Inspirasi dari Onno W. Purbo

Kemarin, Kamis, 23 Oktober 2008 siang, gw baru dateng seminar di AJB FISIP UI judulnya Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Nasional. Gw pengen dateng ke sana karena udah lama nggak dateng seminar2 kaya gini (perasaan udah setahunan deh). Dua orang pembicaranya gw cukup kenal, makanya gw pengen lihat mereka ngomong di seminar. Pertama, Dr. Eko K. Budiardjo, dosen gw di Fasilkom. Dan yang kedua, yang paling bikin gw pengen dateng ke seminar gratis itu, yaitu Onno W. Purbo, tokoh dan pakar IT Indonesia, yang mempopulerkan internet murah dengan medium wajanbolic.

Gw nggak banyak inget materi2 yang disampaikan oleh pembicara-pembicara lainnya. Gw cuma mau menuliskan beberapa hal inspiratif yang disampaikan oleh Pak Onno, yang pada seminar tersebut jadi man of the match-nya yang berhasil bikin audience ketawa ngakak dan bener2 mendapatkan pengetahun baru.

Ini dia beberapa di antaranya:

Pak Onno ditanya oleh Salman Salsabila, teman Fasilkom saya, tentang apa yang mahasiswa bisa lakukan untuk melanjutkan hal-hal yang dipresentasikan oleh para pembicara seminar itu?

Pak Onno menjawab dengan bercerita. Biasanya, mahasiswa itu pada saat ingin mengambil tugas akhir, mahasiswanya yang datang ke dosen, bertanya, “Pak, ada topik apa untuk saya?”, karena mahasiswa tidak punya ide dan tidak tahu mau mengambil apa. Pak Onno bilang, kalau dia jadi dosen, dia akan bertanya balik, yang jawabannya katanya sering dijawab dengan “tidak tahu”, yaitu, “Kalau kamu, sukanya tentang apa?”.

Artinya, mahasiswa harus tahu dia punya interest, hobi, dan topik kesukaannya. Kenapa ini penting? Bagi gw pribadi, hal ini penting karena hal-hal yang gw suka itulah yang akan membimbing gw tetep sibuk untuk belajar, karena ada sesuatu yang bikin gw tertarik terus.

Sekedar sharing, waktu gw tahun-tahun awal di Fasilkom, gw tertarik banget dengan banyak hal: dari disain grafis (sebagian besar karya disain gw udah gw aplod), belajar main musik, ikutan dateng di acara Senat Fasilkom (waktu itu namanya masih Senat loh) dan FUKI, ikut2an kepanitiaan, belajar programming, belajar PHP, ngeblog, dll.. Pada akhirnya gw menemukan apa mimpi gw, secara perlahan-lahan beberapa ketertarikan gw mulai hilang, kaya disain grafis dan belajar programming. Gw pun mulai fokus ke ketertarikan yang lainnya, yang gw yakini insya Allah membuat gw mencapai mimpi gw.

Selain itu, Pak Onno juga menceritakan bahwa nilai diri seseorang itu tergantung dari seberapa bermanfaatnya dia untuk orang lain. Jika yang menganggap seseorang bermanfaat itu hanya satu orang, maka dia bernilai hanya untuk orang itu. Kalo dia bermanfaat bagi satu kampus, maka dia bernilai bagi satu kampus itu saja. Secara bertahap, kita bisa kok, menjadi orang yang bernilai bagi Indonesia, bahkan dunia!

Satu hal yang paling penting, beberapa kali dalam seminar ini, Pak Onno mengatakan rahasia kunci sukses bangsa Indonesia agar bisa memimpin dunia:

membagi dan mengajari bangsa kita dengan ilmu!

Pak Onno dan kawan-kawannya telah membuktikan hal ini. Konsistensinya bersama rekan-rekannya dalam memperjuangkan internet dan telekomunikasi murah di Indonesia (dengan wajanbolic, RT/RWnet, VOIP Rakyat, dll) telah membuatnya diundang berkali-kali ke luar negeri untuk mengajarkan hal tersebut! Dengan prinsip itu, ilmu-ilmu tentang itu tidak dia simpan sendiri, tapi dia tulis dalam bentuk buku, dia sampaikan dalam bentuk workshop, di-share dalam hardisk eksternalnya, dia upload di websitenya, sampai pemikiran2 dan pengetahuannya tersebar ke masyarakat Indonesia! Dia juga sangat mendorong kaum muda seperti gw ini untuk menulis buku dan menyebarkan ilmu-ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat Indonesia, agar bangsa Indonesia bisa memimpin dunia!

Itu dia inspirasi yang bisa gw dapat sekilas dari pertemuan pertama gw dengan Pak Onno.. Gw mendapatkan beberapa kata kunci inspirasi dari beliau: persistensi, manfaat bagi orang lain, dab sebarlah ilmu seluas-luasnya.

“Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

NB: Informasi tentang apa yang telah Pak Onno dan kawan-kawannya perjuangkan bisa dilihat di:

Iklan

7 pemikiran pada “Inspirasi dari Onno W. Purbo

  1. # yanssukma
    terimakasih kembali yans.. 🙂

    # kamal
    betul! mudah2an kita bisa kaya mas onno ya mal

    # nonadita
    sama-sama mbak.. inspirasi emang harus saya bagi ke orang lain.. makanya saya suka banget nulis2 tentang kaya gini..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s