Ke Luar Negeri? Pengeen..

Tahu nggak, sebenernya dari dulu gw memendam keinginan untuk bisa keluar negeri paling nggak sekali selama gw kuliah ini. Entah buat konferensi apa, atau ada acara beasiswa apa gitu, atau pertukaran pelajar, atau summer school gitu, atau apa kek gitu, sebenernya gw pengeen banget bisa ke luar negeri.

Sebenernya gw ‘ngiri’ atau ‘sirik’ (sirik yang membangun, minjem bahasanya Mia), kalo ngeliat temen-temen yang gw kenal, apalagi yang gw kenal sangat baik, pergi ke luar negeri karena prestasinya. Secara gitu gw orangnya ekstrovert, gw alhamdulillah sangat mudah terinspirasi sama orang lain. Dan dari temen-temen gw yang akan gw ceritakan di bawah, gw mengambil inspirasi dan semangatnya, karena gw juga mau ngikutin jejak-jejak positif yang mereka tinggalkan.. Berharap, bermimpi, dan berdo’a, kali-kali aja gw juga dapet kesempatan ke luar negeri pada saat gw kuliah.

Nah, langsung aja deh ceritanya dimulai. Mulai dari tahun 2006, temen sekelas gw kelas 3 namanya Hanifa, dia emang juara di kelas gw, keluar dari Teknik Kimia ITB karena diterima di Monbukagakusho, wow! :-O . Lalu selama tahun-tahun awal gw di Fasilkom, gw juga ngeliat temen-temen gw, baik yang ada di angkatan atas maupun bawah gw, pada ke luar negeri. Gw sendiri lupa semuanya itu siapa aja, tapi sedikit yang gw inget itu ada Rora yang selama satu semester di tahun 2006 (tolong koreksi kalo salah) pergi ke Singapura untuk pertukaran pelajar. Terus kalo ga salah ada Ario Santoso yang pernah Summer School ke salah satu negara di ASEAN (lupa tapi negaranya). Lalu yang emang udah langganan ke luar negeri, yaitu Zahra, yang sering ikut kompetisi-kompetisi karate, bahkan berkali-kali juara!

Nah, berikutnya itu temen-temen deket gw di angkatan 2005 yang udah (dan akan) pergi ke luar Indonesia.. Mulai dari Ricky dan Teddy (jangan klik linknya, belum ada isinya soalnya 😛 ), dua orang ‘dewa’-nya programming dan algoritma di angkatan 2005 khususnya dan Fasilkom umumnya. Pada akhir tahun 2007, mereka (plus Erik 2007) pergi ke Singapura buat ikut ACM Asia International Collegiate Programming Contest 2007, kompetisi programming tingkat dunia, untuk seleksi tingkat Asia.

Terus-terus, masih ada lagi nih, yaitu Hening. Bulan Mei kemarin, paper-nya yang berjudul.. ehm, apa ning judulnya? Oh iya ini judulnya: Empat Tahun Indonesia Go Open Source (IGOS): Penguatan Kembali IGOS Sebagai Semangat Bangsa.  Paper yang dia ikutsertakan di kompetisi Mapres (Mahasiswa Berprestasi) Fasilkom tahun 2008 ini, dia submit juga ke konferensi Call for Paper: International Indonesian Students Conference on Strategis Issues yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia. Paper dia diterima, dan dia pun terbang ke Kuala Lumpur selama seminggu.

Oh iya ada yang kelupaan, yaitu Mia. Sebelum gw kenal dia di Fasilkom, dia udah pernah ke Italia buat pertukaran pelajarnya AFS waktu SMA dulu. Terus lanjut lagi, yang hampir berangkat, tepatnya tanggal 29 Juli besok: Rizki Mardian. Dia bersedia menyerahkan satu semesternya ke depan untuk dituker dengan kehidupan glamor di Singapura sana! Nggak ding, dia akan ‘kuliah’ (bener kuliah kan ya ki? 😛 ) di NTU, salah satu universitas teknologi terbaik di Asia.

Nah, meskipun harapan, mimpi, dan cita-cita untuk bisa pergi ke luar negeri ini bukan impian utama gw, tapi kalo ada kesempatan untuk mencapai cita-cita ini, kenapa nggak diambil ya? Hmm, kalo mencontoh mereka, tampaknya mereka semua punya dua kesamaan: pertama, semangat untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik, dan kedua, semangat untuk mencatatkan sejarah mereka dengan tinta emas. Kedua hal ini sebenernya sok tahu gw sih, tapi kalo ngeliat keseharian temen-temen gw itu, dua hal ini sepertinya memang benar adanya..

Hmm, masih ada setahun lagi sebelum gw (insya Allah) lulus, pengen ah, cari-cari kesempatan buat ke luar negeri.. Hehe.. Ayo, ada yang mau ikut?

Inspirasi One Piece: Arti Penting Impian dalam Hidup

Gw paling suka dengan suatu kisah (entah komik, film, novel, sinetron, atau anime), yang memberikan inspirasi tentang kehidupan. Dan Anime One Piece adalah salah satu kisah yang gw suka, karena sarat dengan inspirasi kehidupan. Postingan gw sekarang bercerita tentang hikmah yang ada di sepanjang kisah One Piece, yaitu tentang impian atau visi.

Temen-temen semua, udah nggak terhitung banyaknya bahan bacaan yang menyebutkan bahwa memiliki mimpi adalah salah satu kunci kesuksesan (gw nggak perlu nyari link-nya kan?). Dengan memiliki impian, kita memiliki arah yang ingin dituju dalam hidup dan nggak terombang-ambing nggak karuan. Singkatnya, orang hebat adalah orang yang memiliki impian tinggi (dan mampu merealisasikan impian tersebut).

Bayangkan orang yang nggak memiliki impian atau visi atau cita-cita: kalo ditanya nanti mau ngapain, jawabannya pasti nggak tahu. Karena nggak tahu harus ngapain, orang tanpa impian pasti akan melakukan banyak hal, yang seringkali nggak karuan dan nggak bermanfaat. Itulah gambaran orang tanpa impian. Nah, sekarang izinkan gw untuk menceritakan inspirasi tentang impian yang gw dapet setelah sekian lama mengikuti serial One Piece ini, baik dari manga atau komiknya, juga dari animenya. Gw akan bercerita satu persatu tentang impian dari tokoh-tokoh utamanya.

Monkey D. Luffy adalah tokoh utama dari One Piece. Dari sejak awal serial One Piece dimulai, dia memiliki impian untuk menjadi raja bajak laut, dengan menemukan harta karun yang bernama One Piece (itulah mengapa judul anime ini adalah One Piece), harta karun yang ditinggalkan oleh raja bajak laut sebelumnya, namanya Gol D. Roger. Berkali-kali dalam kisah One Piece, dia berteriak bahwa dia akan menjadi raja bajak laut! Akan tetapi, dia sadar bahwa tujuan dia itu tidak bisa dicapai sendirian, makanya dia harus mencari orang-orang yang bersedia menjadi kru-nya.

Sebuah impian yang hebat hanya bisa dicapai oleh pemimpin yang hebat, dan dibantu dengan tim yang hebat pula. Luffy, pemimpin hebat itu, tahu bahwa dia harus merekrut orang-orang yang hebat pula. Jadilah dia satu persatu merekrut krunya, yang masing-masing memiliki impiannya masing-masing. Semua krunya juga mendukung impian Luffy, sang kapten, untuk menjadi raja bajak laut. Mereka sadar betul dengan dua hal ini: 1) Setelah Luffy menjadi raja bajak laut, impian mereka pun pasti akan terwujud, atau 2) Mereka pasti mencapai mimpi mereka masing-masing, dan apabila itu terjadi, impian Luffy pun akan terwujud.

Jadilah mereka semua, yang tergabung dalam kelompok bajak laut Topi Jerami, berpetualang melintasi Grand Line, samudera yang luas, untuk mengejar impian mereka. Dan kita bisa melihat mereka, episode demi episode, mengeluarkan segenap potensi diri mereka untuk berusaha mencapai impian tertinggi mereka, dan mendekati impian mereka!

Each member of the Straw Hats has a dream they want to achieve. These dreams are their reasons for joining Luffy’s crew, and essentially the driving force behind their lives. Each Straw Hat’s dream was inspired by tragedies in their lives that involved at least one person they idolized or cared for deeply. Whatever the reason, each of the Straw Hats’ dreams involves traveling the Grand Line, and each Straw Hat member refuses to die before achieving his or her dream. (diambil dari Wikipedia)

Ini dia satu-per-satu impian dari masing-masing anggota kelompok bajak laut Topi Jerami:

  1. Monkey D. Luffy, kapten, memiliki mimpi untuk menjadi raja bajak laut dengan menemukan One Piece.
  2. Rorona Zoro, divisi tempur, memiliki mimpi untuk menjadi pendekar pedang terkuat di dunia dengan mengalahkan pendekar pedang terkuat di dunia saat ini: Mihawk. Percaya atau tidak, dia memiliki mimpi ini sejak dia masih berlatih pedang semasa kecil dulu! Dari episode demi episode, kita bisa melihat bahwa Zoro semakin kuat, dan suatu saat pasti mimpinya akan terwujud!
  3. Nami, navigator, memiliki mimpi untuk membuat peta seluruh dunia. Dari kecil, dia suka menggambar peta, dan dia ingin sekali membuat peta keseluruhan dunia. Kita akan melihatnya mencapai mimpi itu, seiring dengan perjalanan kelompok bajak lautnya mengelilingi dunia.
  4. Usopp, si penembak jitu, memiliki mimpi untuk menjadi pendekar laut yang pemberani. Mimpinya terlihat rendah dibanding anggota yang lain bukan? Tapi jika teman-teman mengikuti serialnya, teman-teman akan menemukan bahwa mimpi ini sangat berharga bagi Usopp, karena dia adalah yang paling penakut dalam bertarung dibandingkan anggota lainnya. Sedikit demi sedikit, kita bisa melihat Usopp semakin berani.
  5. Sanji, sang koki, memiliki mimpi dari kecil untuk mencapai All Blue, sebuah laut dimana air dari keempat lautan di serial One Piece (East Blue, North Blue, South Blue, West Blue) bertemu, sehingga membuat semua ikan terbaik di dunia berkumpul di sana!
  6. Tony Tony Chopper, si dokter, bermimpi untuk bisa mengelilingi dunia dan memperluas pengetahuannya, dan menjadi dokter yang bisa menyembuhkan semua penyakit! Dia sangat kagum dengan doktor Hiluruk  Dan tahu tidak teman-teman, pada setiap pulau yang disinggahi kelompok bajak laut Topi Jerami, Chopper selalu mampir ke toko buku, dan membeli buku-buku kedokteran!
  7. Nico Robin, sang arkeolog, mampu membaca poneglyph (sejenis artifak atau prasasti) dan amat suka membaca, bermimpi untuk bisa menemukan dan membaca isi rio poneglyph.
  8. Franky, si tukang kayu, bermimpi untuk berkelana mengelilingi dunia dengan kapal impiannya! Dari dia kecil, dia berulang kali membuat kapal perang yang bernama Battle Frank, terus menyempurnakannya, sampai pada akhirnya dia bergabung dengan kelompok bajak laut Topi Jerami, membuat kapal impiannya yang bernama Thousand Sunny untuk dilayari bersama!

Tahu tidak teman-teman? Gw selalu merinding saat ngebayangin kelompok bajak laut ini beserta mimpi-mimpinya. Soalnya, kalo ngelihat mimpi itu dan ngebandingin kondisi mereka saat awal-awal, mereka bener2 jauh banget dari mimpinya. Bener-bener cupu, bener-bener lemah, bener-bener nggak banget deh pokoknya!

Tapi, mereka punya kunci lainnya untuk mencapai impian mereka: pertama, adalah passion atau gairah yang meluap-luap seakan mimpi itu ada di depan mata mereka dan sedikit lagi sampai di sana. Kedua, adalah persistensi alias kegigihan, keuletan, dan ketekunan. Mereka gigih menjalani berbagai macam hal yang mereka yakini akan membawa mereka kepada mimpi mereka, bila perlu sampai bertarung mati-matian segala. Ketiga, adalah determinasi alias komitmen, dedikasi, dan fokus. Mereka tidak pernah memalingkan wajah mereka dari impian mereka.(terimakasih buat mas Yodhia atas inspirasinya)

Satu hal lagi tentang impian yang mereka miliki, adalah bahwa mimpi tersebut sudah mereka tetapkan sejak mereka masih kecil! Artinya, masing-masing anggota kelompok bajak laut topi jerami itu sudah memiliki arah kemana hidup mereka akan dibawa nantinya. Pada akhirnya, gw cuma perlu yakin, bahwa apapun cerita pada episode akhirnya, cerita itu pasti cerita tercapainya mimpi mereka!

Bagaimana dengan kita? Masakah kita kalah sama tokoh kartun?

ACER: "Agak Cepat Rusak", Pengalaman Gw Dengannya

Jum’at 11 Juli 2008 yang lalu, gw baru ngambil laptop gw yang diservis di Acer Care Ratu Plaza. Tahu nggak teman-teman, kalo ini adalah servisan laptop gw ke Acer Care Ratu Plaza yang kesekian kalinya (sudah 3-4 kali!)? Jadi, sudah beberapa kali laptop gw rusak dengan banyak kasus, dan gw selalu membawanya ke sana. Di tulisan ini, gw mau cerita sedikit tentang pengalaman gw menggunakan laptop Acer, dan cerita tentang customer services dan layanan purna jualnya yang menurut gw sangat OK, karena punya program Acer Extended Warranty.

Jadi gini temen-temen, sesuai dengan anekdot kebanyakan orang tentang Acer (Acer: Agak Cepat Rusak), laptop gw termasuk yang kena anekdot itu, karena udah beberapa kali laptop gw hardwarenya error: LCD berkedip, LCD bergaris, lalu keyboard error. Pas gw ke sana untuk melaporkan kerusakan laptop gw untuk pertama kalinya, mbak-mbak CS-nya baik banget (eh, emang udah tugasnya sih..), ngasih tahu gw tentang program yang namanya Acer Extended Warranty. Jadi, dengan membayar tambahan biaya 800 ribuan (itu total termasuk pajak), laptop gw diperpanjang masa garansinya selama 2 tahun setelah masa garansi 1 tahun pertama habis. Semua kerusakan hardware kecuali chasing, batere dan charger, (detailnya di sini), akan mendapat gratis penggantian, juga gratis biaya servis.

Dan gw ngerasa sangat beruntung banget ikut Acer Extended Warranty, karena percaya atau tidak, kalo ditotal-total, tanpa Acer Extended Warranty, gw harus mengeluarkan lebih dari 3 juta rupiah untuk ganti hardware2 gw yang error di atas! Setiap kali gw nyervis laptop gw, gw selalu nanya sama mbak-mbak CS-nya, berapa harga servis (hardware + biaya servis) yang harus saya bayar kalo ga pake garansi? Kalo ga salah inget, LCD berkedip itu dibenerin dengan biaya 200 ribuan, lalu karena LCD bergaris, laptop gw langsung dikasih LCD baru, yang harganya kalo ga salah lebih dari 1,2 juta! Terus pas keyboard gw error itu, motherboard gw diganti, dengan biaya 1,8 juta! Tuh kan, kalo ditotal, udah lebih dari 3 juta?

Kesimpulannya, buat temen-temen yang ingin bener2 ‘mengamankan’ laptopnya, investasi 800ribu (untuk laptop murah yang harga jualnya di bawah 8 juta) atau sejutaan (untuk laptop yang lebih mahal), lebih detailnya di sini, itu insya Allah berguna banget! Setidaknya, pengalaman gw menunjukkan hal itu..

Tapi, bwt yang ngerasa sayang untuk ngeluarin duit tambahan buat Acer Extended Warranty, gw mungkin bisa ngasih sedikit patokan, apakah laptop teman-teman perlu perpanjang garansi. Berdasarkan pengalaman gw, sebuah laptop itu sebaiknya diperpanjang garansinya kalo:

Pertama, laptop itu adalah laptop utama buat kehidupan kita sehari-hari. Jika laptop itu nyala berjam-jam sehari karena kita beraktivitas pake laptop itu, kesempatan buat errornya terjadi pun akan lebih besar.

Kedua, laptop itu sering kita bawa-bawa kemana-mana. Kalo di bawa kemana-mana, laptopnya kan goyang-goyang terus, bisa jadi kepentok-pentok sesuatu, maupun ketindihan benda lainnya..

Ketiga, jika temen-temen adalah orang yang slebor (baca: ceroboh) kaya gw. Buat yang suka jatuhin laptop kaya gw (mm, agak ekstrim sih, tapi bener), dan yang ga terlalu bisa ngerawat laptop.

Keempat, jika laptop itu kerja di lingkungan yang agak nggak ideal. Misalnya, listriknya suka naik turun..

Kelima, jika temen-temen suka main game di laptop. Kasus LCD gw bergaris itu misalnya, kata mbaknya, terjadi karena laptop itu sering dipake main game. Mbaknya bener, karena gw juga sering main game di laptop..

Menurut gw, sebuah laptop nggak terlalu perlu diperpanjang garansinya kalau peluang untuk errornya sedikit, kalo alasan-alasan di atas nggak terpenuhi.. Misalnya, laptopnya dipake cuma sebentar tiap hari, laptopnya ditinggal di rumah atau di kantor aja.. Soalnya sayang kan, kalau udah ngeluarin uang gede, tapi nggak kepake (baca: nggak ada yang diklaim garansinya).. Mbak-mbaknya juga bilang, ada yang kecewa udah beli Acer Extended Warranty karena nggak rusak-rusak laptopnya..

Jadi begitulah pengalaman gw dengan Acer dan layanan purna jualnya. Mau pake Acer Extended Warranty? Itu semua terserah teman-teman saja ya.. Intinya, kalo lagi ada kelebihan rezeki, beli aja perpanjangan garansi itu, karena bikin tenang.. Dan pengalaman gw menunjukkan hal itu..

Hei, Tahu Nggak?

Dulu, gw pernah nulis, tapi lupa entah linknya yang mana, kalo gw “nggak suka” masa-masa liburan seperti ini.. Kampus sepi, milis sepi, dan semua kumpulan dimana gw biasa berkumpul itu sepi..

Kalo dibilang gw kangen, ya, gw kangen buat ngumpul, ngobrol, dan bercanda dengan temen2 gw semuanya.. Tahu kan, kalo gw adalah orang yang ekstrovert, yang mengambil inspirasi dan semangat dari orang-orang lain di sekitar gw?  Kalo gw nggak bertemu dengan temen-temen gw, gw bisa kekurangan semangat..

Tapi hal yang agak berbeda terjadi pada liburan ini. Tetep, kampus tetep sepi secara fisik, karena hampir semua temen2 seangkatan gw pada kerja praktek. Tapi lewat tulisan-tulisan di milis angkatan, juga di blog aggregator kita, “kerinduan” untuk bertemu itu bisa terobati.. Ketawa gw baca milis kita, juga saat baca blog2 kalian semua..

Selain itu, gw juga punya sebuah keluarga baru di BEM Fasilkom.. Sebuah keluarga yang bersemangat, sehingga gw sangat bahagia berada di dalamnya *karena ketularan semangat juga*.. Sebuah keluarga yang gw andalkan untuk bisa berjalan bareng-bareng menapaki amanah gw di satu periode ke depan..

Intinya, liburan ini bisa gw nikmati dengan lebih baik dibandingkan liburan2 lalu, karena gw tidak “kesepian” lagi..

Hmm, apakah tulisan ini terasa agak melankolis dan nggak-ilman-banget? Mungkin iya kali ya, soalnya gw cuma mengekspresikan rasa seneng gw berada di kampus seharian hari Senin ini untuk rapat seharian bareng dekanat untuk menentukan BOP dan UP untuk mahasiswa baru.. Selama weekend kemarin, gw bener2 “kangen” karena nggak ada sesuatu yang baru di milis dan blog aggregator kita. Dan saat gw buka milis dan aggregator di sore ini, alhamdulillah, rame euy!