Bantuin Yuk, Supaya Telkom Speedy Jadi Unlimited!

Assalamu’alaikuum..

Temen-temen bingung nggak, kenapa belakangan ini blog ini topik tulisannya selalu tentang internet? Lihat saja dua postingan terakhir:

Ada apakah gerangan? Baca lebih lanjut

Iklan

Punya Akses Internet Tanpa Batas di Rumah, Apa yang Akan Kita Lakukan?

Tulisan ini masih berhubungan dengan tulisan sebelumnya: Dicari: Provider Internet Murah Indonesia.

Tidak semua rakyat Indonesia beruntung memiliki akses internet. Hanya rakyat Indonesia yang tinggal di perkotaan saja yang memiliki akses internet. Juga, tidak semua rakyat Indonesia yang memiliki akses internet berkecepatan tinggi. Hanya yang tinggal di kota-kota besar saja yang memiliki akses internet berkecepatan tinggi. Lebih sedikit lagi adalah rakyat Indonesia yang beruntung memiliki koneksi internet berkecepatan tinggi di rumahnya masing-masing.

Internet memang masih jadi barang mahal di Indonesia, walaupun jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Banyak faktor, dari masalah regulasi pemerintah (salah satunya adalah pembahasan rancangan undang-undang ITE yang belum selesai) sampai masalah infrastruktur, yang mempengaruhi harga internet di Indonesia. Baca lebih lanjut

Dicari: Provider Internet Murah Indonesia

Teman-teman, ada berapa banyak provider (penyedia jasa) internet yang ada di Indonesia? Tercatat beberapa yang terkenal di Indonesia: Telkomnet Instan, Telkom Speedy, Fastnet, Indosat M2, Wi-Mode. Di antara sekian provider ini, mana yang harganya murah dan sebanding dengan pelayanannya?

Telkomnet Instan rasanya tidak perlu masuk hitungan, karena kecepatannya yang lambat akibat menggunakan teknologi dial-up, juga harganya yang mencekik leher: Rp. 165 per menit (padahal kalo di rumah mau internet juga pake telkomnet instan.. hiks!). Provider internet yang masuk hitungan di tulisan ini adalah provider-provider penyedia jasa internet kecepatan tinggi, baik itu lewat teknologi ADSL, cable, 3G, ataupun yang lebih sakti lagi.

Di antara ke semua provider yang disebutkan sebelumnya itu, secara subjektif tidak ada yang benar-benar murah dengan menawarkan kualitas yang memadai. Baca lebih lanjut

Ide Menulis, "Separuh Nyawa" Blogger

Jujur saja, saat menulis ini, gw sedang tidak memiliki ide tentang apa yang akan ditulis. Kalau penyakit tidak ada idenya sudah sangat akut, mungkin bisa berhari-hari tidak ada tulisan baru di sini. Tentu saja, kondisi itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena ide adalah separuh nyawa dari blogger. Jika tidak ada ide untuk menulis, ya matilah blog tersebut.

Beberapa bulan lalu (lupa tepatnya bulan apa), gw merasakan bahwa tulisan-tulisan yang ada di blog ini lebih bermutu dan lebih teratur keluarnya daripada bulan-bulan sekarang ini. Nah lho, apa bedanya antara dulu dengan sekarang? Padahal sebetulnya, ide-ide yang ada di otak gw tidak berkurang jumlahnya. Baca lebih lanjut

Blog Itu Seperti Rumah Baru

Tulisan ini adalah tulisan untuk berpartisipasi pada proyek nulis barengnya .

Setiap hari minggu akan ada sebuah tema baru yang diumumkan di sana, lalu kita harus menulis tentang tema itu, dengan format judul yang sesuai, lalu ngelink-back ke Ayo ngeBlog!. Tujuan adanya proyek ini adalah agar 1 juta blogger yang dicapai di akhir 2008 ini adalah blogger2 yang berkualitas..

Untuk minggu ini, topiknya adalah tentang blog itu seperti apa menurut kita? Judul postingannya harus diawali dengan kata-kata “Blog Itu Seperti..” Baca lebih lanjut

New Themes, New Passion!

Assalamu’alaikuum..

Alhamdulillah, perjuangan keras selama 6 bulan terselesaikan juga dengan diluncurkannya template baru gw ini..

Kok 6 bulan man? Lama amat?

Maksudnya.. Niat ganti template udah ada dari 6 bulan kemarin, dan selesai dibuat kurang dari seminggu ini.. Nggak seperti template gw yang lama, template gw sekarang ini nggak full gw bikin dari nol.. Awalnya, gw mencari2 di situs penyedia template HTML+CSS yang bernama freecsstemplates.org, dari templates yang bernama baseline.

Kenapa ganti template?

  • Bosan dengan template yang lama, lebih-lebih karena template yang lama masih agak kurang bagus.. Hehehe, menjelek-jelekkan bikinan sendiri gapapa dong..
  • Di template yang lama, cuma ada satu sidebar. Bikin susah nambah fitur di blog ini..
  • Udah mulai kurang semangat ngeBlog nih, karena bosan.. Dengan ada suasana baru ini, insya Allah lebih semangat lagi ngeBlog..

Nah, minta komentarnya ya teman-teman, gimana template baru gw ini.. Oh iya, di sidebar udah ada polling, silakan diisi ya pollingnya..

Oke blogsphere, gw datang.. Template baru, semangat baru!

Update-update (16/01/08):

  • Skema warnanya diubah: Yang tadinya warna hijau ngejreng diganti jadi biru tua yang lebih teduh, yang tadinya warna oren jadi warna merah, yang tadinya warna biru muda jadi warna hijau..
  • Oh iya, ada yang kelupaan kemarin, kalo sekarang gw ga pake shoutbox dari shoutmix lagi, tapi pake plugin Wordspew yang udah anti spam..

Pindah Rumah

Assalamu’alaikuum..

Tidak, tidak, maksudnya bukanlah pindah blog seperti dulu gw pindah dari sini ke blog ini. Ini maksudnya benar-benar pindah rumah tinggal. Keluarga gw resmi pindahan dari rumah yang lama di Perumnas Depok 1 ke rumah yang baru di Kebagusan, Ragunan minggu lalu, tepatnya hari Minggu 6 Januari 2008.

Terkesan mendadak ya? Sebetulnya, proses pemindahannya sudah dilakukan dari awal bulan Desember, yaitu mulai merapikan dan mengepak barang2 yang akan dipindahkan dari rumah Depok ke rumah Kebagusan. Pada waktu yang bersamaan, rumah Kebagusan juga masih dirapikan. Orang tua gw punya target untuk pindah sebelum adik-adik gw masuk sekolah pada Senin tanggal 7 Januari 2008 esoknya.

Dengan kepindahan ini, gw harus pindah dari Depok, sebuah daerah yang udah gw anggap sebagai hometown gw.. Keluarga gw menempati rumah Depok ini pertama kali saat gw berumur 5 tahun dan duduk di kelas 1 SD. Sekarang umur gw hampir 20, jadi gw udah tinggal di Depok hampir 15 tahun. Ya, Depok adalah hometown gw, karena gw tumbuh dan besar di Depok. 3 jenis pendidikan dasar gw (SD, SMP, SMA) gw habiskan bukan di Depok. Ya iyalah, soalnya gw sekolah ga pernah di Depok, tapi selalu di Jakarta, hehe.. Maksudnya, 3 jenis pendidikan dasar itu gw habiskan dengan berangkat dari rumah di Depok.

15 tahun di Depok, gw bisa ngerasain berubahnya Depok dari masa ke masa. Gw cukup inget Margonda seperti apa, karena dari SD kelas 1-3 gw pulang selalu lewat Margonda. Tahu dulunya Margo City Square itu apa? Kalo nggak salah, dulu itu adalah kebun yang sangat luas dan rimbun, dan di tengah-tengahnya ada rumah warisan Belanda. Tahu dulunya Detos kaya apa? Itu dulu lapangan bola. Gw masih cukup inget, terakhir kali gw ngeliat ada orang main bola di lapangan itu adalah waktu SMP, karena waktu SMP gw pulang balik ke sekolah naik kereta. Dari kereta, keliatan lapangan bola itu.

Ada yang tahu urutan munculnya mal-mal di Depok, terutama di Margonda Raya? Gw masih cukup inget: Agung Shop – Ramanda – Hero, Borobudur (sekarang jadi ACE Hardware), Mal Depok, Plaza Depok (seinget gw ketiganya muncul hampir berbarengan) – Goro (akhirnya bangkrut) – ITC Depok – Depok Town Square (Detos) – Margo City Square.

Hahaha, kok jadi napak tilas kota Depok gini sih.. Ribuan kenangan gw selama 15 tahun di Depok, terutama saat gw masih SD, gak bisa terlupakan.. Juga teman-teman sejak kecil gw, temen main bola, main petasan, main tembak-tembakan, main layangan, main petak umpet, petak jongkok, bete tujuh, benteng, karet, gundu, (gw masih ngalamin zaman2 game tradisional kaya itu) main sepeda keliling Depok, maen Super Nintendo, main Sega Mega Drive sampe main Playstation yang lebih modern. Juga tetangga gw yang tahu banget perkembangan gw kaya gimana. Kalo ketemu saat silaturahim pas Lebaran mereka sering bilang, “Wah, perasaan dulu Ilman masih segini deh (sambil ngukur ketinggian gw dulu kira2 sepinggang), sekarang udah segede gini..” Ya, pokoknya nggak terlupakan deh..

Sayang sekali, gw nggak sempet mengucapkan kata-kata perpisahan (halah) dengan tetangga2 gw, karena saat keluarga gw resmi mengangkut barang terakhir dari rumah Depok sekaligus mengangkut semua anggota keluarga, lalu pamitan dengan tetangga-tetangga terdekat, gw tidak berada di rumah.. Gw baru saja sampai setelah liburan rapat kerja bareng Univind. Mudah2an mereka nggak merindukan gw (halah), karena Insya Allah gw sekeluarga akan kembali mengunjungi tetangga gw saat lebaran besok..

Oh iya, sampai ada yang lupa karena keasyikan nostalgia: Kenapa pindah rumah?

  • Rumah di Depok sudah tidak cukup lagi untuk menampung perkembangan anak-anak nyokap-bokap yang semakin besar. Selain itu, barang-barang juga semakin banyak. Bayangin, satu kamar di lantai 2 rumah Depok sudah diinvasi menjadi gudang.. Gw tidur di ruang tamu, sedangkan 2 adik gw yang cowok tidur di ruang keluarga, di depan tivi. Adik gw yang cewek beruntung mendapatkan sisa kamar. Semakin besar anak, semakin banyak kebutuhan barang-barang, dan rumah di Depok sudah nggak cukup lagi untuk menampung perkembangan barang-barang tersebut.
  • Kondisi rumah Depok yang semakin memprihatinkan, sudah membutuhkan renovasi total. Dan untuk renovasi total, tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu, jika direnovasi total, keluarga gw harus pindah dari rumah Depok.. Oleh karena itu, nyokap-bokap gw berpendapat bahwa lebih menguntungkan jika sekalian pindah rumah saja.

Dan sekarang, Alhamdulillah gw sekeluarga udah menempati rumah baru yang lebih baru, lebih luas sehingga mampu menampung gw sekeluarga dengan lebih baik, dan lebih strategis.. Mudah2an dengan rumah yang baru ini, keluarga gw bisa lebih menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.. Amiin..

Tetek bengek administrasi kaya ganti KTP, KK, dll akan segera diurus setelah rumah Kebagusan beres. Soalnya barang2 belum semuanya rapih di sana.. Rumah Kebagusan sekarang masih agak kaya kapal pecah.. Oh iya, gw memperkirakan bahwa gw nggak akan tinggal di rumah baru ini lebih dari 5 tahun. Kenapa? Karena gw punya rencana menikah maksimal pada umur 25. Hehe..