Pembajakan Software: Klasik, tapi Nggak Selesai-selesai

Assalamu’alaikum..

Kemarin Jum?at siang (30 November 2007) baru aja ngikutin presentasi (eh, lebih tepat jadi moderator ding) dari Business Software Alliance (BSA) di Aula Fasilkom tentang Dunia Digital yang Legal dan Aman. Intinya presentasi tadi, adalah (lagi-lagi) tentang pembajakan software di Indonesia.. Di tulisan ini gw mau sedikit cerita tentang presentasi tadi, yang gw 100% setuju dengan itu..

Sebelumnya, ada yang udah tahu tentang BSA? Intinya, BSA adalah organisasi nirlaba berskala global yang bertujuan untuk mempromosikan dunia digital yang aman dan legal. Member-nya adalah adalah perusahaan-perusahaan IT kelas dunia, yang semuanya sama-sama fight against piracy.

Oke, kembali ke masalah pembajakan. Sebenernya, apa sih yang dimaksud dengan pembajakan software (software piracy)?

Pembajakan software adalah setiap bentuk perbanyakan atau pemakaian software tanpa ijin atau di luar dari apa yang telah diatur oleh Undang-Undang Hak Cipta dan perjanjian lisensi.

Apa aja jenis2 pembajakan software yang ada?

  • End user piracy. Ya itu pembajakan yang biasa kita (sebagai pengguna akhir-end user) lakukan, memakai program-program illegal..
  • Retail piracy & counterfeiting. CD-CD yang dijual di mangga dua itu yang harganya 5000 – 20.000 itu..
  • Internet piracy. Download-download dari rapidshare atau segala tempat illegal (bukan dari website resmi programnya).
  • Harddisk loading. Pas kita beli komputer rakitan dari Mangga Dua, komputer kita diisiin Windows dan berbagai program kaya Office dan AntiVirus.

Semua di antara yang di atas nggak ada yang lebih bener atau lebih salah. Semuanya salah karena itu semua pembajakan!

By the way on the busway, kita bisa memakai software bajakan kan karena emang software bajakan ada di mana-mana. Bagaimana kita nggak tergoda make software bajakan, kalo software bajakan itu ada dimana-mana? Oke, kenapa sih, pembajakan software makin marak?

o Proses penggandaan software semakin mudah. Produsen software makin canggih bikin software-nya anti dibajak, tapi para pembajak pun makin canggih mencari cara supaya software-nya bisa dibajak, dengan adanya crack, keygen, dan sejenisnya itu. Penggandaannya pun makin gampang, tinggal taruh aja installer software plus crack atau keygen-nya di internet, lalu sebarkan link-nya, maka pembajakan pun terjadilah.

o Kurangnya kesadaran dan budaya masyarakat untuk menghargai hak cipta atas software. Cih, ini tipikal orang Indonesia: mau enaknya sendiri, nggak mau repot, mau yang gratisan, dan nggak sadar kalo udah ngerugiin orang lain. No komen lagi ah.

o Sikap acuh terhadap konsekuensi hukum yang timbul akibat pembajakan software. Lihat aja pasal 72 Undang-Undang Hak Cipta kita, di situ tertulis konsekuensi hukum dari pembajakan software. Meskipun, pelaksanaannya di lapangan terbentur dengan poin setelah ini.

o Faktor penegakan hukum dan perangkat perundang-undangan di bidang hak cipta. No komen, kita udah sama-sama tahu kalo law enforcement di Indonesia belum cukup OK. Tapi paling nggak, meskipun masih momentual, sudah ada razia-razia yang dilakukan oleh polisi terhadap mal2 maupun warnet2.

Apakah teman-teman berpikir kalo ngebajak software itu sah-sah aja dan nggak ngerugiin siapa-siapa? Bahkan bilang dengan make software bajakan kita bisa lebih pinter make komputer? SALAH! Mungkin iya saat ini teman-teman ngerasa aman make software bajakan, bagaimana jika suatu saat nanti? Kalo nggak di dunia, ya pasti di akhirat kita bakal di-hisab karena make program bajakan. Nggak lucu kan, kita harus mampir ke neraka dulu karena ke-gap (ya iyalah pasti ke-gap) sama Tuhan di dunia dulu kita pake software bajakan, dimana make software bajakan = melakukan pencurian?

Lalu-lalu, sebenernya apa sih ruginya kalo make software bajakan? Wah, banyak!

  • Menghancurkan industri software lokal dan merugikan distributor software lokal yang tidak mampu bersaing secara sehat dengan distributor software bajakan. Mungkin teman-teman yang nggak berada di industri IT nggak terlalu sadar tentang ini, tapi pembajakan software jelas-jelas merugikan industri software tanah air. Bayangin aja, perusahaan software dalam negeri susah payah ngebikin software yang nggak kalah canggih dan punya harga yang jauh lebih murah dibanding bikinan Microsoft, Adobe, Corel, dll itu, tapi karena pembajakan, masyarakat Indonesia lebih suka memakai software bajakan (yang murah) yang udah familiar itu.. Ngerugiin banget nggak sih? Menghalangi orang berusaha dan cari makan..
  • Merugikan konsumen. Ya, jelas ngerugiin kita. Gw punya bukti empiris (bukan hasil penelitian mana-mana, tapi ini nyata di beberapa temen gw) bahwa orang yang make software bajakan komputernya cenderung sering error, karena nggak ngejaga komputernya (cenderung ngasal nginstall dan nggak ngejaga kompienya). Sedangkan yang software-nya (terutama sistem operasi) asli, biasanya lebih jarang error. Mau bukti? Silakan kirim email ke gw.
  • Merugikan perusahaan pembuat software yang karyanya dibajak, mengurangi gairah investasi dan gairah untuk berkreasi. No komen ah, soalnya mirip dengan nomer satu. Semuanya gw pikir sama-sama ngerti, kalo kita susah payah punya ide untuk bikin software eh terus softwarenya dibajak, mana semangat kita buat ngelanjutin bikin software itu. (lho, katanya ga mau komen)
  • Secara keseluruhan, pembajakan merugikan ekonomi suatu negara dari sektor pajak, tenaga kerja, dan sebagainya. Namanya juga mencuri. Yang namanya mencuri mana ada sih, yang nggak ngerugiin negara? Dengan membeli dan memakai software bajakan, kita udah nguntungin pembajak dan ngerugiin negara. Kenal yang namanya pajak kan? Setiap kita beli software asli, kita udah ikut meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak karena harga yang kita bayar itu udah termasuk pajak. Pembajak mana ada yang bayar pajak?

Jadi, memakai software bajakan PASTI merugikan semua orang, termasuk diri kita sendiri. Kalo masih ngerasa nggak bersalah make software bajakan, wah, gw bisa bilang bahwa hati orang tersebut udah keras membatu karena nggak tahu kalo dia udah melakukan kejahatan.

Teman-teman semua, bangsa Indonesia sudah memiliki itikad baik untuk memberantas pembajakan software, hal ini terbukti dengan berkurangnya presentase pemakaian software bajakan: 88% (2003) menjadi 87% (2004-2005) dan 85% (2006). Maksud dari presentase itu adalah misalnya ambil 100 komputer secara acak, 85 di antaranya pasti memiliki software bajakan ter-install di dalamnya.

Kesimpulan yang dapat gw ambil dari presentasi itu adalah:

  • Percayalah teman-teman, segala sesuatu yang ilegal (misalnya software bajakan) itu, suatu hari nanti, pasti akan merugikan kita.
  • Tidak usah menunggu pemerintah, polisi, atau pihak lain untuk menghentikan pembajakan software. Pembajakan software di Indonesia bisa berhenti dimulai dari diri kita sendiri, minimal dengan tidak meng-install software bajakan di komputer kita.
  • Kalau kita punya itikad dan niat baik untuk menghentikan pembajakan (dan gw pikir kita semua pasti punya itu), selalu ada solusi untuk menghentikan pembajakan software itu. Misalnya adalah dengan menggunakan software gratisan (freeware atau open source) sebagai pengganti software bajakan yang ada. Misalnya Microsoft Office gantilah dengan Open Office, Photoshop gantilah dengan GIMP, dan sebagainya.

Ayo dilanjutkan lewat diskusi di komentar, karena topik ini cukup seru untuk didiskusikan bareng-bareng. Ayo kita bareng-bareng stop pembajakan software di Indonesia!

Iklan

22 pemikiran pada “Pembajakan Software: Klasik, tapi Nggak Selesai-selesai

  1. wah man , apa iya samape nusti ke neraka dulu yah ? 🙄

    btw kalo tiny vista termasuk baJAKAN ngak yah?
    oh ya waktu gw ikut training security 2 minggu lalu, temen gw dari ostrali bingung coz tampilan gw vista tapi sebenernya XP.. katanya di ostali sana toko yg kayang di mangdu ato glodok bener2 ngak ada sama sekali… umm ttrmasuk hebat ato ngak yah…?

    Suka

  2. @1. Praditya
    iya, betul! hidup software alternatif!

    @2. Arif Ade’
    waduh rif, ane ga terlalu berminat dengan linux nih.. afwan ya..

    @3. drys
    tinggal satu maz, yaitu Adobe Illustrator.. Sisanya ori dan freeware semua.. Ane lagi sambil belajar pake Inkscape sebagai pengganti Illustrator

    @4. Praditya
    ati-ati kantornya digrebek dit.. kalo kantornya tega, bisa-bisa ‘orang kecil’ kaya kita yang jadi tersangkanya tuh..

    @5. toni
    maksudnya kompi di lab fasilkom ato komputer milik anak2 fasilkom? kalo kompi di lab sih ori semua kan ya? kalo kompi anak2 fasilkom, ya pasti ada yang bajakan lah..

    @6. arham
    hehe, wallahu a’lam masuk neraka dulu ato nggak.. tapi feeling gw sih gitu..

    tiny vista itu apa ya? ane baru denger sekarang tuh ham..

    di australia mantep tuh.. kapan ya toko-toko software kaya di glodok ato mangdu itu ngejual software ori?

    Suka

  3. Di Australia, bisa beli software untuk student (dengan menunjukkan KTM)… dan gue punya Visual C++ .NET original.

    Kalau game, biasanya original..
    Tapi kalau OS, susah mencarinya..

    Sementara kampus dulu menyediakan Open Office sama Microsoft Office tetapi mereka gencar mempromosikan Open Office.

    Suka

  4. waw.. terimakasih man, karena udah mengingatkan ttg penggunaan software legal ini. alhamdulillah setelah install ulang windows, gw cuma install aplikasi open source.. jadi terpaksa pake open source dan ternyata jadi kebiasa.. ternyata kalo dipaksain bisa juga… 🙂

    Suka

  5. Percuma aja ngomong soal bajak membajak software atau make software asli krn masalahnya Negara asal software terbesar yaitu Amerika Serikat sdh mencuri lebih dahulu melalui permainan kurs $ lewat pencuri mata uangnya yg utama yaitu George Soros pada tahun 1997 akibatnya ya, software Amerika tidak sanggup dibeli rakyat kita krn jadi naik 5x lipat, jadi bila ada menanyakan pihak mana yg paling bertanggung jawab ya Amerika sendiri lewat pencuri valasnya George Soros.

    Dan jangan kira softwaer Microsoft asli tidak ada spywarenya dari badan tertentu di Amerika.

    Suka

  6. naif sekali klo mengira cuma indonesia yg membajak, asal tahu saja kebudayaan dunia bertahan dari kepunahan krn ada pembajakan dan pencurian ilmu, klo tidak sudah lama kebudayaan dunia dan peradabannya musnah (bangsa yunani membajak ilmu dari bangsa Mesir, bangsa Arab membajak ilmu yunani, bangsa Arab membajak ilmu membuat kertas dari Tiongkok, dan bangsa ERopa membajak ilmu2 tsb dari Arab, Amerika membajak ilmu membuat roket dari ilmuwan Nazi Jermandan seharusnya para pencipta software jangan keterlaluan mempertahan royalti spt Microsoft yg sampai sekarang tidak mau membebaskan royalti utk software tuanya spt Win98 dsb. Maka sadarlah klo membajak berarti menolong peradaban manusia bertahan dari kepunahan jadi hidup pembajak dan software bajakan.

    Suka

  7. #10 linuxeropensource
    rasanya george soros masih terlalu umum jika dituding sebagai biang mahalnya harga software di indonesia. mungkin efek tindakannya memang berefek di naiknya harga barang (termasuk software) di indonesia, tapi menurut saya masih ada penyebab lainnya kenapa harga software masih mahal: salah satunya karena ya banyak pembajakan ini..

    tentang software microsoft asli ada spywarenya, boleh minta link informasinya?

    terimakasih atas komentarnya..

    #11 thetruth
    tampaknya pendapat ini masih terlalu naif mas/mbak.. sama sekali tidak bisa dibandingkan antara hasil kebudayaan sebuah peradaban (yang terlalu luas) dengan hasil intelektual sebuah orang/perusahaan..

    sekedar informasi saja, microsoft itu nggak bakal bangkrut gara-gara softwarenya banyak dibajak di indonesia.. tapi software-software house (perusahaan pembuat software) di Indonesia hancur total akibat pembajakan di indonesia..

    so mungkin pendapat yang tidak bisa dibantah adalah bahwa pembajakan itu sama dengan pencurian.

    anyway, terimakasih banyak atas komentar dan diskusinya..

    #12 Arif Ade’
    cape deh.. ariif, ariif… :mrgreen:

    Suka

  8. 😎 emang sih mending pake software asli. dari segi user terutama ada 3 yg kritis: os (operating system), antimalware(antivirus n spyware) serta internet tool(kya download manager). kcuali cuman serial/keynya, klo pke crack/patch suka ada virus/trojannya 👿 . klo yg laen msi mending. klo gw si windows xp, office, n antivirus avg pro asli/genuine smua. sisanya si bajakan, he..he.. 😀 stuju ama kmpanye software asli, cuman emg ada software yg ktrlaluan mahalnya kya autocad 2008 (3900$ atw hmpir 40jt!) gmana ga dibajak! mahalan dye dri kompinya. vista aja kalah. klo plng mhl ratusan rbu-1 atw 2 jta si ga bgtu mslh. saran gue selektip n prtimbngkan freeware/opensource. biar gratis tpi kdang ga kalah mlh lbih bagus. salam sukses ya… 😉

    Suka

  9. O iya, biar software xp,vista dan office yg palsu (bajakan) jadi aspal alias asli-palsu, coba aja google “wga crack”, “oga crack” or “make genuine xp” dsb. kan banyak tuh, dijamin langsung genuine, welcome de ama microsoft :mrgreen: . Cuman jg lupa discan dulu, soalnya kadang2 disisipin virus ama hacker yg ga brtanggung jawab (aslinya si bebas virus).jg mau kalo ada yg mnta bayar bikin xp jdi genuine, wong di Internet banyak. sukses bos 😆

    Suka

  10. gw merasa pembajakan itu wajar, dan sejarah menunjukkan kalo pembajakan itu sudah lama. liat di sini

    gw ngeliat dari sisi lain, microsoft bisa beken produknya karena kontribusi copy bajakan,
    gw mah nyante-nyante aja make XP bajakan, office2007 bajakan, (walaupun udah dapat msdn aa, btw pc gw offline 24 jam)
    gw pake bajakan aja Microsoft masih makmur-makmur aja, apalagi kalo gw pake yang asli (actualy, it’s not affordable by me)

    well, singkat kata, gw masih pro bajakan lah….

    bajakan makes life easier & affordable ^_^

    Suka

  11. duh bro…. gw bukan pro bajakan atau genuine. tapi kalo diharuskan menggunakan genuine yang harganya diatas $500, gw rasa banyak usaha-usaha mikro yang langsung bangkrut. barangkali bagi kalian-kalian yang menggunakan software genuine uang segitu tidak masalah, atau bagi yang biasa pulang-pergi australia-indonesia tidak mempermasalah uang segitu. tapi apakah semua orang koceknya setebal kalian???
    coba dillihat dari kacamata golongan menengah bawah, memang satu-satunya solusi adakah menggunakan freeware, namun tidak semua orang-orang kecil yang kemampuannya terbatas berani mengambil resiko mempertaruhkan perusahaannya untuk mempelajari freeware

    Suka

  12. duh bro…. gw bukan pro bajakan atau genuine. tapi kalo diharuskan menggunakan genuine yang harganya diatas $500, gw rasa banyak usaha-usaha mikro yang langsung bangkrut. barangkali bagi kalian-kalian yang menggunakan software genuine uang segitu tidak masalah, atau bagi yang biasa pulang-pergi australia-indonesia tidak mempermasalah uang segitu. tapi apakah semua orang koceknya setebal kalian???
    coba dillihat dari kacamata golongan menengah bawah, memang satu-satunya solusi adakah menggunakan freeware, namun tidak semua orang-orang kecil yang kemampuannya terbatas berani mengambil resiko mempertaruhkan perusahaannya untuk mempelajari freeware. tq

    Suka

  13. Yaah, bagus sih himbauan untuk pemakaian software ilegal,.. sayang nya perusahaan besar seperti Microsoft yang notabene penghimbau paling gencar soal anti pembajakan, dia sendiri adalah Raja pembajak,.. Ga percaya???.. Tonton film “Pirates of Cilicon Valley”, itu fakta sejarah,.. ga malu ngebajak software orang dan dibenamkan di Compaq sebagai Windows 1.0, secara jelas dengan terang2an dan berhianat terhadap Apple Macintosh dengan dalih membantu pengembangan,.. kalo perlu bukti, googling aja filmnya, dan renungkan sendiri,.. hehe..

    Suka

  14. Nih, saya kasih deh linknya,.. daripada nyari2,..
    http://www.gamexeon.com/forum/movie-music-audio/66728-pirates-silicon-valley-sejarah-microsoft-apple.html
    silahkan baca sendiri resensi faktanya,.. kebanyakan org tidak tau sejarah & asal usulnya, jadi tidaklah bijak, untuk terburu2 menghakimi suatu kondisi,.. saya bukan orang yang pro bajakan, juga bukan pro software yang legal, tapi lebih kepada kondisionalnya,..
    Kalaupun kalian semua membeli software aseli Microsoft, tetap saja Anda adalah seorang yang telah berkontribusi terhadap “Windows” yang cikal bakalnya sendiri adalah hasil pencurian dimasa lalu,.. artinya Anda menghidupi seorang pencuri, apakah Anda juga tidak merasa bersalah?.. dan apa itu sebenarnya bisa dianggap legaL?.. naif kan?..

    Suka

  15. yah gan namanya juga mau cari yang gratisan. dan juga tambahin tu faktor yang mendukung adanya pembajakan ialah “kagak ada duit untuk beli softwarenya!!” terima kasih juga atas infonya. mungkin kali ini saya ingin membelinya dengan uang saya sendiri entah itu memakai kredit atau debit terserah yang penting saya gak membajaknya.

    semoga tetap up-to-date terus ya gan!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s