Gagal itu Memang Benar-benar Keberhasilan yang Tertunda

Assalamu’alaikum..

Hari ini cukup unik, karena seharian tadi 3 kali berkomunikasi dengan 3 klien bisnis yang berbeda..

  • Pagi-pagi ditelepon mas Supri, dari Jati Center, usaha furniture dari bahan kayu jati.. Ini proyek ke-3 dari Univind, perusahaan saya..
  • Beberapa menit kemudian, ditelepon Mbak Melisa, kakaknya kakak kelas saya (nah lho, bingung kan?) yang mau nikah.. Websitenya di www.segeranikah.com. Dia udah ngelihat website yang saya bikin, dan punya beberapa komentar.. Selasa besok mau ketemu lagi buat revisi beberapa bagiannya..
  • Siangnya, pukul 10.30 ketemu dengan (calon, insya Allah!) klien di FE UI.. Mereka mau bikin website e-commerce.. Mudah-mudahan proyek ini bisa goal dan berjalan sukses

Di perusahaan saya ini, kegagalan dan keberhasilan datang silih berganti.. Walaupun sudah 3 proyek Alhamdulillah berhasil dijalankan, ada lebih banyak lagi prospek proyek yang gagal.. Totalnya ada 4 calon proyek yang gagal tembus..

  • MCC.. Ini adalah proyek awal banget Univind.. Dapetin proyeknya juga bukan karena tembus proposal langsung ke klien, tapi dapetnya dari kakak kelas.. Kisah lengkapya sudah pernah saya ceritakan di sini dan sini.
  • ? *** (nama perusahaan disamarkan, demi menjaga kredibilitas). Saya dan Kamal sudah pernah ketemu kliennya langsung di kantornya di Buncit, dan sampai deal soal harga.. Tapi Univind putuskan untuk membatalkannya, karena ada indikasi korupsi (yaitu imarkup nilai proyek).Alhamdulillah Univind (saat itu namanya masih Apadonk) masih punya hati jernih dan pikiran yang sadar..
  • C&G Training Network. Saya dan Eko sudah sampai ketemu kliennya di Menara Bidakara Pancoran, sampe ngedemoin dummy websitenya segala.. Akan tetapi, saat bicara masalah harga, ternyata harga yang kita tawarkan (jumlahnya rahasia perusahaan ya =P) terlalu mahal buat mereka bayar.. Kita masih nggak habis pikir saat itu, buat perusahaan yang bisa sewa kantor di Menara Bidakara Pancoran, masa sih, anggaran buat bikin websitenya nggak setinggi itu..
  • KDK Technologies. Anak perusahaan Radiant Centra Nusa ini ingin membuat website, sekalian sebuah sistem untuk memfasilitasi pelamaran kerja (job vacancy). Link dari proyek ini didapatkan dari Yudi, kakak kelas saya yang bekerja di sana.. Saya dan Eko lagi udah ketemu langsung dengan bossnya yudi, yaitu managernya langsung, dan sudah sedikit ngobrol tentang requirement.. Akan tetapi, saat kita mem-followup dengan mengirim proposal penawaran, ternyata proposal itu tidak disetujui, karena (lagi-lagi) harga yang kita tawarkan terlalu tinggi.. Padahal (lagi-lagi) kita berpikir harga yang kita tawarkan sudah sesuai dengan perusahaannya dan produk yang nantinya akan dihasilkan.. Sayang, mereka tidak menawar harganya dulu..

Intinya, teori-teori tentang kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda itu memang benar adanya, dan perusahaan saya sudah mengalaminya.. Satu demi satu kegagalan yang sudah kita dapatkan bisa diambil semua hikmahnya.. Contohnya yang masalah harga penawaran yang terlalu tinggi.. Saat menjajaki calon klien website e-commerce seperti yang tadi disebut di atas, kita jaga-jaga tidak memberi harga terlalu tinggi.. Alhamdulillah responsnya sejauh ini cukup positif. Meskipun harganya sedikit lebih rendah dari ekspektasi kita dan artinya Univind harus sedikit bersabar dalam mengerjakan proyek ini, kita punya harapan besar, bahwa nantinya Univind pasti terus grow up, termasuk dalam hal kredibilitas dan profesionalitas..

Menjadi entrepreneur tetap jauh lebih asik dibandingkan dengn menjadi karyawan atau pegawai biasa, karena banyaknya wawasan yang akan didapatkan dari berbagai macam klien.. Belajar dari pengalaman, bukan hanya dari teori-teori textbook yang diajarkan di ruang-ruang kelas, itu jauh lebih worth it untuk didapatkan ilmunya..

Ayo, tetap semangat berbisnis, teman-teman!

Wassalamu?alaikum..

Hore, Buka Puasa Anak 2005! Puas Banget!

Assalamu’alaikum..

Alhamdulillah akhirnya kumpul angkatan sekalian buka puasa bareng anak-anak Fasilkom 2005 terlaksana juga.. Hanya ada satu kata untuk menggambarkan buka puasa ini: PUAS!

Yang datang sekitar 78 orang. Wah, ini hampir 80%nya seluruh angkatan 2005.. Lebih detail tentang siapa aja yang dateng insya Allah bakal ditulis juga oleh Sidicx.. Kalo di buka puasa tahun lalu, yang dateng itu cuma 55 orang (berdasarkan tulisannya sidicx). Alhamdulillah sekarang yang dateng jauh lebih banyak..

Ini nih, baru namanya kumpul angkatan! Semua orang, dari yang ganteng sampe yang agak ganteng, dari yang badannya tinggi sampe yang nggak tinggi, dari yang rajin kuliah sampe yang nggak rajin kuliah, dari yang IP-nya cum laude sampe yang IP-nya ngepas (lho, kok jadi ngomongin IP?), dateng semua tumplek blek di rumahnya Arudea di Depok Timur.. Ini baru angkatan 2005! Nggak salah emang hasil PMB kita dulu, outputnya angkatan yang kompak-pak kaya gini.. Emang sih, ada beberapa yang ga bisa dateng, tapi tetap tidak mengurangi feel kumpul angkatan kita kali ini..

Mudah-mudahan, kumpul angkatan 2005 ini bisa menginspirasikan angkatan lainnya di Fasilkom buat ngadain acara kumpul angkatan yang benar-benar kumpul angkatan, terutama untuk anak-anak 2006 dan maba 2007.. Buktikan bahwa Fasilkom benar-benar Fakultas dengan semangat kekeluargaan yang tinggi..

Akhir kata, terimakasih banyak buat semua teman-teman yang udah hadir dan bersemangat buat ngumpul bareng.. Dan terimakasih juga spesial buat Sidicx yang bantuin gw dari awal hingga akhir, buat Aru yang bersedia menjadi tuan rumah, buat Nur yang udah bantuin narik-narikin dana patungan dari anak-anak,? juga buat Ichsan yang mobilnya udah dipake buat ngangkut makanan.. Mudah-mudahan buka puasa angkatan tahun depan, tahun terakhir kita di Fasilkom, benar-benar menjadi kumpul angkatan yang paling berkesan dan tak terlupakan buat kita.. Amiin…

Oh iya, ini satu foto bareng yang diambil dari kamera saya.. Foto yang lebih lengkap bisa diminta di Fithri, Yoyo, dan Sidicx yang juga membawa kameranya..

Akhirnya Buku yang Dibeli Lewat E-Commerce Sampai Juga

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Note: Biar nyambung, baca dulu ya, postingan sebelumnya.

Alhamdulillah, hari Sabtu siang buku CEO Blogging dan Cyber Branding Through Cyber Marketing sampai juga ke rumah saya. Persis sesuai dengan janji pengiriman dari bukukita.com, yaitu 3 hari. Di tulisan ini saya ingin menceritakan proses yang saya lakukan dari awal hingga buku itu diterima:

  • Selasa, 18 September 2007 pada malam hari, saya mendaftar di bukukita.com, dan memesan kedua buku tersebut secara online. Setelah memesan, di layar terdapat rincian buku yang saya pesan, beserta detail harga dan biaya pengiriman. Total harganya Rp 64.245,00. Invoice atau tagihan terhadap kedua buku itu saya terima lewat email. Di email tersebut (di websitenya juga ada sih) dituliskan juga cara pembayarannya, beserta lama waktu pengiriman.
  • Rabu, 19 September 2007 pada pagi hari, saya mentransfer biaya itu lewat ATM Bank Syariah Mandiri. Total yang saya transfer adalah Rp 65.000,00, sedikit lebih dari tagihan sebenarnya. Beberapa puluh menit kemudian, saya melakukan konfirmasi pembayaran di halaman bukukita.com, yang isinya antara lain berapa uang yang ditransfer, beserta dari mana rekening pembayarannya. Setelah melakukan konfirmasi pembayaran, selama seharian hari Rabu ini saya terus menerus mengecek riwayat belanja saya, tapi disana tertulis “belum lunas”. Wah-wah, bagaimana ini, padahal jelas2 udah konfirmasi, bahkan sudah dikonfirm lagi dari mereka dengan mengirim bukti konfirmasi pembayaran ke email saya.
  • Kamis, 20 September 2007, pada saat saya kembali mengecek riwayat belanja saya, Alhamdulillah di sana tertulis “lunas”. Akan tetapi, begitu dilihat status pengiriman, disana tertulis “belum dikirim”. Begitu pula saat saya berpuluh-puluh kali (eh, berlebihan ding, padahal ga sebanyak itu, hehe) dari pagi sampai malam mengecek status pengiriman, di sana masih tertulis “belum dikirim”. Waduh, bagaimana ini.. Saya sampai berpikiran cukup tidak baik bahwa bukunya akan sampai pada hari Senin, karena pengirimannya (seperti dituliskan) makan waktu 3 hari. Kalau Kamis belum dikirim, berarti dikirim Jum’at. Kalo dikirim Jum’at, 3 hari kemudian kan hari Senin..
  • Jum’at, 21 September 2007, saya kembali melihat status pengiriman, seperti diduga, disana tertulis “sudah dikirim”. Alhamdulillah, akhirnya dikirim juga. Dikirimnya via TIKI, yang insya Allah sudah saya buktikan terpercaya.
  • Sabtu, 22 September 2007. Saya berbuka puasa bareng teman-teman BPH BEM Fasilkom 2006-2007 di
    rumah Mbak Atin di Pancoran Barat. Tiba di rumah sekitar pukul 22.30, dan tiba-tiba saya melihat sebuah bungkusan warna coklat dengan cap bukukita.com, dengan tempelan kertas putih berisi detail kedua buku yang saya pesan. Wah, Alhamdulilah sampai juga.. Berarti janjinya memang ditepati, tiba dalam waktu 3 hari. Tepatnya 3 hari setelah saya melakukan konfirmasi pembayaran. Rabu –> Kamis, Jum’at, Sabtu.

Kenapa proses pengiriman dua buah buku ke Depok yang notabene masih sebelahnya Jakarta (dan saya tahu persis pengiriman ke tempat satu wilayah hanya makan waktu satu hari) sampai makan waktu 3 hari? Apakah karyawan bagian pengiriman jumlahnya sedikit? Atau di bukukita.com ada birokrasinya? Wah, apapun alasannya, customer bisa-bisa pindah tempat nih, kalo pelayanannya lama begini.. Bukankah customer membayar untuk dilayani? Hehe..

Saya punya beberapa masukan untuk meng-improve proses delivery buku.

  • Pertama, ingat kan, saya bilang perubahan status “belum lunas” menjadi “lunas” makan waktu seharian penuh? Padahal, di beberapa perusahaan hosting yang saya pernah jajal layanan sewa domain dan hostingnya, proses sejak saya melakukan konfirmasi pembayaran hingga domain+hosting itu aktif tidak sampai memakan waktu satu hari. Bahkan pernah, di sebuah perusahaan (maaf lupa yang mana) sejak saya konfirmasi pembayaran hingga domain+hostingnya diaktifkan, itu hanya makan waktu satu jam. Sambil chatting dengan customer servicenya lagi! Bukukita.com harus bisa mempercepat proses konfirmasi pembayaran itu, dan langsung mengupdatenya ke status pembayaran customer. Jika perusahaan domain+hosting saja bisa, masa Bukukita.com tidak?
  • Kedua, ingat kan, saya bilang tadi setelah status pembayarannya jadi “lunas”, bukunya masih dalam status “belum dikirim”? Padahal, TIKI itu buka hingga sore, sehingga seluruh pesanan yang telah dikonfirmasi siangnya bisa langsung dikirim ke TIKI.. Oh iya, saya paham, mungkin agar proses pengiriman lewat TIKInya efisien, Bukukita.com menunggu agar seluruh pesanan pada hari itu terkonfirmasi semua, sehingga buku dari berbagai pelanggan pada hari itu bisa sekaligus dikirim via TIKI..
  • Oleh karena itu, mungkin setiap hari Bukukita.com bisa mengkonfirmasi konfirmasi pembayaran customer (nah lho, bingung kan? Maksudnya mengubah status pembayaran dari “belum lunas” menjadi “lunas”) pada suatu jam tertentu, misalnya pukul 14.00. Setelah itu, seluruh buku yang sudah dikonfirmasi pembayarannya, dikirimkan ke TIKI. Apabila poin satu dan dua di penjelasan saya tadi benar-benar bisa diefisienkan, proses yang tadinya memakan waktu 2 hari bisa direduksi menjadi satu hari bukan? Dan buku pun bisa tiba lebih cepat kepada customer, dan customer pun puas, dan kembali berbelanja di sana..
  • Oh iya, satu lagi yang terlupa, tampaknya Bukukita.com harus membuka layanan online chat deh, supaya customer benar-benar bisa menanyakan sudah sampai mana bukunya diproses..

Oh iya, masukan dari saya untuk Bukukita.com yang saya jadikan tulisan di blog ini juga saya kirimkan via email kepada pihak Bukukita.com (Sales, Finance, Kurir). Mudah-mudahan berguna, dan semoga direspon oleh mereka.. Sekalian (lagi-lagi) ngetes pelayanan mereka, apakah pelayanan via emailnya baik atau tidak..

Oke, itulah sedikit review dari saya tentang pelayanan Bukukita.com. Walaupun masih ada kekurangan, secara umum saya bisa mengatakan bahwa insya Allah nanti saya akan kembali berbelanja di Bukukita.com. Sejauh ini, buku-buku yang sesuai dengan bidang minat saya ada cukup lengkap di Bukukita.com, sehingga saya tidak perlu repot-repot pindah toko buku online.

Yap, semoga tulisan ini berguna, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Pengalaman Pertama Menjadi Customer E-Commerce

Beberapa hari lalu, buku The Ideavirus yang dikarang oleh Seth Godin selesai saya baca. Karena saya adalah tipe orang yang harus punya satu bahan bacaan baru di tas saya supaya bisa dibaca sewaktu-waktu, saya pun butuh membeli suatu buku baru. Oleh karena itu, Selasa, 18 September 2007, selepas sholat tarawih sekitar pukul 20.30 di Masjid UI, saya berniat membeli buku di Gramedia Depok. Buku yang saya incar adalah buku yang berjudul The Long Tail. Nggak jauh-jauh dari buku yang memiliki topik seputar internet dan marketing, dua bidang minat saya ini.

Akan tetapi, pukul 20.45 saya sampai di depan Gramedia, beruntungnya (nanti teman-teman tahu kenapa saya katakan beruntung) Gramedianya sudah tutup. Sebelumnya saya kira Gramedia tutup sekitar pukul 21.00 seperti biasa sebelum bulan Ramadhan. Karena siangnya saya baru baca artikel tentang buku The Long Tail ini di blog Pak Nukman yang merekomendasikan untuk membelinya di toko buku online kutukutubuku.com, saya pun kepikiran untuk iseng-iseng mencoba membelinya lewat internet. Hitung-hitung coba-coba, karena sebelumnya saya belum pernah sekalipun memberi barang lewat situs e-commerce. Selain itu, semester ini juga saya sedang mengambil mata kuliah e-commerce. Pas banget kan?

Oh iya, berdasarkan materi kuliah e-commerce kemarin pagi, ada tiga jenis pembeli berdasarkan karakteristiknya sebelum membeli sebuah barang.

  • Pertama, impulse buyer, sesuai namanya yaitu pembeli yang maunya saat dia membeli sebuah barang, saat itu juga dia harus mendapat barang itu.
  • Kedua, patient buyer, yaitu pembeli yang lebih sabar daripada impulse buyer, karena mudah cocok dengan suatu produk dan suatu tempat pembelian, serta bersedia bersabar untuk mendapatkan barang yang dia sudah merasa cocok.
  • Ketiga, adalah analytical buyer, yaitu pembeli yang sangat suka membanding-bandingkan antar produk dan antar tempat pembelian, dan memutuskan untuk membeli suatu produk di suatu tempat pembelian setelah merasa sangat cocok di tempat itu dibandingkan dengan tempat lainnya.

Saya sendiri bisa dikategorikan ke dalam tiga-tiganya, tergantung sikon. Dalam kasus pembelian buku ini, saya pun berubah menjadi analytical buyer, dan membandingkan beberapa toko buku online yang saya temukan lewat Google. Beberapa toko buku online yang saya temukan adalah www.bukukita.com, www.buku135.com, dan www.bearbookstore.com. Setelah melihat dan memilih, saya memutuskan membandingkan dua saja toko buku online. Dua toko buku online yang akhirnya saya bandingkan face-to-face adalah kutukutubuku.com dan Bukukita.com. Setelah membanding-bandingkan, saya pun memutuskan untuk mendaftar dan membeli buku lewat Bukukita.com. Ternyata koleksi di Bukukita.com jauh lebih lengkap dibandingkan dengan kutukutubuku.com. Tentang harga dan pelayanan lainnya, saya bisa bilang sama saja. Itulah alasan utama mengapa saya lebih memilih membeli di Bukukita.com.

Pembayaran dilakukan lewat transfer. Bukunya sendiri dijanjikan datang sekitar 3-4 hari ke depan. Review tentang pelayanan Bukukita.com (jika sempat) akan saya sedikit tuliskan setelah buku yang saya beli sampai di tangan saya.

Well, saya yang ke depannya akan serius menekuni bisnis di dunia web dan internet tentu saja harus mencoba dan mengeksplorasi banyak aspek dan tren di dunia web dan internet. Saat ini saya baru membeli buku saja, dan tidak menutup kemungkinan di masa depan saya akan membeli komputer, handphone, rumah, atau mungkin istri (gubrak!) lewat internet.

Oh iya, by the way, akhirnya buku apa yang saya beli di Bukukita.com? Ternyata bukan The Long Tail, karena saya menemukan dua judul buku asli Indonesia yang lebih menarik bagi saya: CEO Blogging dan Cyber Branding Through Cyber Marketing. Keduanya karangan Bob Julius Onggo. Total kedua buku itu adalah Rp. 64.245,00. Ayo, siapa mau ikutan berbelanja online?

Cara Gampang Mengukur Kadar Cinta Kita

Apakah benar, kadar kecintaan kita kepada Allah SWT tidak bisa diukur? Apakah benar juga, yang tahu seberapa besar kecintaan kita kepada Allah SWT cuma Allah SWT dan kita sendiri?

Saat menjelang sholat Isya pas buka bersama Alumni Rohis SMAN 28 angkatan 2005 hari minggu tanggal 16 September kemarin, ada cuplikan percakapan yang cukup menarik, yaitu kecintaan kita kepada Allah SWT bisa diukur dengan mudah, dilihat dari seberapa lamanya kita mampu berdiri, membaca ayat-ayat cinta Allah dalam Al-Qur’an, juga gerakan-gerakan lainnya dalam sholat.

Ini sebuah introspeksi mendalam bagi saya pribadi di Ramadhan ini, bahwa mungkin saja cinta kita kepada Allah masih sekedar ucapan teori di mulut saja, belum terinternalisasi benar-benar di dalam hati kiat. Mungkin kita lebih cinta terhadap harta dunia, lebih cinta terhadap teman-teman kita, maupun cinta-cinta yang tidak hakiki lainnya, daripada Allah SWT..

Bisa jadi kita (termasuk saya) yang masih tidak suka berlama-lama melaksanakan sholat belum benar-benar cinta kepada Allah SWT. Oleh karena itu, Ramadhan ini adalah sebuah momen yang sangat tepat untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Allah SWT, yaitu dengan meningkatkan kualitas (kekhusyu’an) dan kuantitas (lama dan jumlahnya)? sholat yang kita lakukan.

Surat untuk Mahasiswa Baru Fasilkom UI 2007

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera teman-teman semua..

Sungguh sebuah kebanggaan dan kegembiraan luar biasa bagi saya beserta banyak panitia PMB 2007 saat pertama kali menatap wajah teman-teman semua, mahasiswa baru (maba) 2007 di sore hari tanggal 17 Agustus 2007. Rasa gembira yang luar biasa melesak di dada kami serta seluruh elemen Fasilkom lainnya, karena di depan kami ada generasi baru penerus perjuangan kami di Fasilkom UI ini. Tidak tanggung-tanggung, kami memiliki 200 lebih keluarga baru di Fasilkom UI ini!

Sungguh, saya ingin teman-teman mengetahui betapa cintanya kami kepada teman-teman semua, yang kami coba buktikan dengan memberikan hampir semua yang kami miliki untuk mempersiapkan kedatangan teman-teman semua. Kami telah mencoba mempersiapkan apa-apa saja yang akan kami persembahkan kepada teman-teman semua sebagai bekal menjalani kehidupan di Fasilkom beberapa tahun ke depan.

Tidak, sama sekali tidak ada niatan dari kami untuk mempermainkan teman-teman dengan tugas yang tidak logis, dengan acara-acara yang tidak memiliki esensi, dengan marah dan teriakan yang memekakkan telinga. Tidak sama sekali!

Sungguh, saya sangat ingin teman-teman tidak mengikuti jalan yang telah salah kami lewati lebih dulu di Fasilkom ini. Saya sangat ingin teman-teman semua merasa nyaman di Fasilkom ini. Saya sangat ingin teman-teman semua menjadi mahasiswa yang kompak dan dekat dengan keluarga besar Fasilkom. Saya sangat ingin teman-teman semua menjadi mahasiswa yang cerdas, kritis, dan aktif di kegiatan selain kuliah saja. Saya sangat ingin teman-teman dapat menjadi mahasiswa Fasilkom yang LEBIH BAIK dari kami. Sungguh, kami akan melakukan kesalahan sangat fatal apabila kami meninggalkan generasi yang sama baiknya dengan kami, apalagi lebih buruk dari kami.

Oleh karena itu, kami mempersembahkan kegiatan Pembinaan Mahasiswa Baru (PMB) Fasilkom UI 2007 ini bagi teman-teman mahasiswa baru, agar teman-teman semua menjadi bagian dari keluarga besar Fasilkom UI ini dan siap menjadi mahasiswa yang peduli dengan lingkungan sekitarnya, aktif dalam kegiatan positif, dan menjadi mahasiswa yang memiliki banyak prestasi.

Sungguh, saya sangat gembira saat teman-teman hadir dalam kegiatan yang kami adakan, menyelesaikan tugas-tugas yang kami berikan, dan bersikap sopan dan hormat kepada semua elemen Fasilkom. Saya serasa melihat, “ini lho, mahasiswa baru 2007 yang menjadi generasi terbaik di Fasilkom ini!“. Buktikan bahwa kalimat itu akan terucap dari bibir setiap elemen Fasilkom saat melihat teman-teman semua!

Jangan terpengaruh dengan sedikit orang yang sedikit “nakal” terhadap panitia atau bermalas-malasan mengikuti kegiatan PMB, karena saya yakin, teman-teman yang semangat dan memahami apa yang akan mereka dapat selama Mabim itu berjumlah jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang “nakal”. Tetap ajak dan ingatkan mereka untuk terus mengikuti kegiatan mabim, karena mereka nantinya akan kehilangan sesuatu yang berharga jika tidak mengikuti kegiatan dan tugas-tugas yang diberikan.

Atas nama panitia, saya mohon maaf apabila kami melakukan berbagai kesalahan yang menyakiti teman-teman semua. Kami berharap teman-teman bisa segera bicara kepada kami, apabila ada hal yang mengganggu teman-teman dalam mabim ini.

Selamat berjuang selama 4 tahun ke depan di Fasilkom, selamat berjuang menjalani masa bimbingan ini, harapan seluruh keluarga besar Fasilkom ada pada teman-teman semua. Tetap semangat teman-teman semua! Selamat menunaikan ibadah puasa juga bagi yang menjalankannya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh dan salam sejahtera.

Muhammad Ilman Akbar, 1205000622.

Mahasiswa Fasilkom UI angkatan 2005 yang biasa saja namun diberi amanah berat sebagai PO Mabim PMB Fasilkom UI 2007.

Rekayasa Masa Depanmu!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Sudahkah teman-teman membayangkan seperti apa dirimu nanti, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, 15 tahun lagi, 20 tahun lagi, atau saat menjelang kamu mati? Jangan katakan, “ah, itu kan masih lama, hidup itu dinikmati aja, mengalir..” . Iya kalau mengalirnya lewat arus yang santai tapi ke laut, kalau mengalirnya ke air terjun?

Benarkah masa depan bisa direkayasa? Bukankah takdir kita itu katanya Allah yang menentukan, sebagaimana jodoh dan rezeki? Jawabannya cuma satu: bisa! Kita dapat mengupayakan seperti apa diri kita di masa yang akan datang, tentu saja dengan approval dari Allah. Dan percayalah pada saya, hal ini tidak mustahil untuk dilakukan, karena banyak orang sukses saat ini telah berhasil merekayasa masa depan mereka sejak mereka masih muda dahulu.

Ini beberapa langkah yang bisa teman-teman lakukan untuk merekayasa masa depan, sebagaimana yang telah saya baca dari beberapa buku.

  • Milikilah impian yang tinggi. Tahu apa impian Bill Gates dulu? Satu PC untuk setiap rumah di dunia. Apakah mimpi itu berhasil dicapai saat ini? You know the answer. Tahu impian mas Romi Satria Wahono? Berbagi ilmu tentang ilmu komputer secara gratis ke seluruh penduduk Indonesia. Apakah berhasil dicapai? Lihatlah ilmukomputer.com. Bermimpi itu gratis, jadi jangan takut-takut bermimpi yang tinggi. Jangan sampai kita gagal merekayasa masa depan karena takut melewati langkah-langkah itu.
  • Buat target-target yang lebih kecil dan spesifik dari impian itu. Seseorang yang punya mimpi tinggi namun tidak bisa mencapainya hanyalah seorang pengkhayal atau pemimpi. Impian adalah sesuatu yang utopis alias melangit jika tidak didetailkan ke dalam target-target kecil yang mudah dicapai. Dengan membuat target untuk mencapai mimpi tersebut dan mencapainya sedikit demi sedikit, impian itu akan sedikit demi sedikit pula mulai didapatkan. Dengan target, kita juga akan terus termotivasi untuk bekerja keras mencapai impian itu.
  • Buatlah agar mimpi itu terinternalisasi di alam bawah sadar. Setelah membuat impian dan target-target spesifik, tidak lucu kan, jika selanjutnya kita lupa akan impian dan target kita itu? Buatlah agar impian itu tersimpan dengan erat di pikiran kita dan selalu kita ingat dalam kehidupan sehari-hari. Istilah gampangnya, masuk di alam bawah sadar kita. Caranya bagaimana? Tuliskan impian itu di berbagai tempat yang dapat kita lihat setiap hari. Saya pribadi menuliskan impian dan target saya pada welcome message di handphone saya. Bisa juga kita membuat wallpaper komputer yang menggambarkan impian itu dan dipasang setiap hari di komputer kita. Bila dilakukan secara kontinu, secara tidak sadar kita akan terus teringat dan termotivasi mencapai mimpi itu.
  • Beritahukan impian dan target kita kepada semua orang. Pada awalnya mungkin banyak orang akan menertawakan atau mengabaikan impian yang telah kita buat, apalagi bila mimpi itu terasa sangat aneh. Akan tetapi lihatlah beberapa tahun lagi, siapa yang akan meraih sukses. Sudah banyak contohnya hal-hal populer yang ada saat ini, dulu saat pertama kali dimunculkan, hal itu dicemooh banyak orang. Pemberitahuan impian kita kepada orang lain akan membuat kita merasa terus terdorong mencapai impian itu karena banyak orang pasti ingin mengetahui seperti apa kita di masa depan.
  • Lakukan langkah-langkah kecil mencapai mimpi besar itu. Langkah sekecil apapun akan membuat kita mencapai target-target yang telah disusun. Setelah satu demi satu target tercapai, kita pun semakin dekat dengan impian kita. Oleh karena itu, langkah-langkah kecil ini akan mencapai impian itu, secara tidak kita sadari. Jangan patah semangat, jangan putus asa, tetap konsisten dan tetap sabar apabila kita memiliki impian yang benar dan mulia. Never give up hope, but never counts on hope, seperti yang Pak Jody katakan.
  • Optimalkan potensi diri kita untuk melangkah dan mencapai mimpi-mimpi. Walaupun kita secara sadar yakin akan mencapai mimpi itu, jangan sampai potensi besar dalam diri kita berada di jalur yang tidak mendukung pikiran kita. Kenali diri kita dengan segala potensi, kelebihan, dan kekurangannya, lalu arahkan diri kita mencapai impian tersebut. Saya sangat merekomendasikan teman-teman membaca buku berjudul Tuntunlah Sang Gajah karangan Vince Poscente, penerbit BIP. Beberapa review tentang buku ini di internet (tapi dalam bahasa Inggris) dapat dilihat di sini dan sini.

Saya tidak bisa menjamin apakah jika teman-teman sudah mencoba melakukan langkah-langkah di atas, teman-teman akan sukses meraih impian dan cita-cita yang teman-teman miliki. Manusia bisa berusaha, namun hanya Allah yang menentukan takdir kita. Oleh karena itu, satu langkah lainnya yang tidak boleh terlupa adalah selalu menjaga kedekatan dan keimanan kita dengan Allah SWT, karena hanya Allahlah yang dapat memberi kekuatan kepada diri kita untuk meraih impian kita. Jika impian kita tidak tercapai padahal kita sudah berusaha semaksimal mungkin, bukan berarti itu buruk untuk kita, karena pasti Allah tahu yang terbaik.

Apakah teman-teman semua siap merekayasa masa depan teman-teman? Atau teman-teman tetap bersantai saja menjalani hidup seperti sebelum membaca tulisan ini? It’s your choice