Pengalaman Pertama Menjadi Customer E-Commerce

Beberapa hari lalu, buku The Ideavirus yang dikarang oleh Seth Godin selesai saya baca. Karena saya adalah tipe orang yang harus punya satu bahan bacaan baru di tas saya supaya bisa dibaca sewaktu-waktu, saya pun butuh membeli suatu buku baru. Oleh karena itu, Selasa, 18 September 2007, selepas sholat tarawih sekitar pukul 20.30 di Masjid UI, saya berniat membeli buku di Gramedia Depok. Buku yang saya incar adalah buku yang berjudul The Long Tail. Nggak jauh-jauh dari buku yang memiliki topik seputar internet dan marketing, dua bidang minat saya ini.

Akan tetapi, pukul 20.45 saya sampai di depan Gramedia, beruntungnya (nanti teman-teman tahu kenapa saya katakan beruntung) Gramedianya sudah tutup. Sebelumnya saya kira Gramedia tutup sekitar pukul 21.00 seperti biasa sebelum bulan Ramadhan. Karena siangnya saya baru baca artikel tentang buku The Long Tail ini di blog Pak Nukman yang merekomendasikan untuk membelinya di toko buku online kutukutubuku.com, saya pun kepikiran untuk iseng-iseng mencoba membelinya lewat internet. Hitung-hitung coba-coba, karena sebelumnya saya belum pernah sekalipun memberi barang lewat situs e-commerce. Selain itu, semester ini juga saya sedang mengambil mata kuliah e-commerce. Pas banget kan?

Oh iya, berdasarkan materi kuliah e-commerce kemarin pagi, ada tiga jenis pembeli berdasarkan karakteristiknya sebelum membeli sebuah barang.

  • Pertama, impulse buyer, sesuai namanya yaitu pembeli yang maunya saat dia membeli sebuah barang, saat itu juga dia harus mendapat barang itu.
  • Kedua, patient buyer, yaitu pembeli yang lebih sabar daripada impulse buyer, karena mudah cocok dengan suatu produk dan suatu tempat pembelian, serta bersedia bersabar untuk mendapatkan barang yang dia sudah merasa cocok.
  • Ketiga, adalah analytical buyer, yaitu pembeli yang sangat suka membanding-bandingkan antar produk dan antar tempat pembelian, dan memutuskan untuk membeli suatu produk di suatu tempat pembelian setelah merasa sangat cocok di tempat itu dibandingkan dengan tempat lainnya.

Saya sendiri bisa dikategorikan ke dalam tiga-tiganya, tergantung sikon. Dalam kasus pembelian buku ini, saya pun berubah menjadi analytical buyer, dan membandingkan beberapa toko buku online yang saya temukan lewat Google. Beberapa toko buku online yang saya temukan adalah www.bukukita.com, www.buku135.com, dan www.bearbookstore.com. Setelah melihat dan memilih, saya memutuskan membandingkan dua saja toko buku online. Dua toko buku online yang akhirnya saya bandingkan face-to-face adalah kutukutubuku.com dan Bukukita.com. Setelah membanding-bandingkan, saya pun memutuskan untuk mendaftar dan membeli buku lewat Bukukita.com. Ternyata koleksi di Bukukita.com jauh lebih lengkap dibandingkan dengan kutukutubuku.com. Tentang harga dan pelayanan lainnya, saya bisa bilang sama saja. Itulah alasan utama mengapa saya lebih memilih membeli di Bukukita.com.

Pembayaran dilakukan lewat transfer. Bukunya sendiri dijanjikan datang sekitar 3-4 hari ke depan. Review tentang pelayanan Bukukita.com (jika sempat) akan saya sedikit tuliskan setelah buku yang saya beli sampai di tangan saya.

Well, saya yang ke depannya akan serius menekuni bisnis di dunia web dan internet tentu saja harus mencoba dan mengeksplorasi banyak aspek dan tren di dunia web dan internet. Saat ini saya baru membeli buku saja, dan tidak menutup kemungkinan di masa depan saya akan membeli komputer, handphone, rumah, atau mungkin istri (gubrak!) lewat internet.

Oh iya, by the way, akhirnya buku apa yang saya beli di Bukukita.com? Ternyata bukan The Long Tail, karena saya menemukan dua judul buku asli Indonesia yang lebih menarik bagi saya: CEO Blogging dan Cyber Branding Through Cyber Marketing. Keduanya karangan Bob Julius Onggo. Total kedua buku itu adalah Rp. 64.245,00. Ayo, siapa mau ikutan berbelanja online?

Iklan

3 pemikiran pada “Pengalaman Pertama Menjadi Customer E-Commerce

  1. @Ono Karsono
    Alhamdulillah bukunya sudah sampai.. Belum saya baca sih mas, buku CEO bloggingnya.. Nanti Insya Allah setelah selesai baca, saya coba sedikit review isinya ya.. Minta tolong diingatkan ya..

    @Tris
    Sebetulnya, nggak spenuhnya transaksi lewat internet sih tris.. Pemesanannya emang lewat internet, tapi bayarnya tetep pake jalur transfer ATM, nggak lewat internet.. Jadi insya ALlah tetep aman.. Banyak toko online di Indonesia sekarang sistemnya juga gitu tris: mesen online, bayar offline.. Jadi insya Allah tetep aman..

    Mungkin yang mengkhawatirkan itu kalo toko online yang bayarnya pake kartu kredit.. Indonesia kan surganya pencuri nomer kartu kredit..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s