musisimusiman

Kemarin hari Sabtu, 1 Maret 2008, Fasilkom baru ngadain yang namanya Computer Get Together (CGT) 2008, sebuah event yang tujuannya adalah meningkatkan semangat kekeluargaan keluarga besar Fasilkom 2008. Acaranya selain lomba-lomba tradisional, juga ada parade bandnya.

Dan untuk CGT yang ketiga kalinya, gw kembali ambil bagian di parade band ini. Jika di CGT-CGT sebelumnya gw hanya bermain di satu band dan memainkan dua lagu, di CGT saat ini gw bermain di 3 band dan memainkan 5 buah lagu! Berbeda juga dengan CGT-CGT tahun lalu yang gw ga punya dokumentasi gw manggung sendiri, sekarang alhamdulillah gw sempat meminta tolong untuk merekamkan performance gw sendiri (terima kasih banyak buat Risda dan Isti!).

Gw meng-upload dua di antaranya. Gw yang memakai kaos hitam, berada di sebelah kiri layar, dan memegang alat musik bass. Enjoy!
Dream Theater – Spirit Carries On. Bersama Hendrik (drum), Rizki (gitar), Adit (gitar-lead), Sidik (vokal), Bimo (keyboard)


D’Cinnamons – Would You Let Me Be. Bersama Rina (vokal), Ananta (gitar), Renggo (gitar).

Nah, kalo ada yang nanya, kenapa gw bermusik?

  • Memanfaatkan darah seni yang mengalir dari ayah. Semasa kuliah di STAN dulu, beliau juga suka bermusik: keroncong dan jazz. Dia memegang bass guitar, persis dengan anaknya sekarang (eh, anaknya sekarang persis dengan ayahnya dulu :D)
  • Meningkatkan kepekaan. Bermain musik, terutama alat-alat yang memiliki nada, melatih kepekaan dan feeling kita. Perbedaan nada sedikit aja antar alat musik dalam sebuah kelompok band bisa kerasa banget lho.. Kalau alat musik yang kita mainkan nggak nyetem alias nadanya nggak sesuai standar, pasti perasaan kita jadi aneh.
  • Melatih ritme kehidupan. Ya, yang namanya musik itu kan punya tempo yang harus diikuti. Kalo tempo alat musik atau tempo suara kita nggak nyambung antar alat musik, berantakanlah itu musik.

Dua hal terakhir ini bisa aja disambung-sambungin dengan kehidupan kita, khususnya kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.

Tentang kepekaan, kalau kita dalam hidup bermasyarakat dan berorganisasi tidak memainkan ‘nada’ yang sama antar penduduk atau pengurusnya, tidak akan terjalin harmoni yang baik. Yang ada malah kerusakan ‘musik’, yaitu kerusakan output dari organisasi.

Tentang ritme kehidupan, bisa juga disambungin dengan bahwa setiap individu harus punya ‘tempo’ dan semangat bergerak yang sama agar tercipta ‘musik’ yang enak didengar. Jika masing-masing bergerak sesuka hati dengan ‘tempo’nya masing-masing, ya pasti hasilnya nggak bagus juga kan?

Terkesan maksa nggak ya? :mrgreen:

3 pemikiran pada “musisimusiman

  1. Wah keren man… Bener, katanya musik itu bisa nyeimbangin juga (otak kiri vs otak kanan) (lg sotoy :mrgreen: )

    Tentang musik & kehidupan, I like this quote:

    Life’s like a piano… White keys represent happiness… Black keys show sadness… But as you go through life’s journey, remember that black keys make music too…

    Tetap semangat musisimusiman😀

    Suka

  2. #1 Charles
    iya, bener kok.. musik kan menggunakan otak kanan, sedangkan logika yang kita pake sehari2 pake otak kiri.. dipake dua-duanya, jadi seimbang deh..

    #2 ysugiri
    alhamdulillah baik mas.. wah, terimakasih sudah dibilang musisi beneran! :mrgreen:

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s