahnya! Sekeliling perumahan Hilman udah sawah, padahal kalo jalan dikit lagi, udah sampe di jalan Siliwangi yang merupakan salah satu pusat keramaian di sini. Dasar orang kota, norak deh gw ngeliat sawah di tengah kota gini, hahaha.. Kedua, udara Tasik itu bersiiih banget.. Debu-debu nggak keliatan beterbangan di jalan, polusi juga rendah. Ga bisa dibandingin deh sama Depok (kecuali Depok 15 tahun lalu) apalagi Jakarta! Suhu udaranya sejuk, tapi nggak sedingin Sukabumi. Ketiga, wanita-wanita muslimahnya ternyata punya budaya mengenakan jilbab kalau sedang ada di kampus atau sekolah, walaupun setelah pulang sekolah/kampus, jilbabnya dicopot juga. Kata Hilman, ini karena Tasikmalaya punya tradisi santri.

Keempat, Tasik itu kota bebas macet (eh, kecuali pas menjelang berbuka puasa di titik-titik tertentu doang). Jarak perjalanan yang ditempuh di Jakarta dalam waktu 20 menit, cuma ditempuh dalam waktu 5 menit doang kalo di Tasik.. Angkot yang gw naikin menuju rumah Hilman setelah naik bus, rasanya menempuh jarak yang jauuuh banget, tapi cuma habis 20 menit, padahal jalannya udah belok-belok muter-muter. Kelima, jarang banget ngeliat ada polisi lalu lintas di Tasik.

Sayang gw nggak sempet wisata kuliner banyak2, maklum bulan puasa. Yang sempet gw cicipin cuma makanan restoran sunda baru di Task, diajak sama keluarga Hilman, namanya restoran Baranang. Yah, mirip dengan Pondok Laras/Mang Engking gitu, tapi jauh lebih original :D. Terus selain itu juga nyobain Serabi aneka rasa. Ada serabi oncom keju, telur keju, pisang coklat, dan oncom doang. Enyaak, karena ini pertama kali gw nyoba. Makanan khas Tasik yang bernama tutug oncom nggak sempet dicicipin, begitu juga rekomendasi dari Smel yaitu bubur apaa gitu (lupa namanya :P), dan beberapa makanan lainnya. Insya Allah lain kali ke Tasik, gw cicipin deh, hehe.. =9

Sekian laporan perjalanan gw di Tasik, mudah2an dapat diambil inspirasinya (kalo ada! :D). Kalo temen2 jalan2, jangan lupa bagi2 ceritanya juga yaa..

Oh iya ini presentasi yg gw bawain di sana: