Masih Tidak Mau Menjadi Blogger?

Apakah kita semua harus memiliki blog dan menjadi seorang blogger? Banyak orang saya ajak untuk menjadi blogger tapi masih banyak juga yang menolak, tanpa alasan yang jelas. Saya sendiri menemukan sebuah alasan baru mengapa kita semua harus menjadi seorang blogger. Here is my explanation:

  • Dahulu dunia berada di era pertanian, dengan makanan menjadi komoditas utamanya. Setelah itu, dunia ada di era industri, dengan barang-barang hasil olahan pabrik menjadi komoditas utamanya. Saat ini, semua yang membaca tulisan ini mungkin setuju bahwa kita hidup di era informasi. Apa komoditas utama dari era informasi? Tentu saja informasi atau pengetahuan yang beredar di dunia. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menghasilkan internet yang makin mempermudah pertukaran informasi.
  • Baru mendapat insight dari kuliah Knowledge Managemet yang saya ambil semester ini, bahwa setiap orang memiliki knowledge atau pengetahuannya masing-masing. Bayangkan apabila setiap knowledge yang ada di setiap kepala orang di-share kepada dunia? Bayangkan juga apabila setiap orang menolak men-share pengetahuan yang ada di kepalanya, dan dia meninggal tanpa pernah sempat men-share knowledge?
  • Dan dengan perkembangan teknologi web yang saat ini mencapai web 2.0, blog adalah salah satu faktor kunci dalam perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Dengan blog, interaksi antar orang untuk saling men-share knowledge yang dimilikinya difasilitasi dengan mudah.

Apakah teman-teman masih tidak mau menjadi blogger, padahal keuntungan yang didapat akan sangat banyak? Sayang, yang baca tulisan ini kebanyakan juga blogger, padahal maunya promosi ke yang bukan blogger.

Sekali-kali Blogger Nggak Punya Ide, Boleh kan?

Menjadi blogger itu ternyata bukan keputusan yang mudah. Seorang blogger harus terus me-maintain blognya, mengisi blognya dengan tulisan-tulisannya, sehingga banyak yang mengunjungi blog tersebut, yang akhirnya akan menjadi penggemar blog tersebut. Pembaca yang menjadi penggemar blog tersebut bisa disebut komunitas online blog tersebut, mengutip kata mas Budi Putra.

Nah, sulitnya menjadi blogger itu adalah saat dia tidak memiliki ide untuk menulis. Padahal, tulisan atau content di blog itu adalah kunci dan inti dari blogging. Apabila tidak ada tulisan baru di blognya, bisa jadi pengunjung-pengunjung setia yang telah menjelma menjadi komunitas blog tersebut akan sedikit demi sedikit pergi dan (mungkin) melupakan blog tersebut.

Setidaknya, itulah fakta yang terjadi di blog saya saat ini. Jumlah pengunjung (visit) dan kunjungan (pageviews) blog ini, seperti tercatat di Google Analytics, menurun drastis satu minggu ini dibandingkan minggu lalu. Ya, seperti diketahui, sepanjang minggu lalu saya hanya menulis satu post, itu juga bukan artikel melainkan promosi blog.univind.com.

Blogger juga manusia, jadi boleh dong, sekali-kali blogger tidak punya ide?

Memperkenalkan, Blog Univind: Blog Web dan Internet Indonesia

Setelah mempersiapkan diri beberapa waktu lamanya, akhirnya blog.univind.com resmi diluncurkan. Blog Univind ini adalah salah satu cara dari Univind untuk belajar dan berbagi ilmu untuk mengembangkan dunia web dan internet di Indonesia, seperti tujuan kami. Seluruh direksi Univind menjadi kontributor blog ini.

Blog Univind ini berisi beberapa tulisan, artikel, maupun berita yang terkait dengan perkembangan dunia web dan internet. Teman-teman dapat menemukan tulisan terkait dengan pemrograman web, disain web, email, hosting-domain, dan sebagainya. Blog Univind ini adalah tempat yang tepat untuk berdiskusi tentang dunia web dan internet.

Selamat berkunjung dan berdiskusi!

Who’s Inspiring You?

Siapa yang menginspirasikan teman-teman dalam beraktivitas saat ini? Siapa yang menginspirasikan teman-teman untuk meraih tujuan, mimpi, dan cita-cita teman-teman? Siapa yang menginspirasikan teman-teman untuk selalu berbuat lebih baik setiap harinya? Atau jangan-jangan teman-teman malah tidak punya tokoh yang menginspirasikan teman-teman untuk beraktivitas?

Inilah jawaban saya atas pertanyaan di atas. Tokoh-tokoh berikut ini mungkin ada yang teman-teman kenal, atau mungkin juga baru dikenal setelah membaca tulisan saya ini. Yang jelas, merekalah yang mengsinpirasikan saya dalam beraktivitas saat ini, menginspirasikan saya untuk terus mencapai mimpi dan cita-cita saya, menginspirasikan bahwa apabila mereka bisa melakukan hal itu, pasti saya pun bisa!

Inilah daftar orang-orang yang menginspirasikan saya:

  • Dua orang pendiri Google: Larry Page dan Sergey Brin. Mereka menginspirasikan saya dalam bidang bisnis dan teknologi. Menginspirasikan saya supaya tetap rajin kuliah untuk bisa menjadi ilmuwan, selain juga harus aktif di kegiatan ekstra kurikuler seperti mereka. Mereka adalah orang-orang pintar sekaligus cerdas. Mereka adalah ilmuwan muda yang cerdas melihat peluang bisnis. Siapa yang tidak mau menjadi seperti mereka? Ternyata, jalan hidup mereka tidak sulit untuk diikuti! Tidak percaya? Coba baca buku Kisah Sukses Google karya David A. Vise.
  • Pak Nukman Luthfie. Beliau adalah orang yang sudah bertahun-tahun malang melintang di dunia web dan perinternetan. Beliau adalah mantan direktur pemasaran dari Detik.com. Saat ini, beliau adalah pendiri sekaligus CEO dari PT Virtual Media Nusantara, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang solusi web. Saya menemukan bidang minat saya setelah saya membaca banyak tulisan beliau di blognya, ditambah lagi dengan undangan beliau untuk ke rumahnya beberapa waktu lalu. Beliau menginspirasikan saya dalam dunia bisnis, internet, dan pengembangan web. Karena terinspirasi oleh Pak Nukman, saya sangat ingin memiliki website yang terkenal dan diakses oleh banyak orang. Itu adalah fokus dan bidang minat saya saat ini.
  • Hermawan Kartajaya . Siapa tidak kenal beliau, pakar pemasaran dunia? Beliau adalah pendiri sekaligus presiden MarkPlus&Co, sekaligus Presiden World Marketing Association. Ide-ide pemasarannya yang intinya dituangkan dalam segitiga Positioning, Differentiating, Brand (PDB) sangat menginspirasikan saya dalam bisnis dan marketing (pemasaran).
  • Dalam dunia blog, saya terinspirasi oleh banyak orang. Saya banyak melihat blog-blog keren dan menarik dalam komunitas Blogger Family (BlogFam), suka blogwalking dan menemukan topik-topik menarik, dan menemukan kelebihan orang lain dalam membangun blognya. Secara khusus, beberapa orang yang menginspirasikan saya agar terus semangat dan konsisten menjadi blogger adalah Budi Putra, juga Pak Nukman Luthfie.
  • Mas Romi Satria Wahono. Siapa yang juga tidak kenal beliau? Beliau adalah pendiri ilmukomputer.com. Beliau pernah mengisi seminar di kampus saya, dan orangnya memang subhanallah inspiring banget! Mendengar dan membaca cerita-cerita perjuangan beliau semasa kuliah dulu hingga akhirnya beliau bisa seperti saat ini, banyak hikmah yang bisa diambil. Beliau menginspirasikan saya untuk tetap rajin menuntut ilmu, menjadi ilmuwan komputer, sekaligus orang yang rendah hati bersedia membagikan ilmu tersebut untuk mencerdaskan banyak orang.
  • Pak Hisar Maruli Manurung, alumni kampus saya, saat ini beliau menjadi dosen di kampus saya juga. Dulu, dia adalah Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Fasilkom sekaligus Mapres UI, dia juga sangat cerdas dan pintar sehingga dari S1 bisa langsung mengambil S3 di luar negeri. Kisahnya sudah saya tuliskan di sini. Beliau menginspirasikan saya untuk mengikuti jejaknya. Menjadi cerdas, berprestasi, sekaligus mencetak sejarah di kampus ini. Langkah-langkah beliau sama sekali tidak sulit untuk ditiru, karena beliau juga pernah menjadi mahasiswa, persis seperti kita.
  • Banyak teman-teman saya di kampus yang menginspirasikan saya untuk tetap aktif membaktikan diri memberi manfaat kepada orang lain di dunia kemahasiswaan. Demi menjaga keikhlasan mereka, saya tidak akan menyebut nama-nama mereka.

That’s all, nama orang-orang yang menginspirasikan saya hingga saya bisa menjadi iLm@N yang seperti sekarang ini. Mereka, yang telah sukses dalam bidang mereka masing-masing, telah meninggalkan jejak-jejak langkah kesuksesan yang bisa kita ikuti untuk bisa meraih kesuksesan seperti yang telah mereka lakukan, bahkan lebih. Mereka juga manusia seperti kita, sehingga tidak mustahil bukan, mengikuti jejak mereka?
Sekarang, who’s inspiring you, siapa yang menginspirasikan teman-teman semua?

17 Agustusan Pertama dan Terakhir: Silaturahim, Belut, dan Tilang Polisi

Apa arti 17 Agustusan untuk teman-teman? Bagi saya, 17 Agustusan itu memiliki satu arti penting: Silaturahim dengan tetangga. Bagi saya yang saban hari (Senin bahkan sampai Sabtu) ngampus (maksudnya pergi ke kampus) dan sangat jarang bersosialisasi dengan tetangga, rasanya tidak enak, kalau tidak dekat dengan tetangga. Sekedar info nih, saya hampir 15 tahun tinggal di rumah tempat orang tua saya tinggal sekarang. Tapi sayangnya, saya amat jarang bersosialisasi dan mengadakan kegiatan bersama tetangga. Bahkan saya yang (ngakunya) aktivis kampus, begitu masuk lingkungan rumah, berubah 180 derajat menjadi pasivis. Tidak ikut Remaja Masjidlah, tidak ikut Remaja RT, apalagi Karang Taruna.

Setelah bertahun-tahun (dari SD kelas 1 sampai kuliah tingkat 2) berada dalam kondisi pasif itu, akhirnya mendekati peringatan 17 Agustusan tahun 2006 yang lalu saya memutuskan untuk memulai aktif dan bersosialisasi dengan tetangga. Begitu ada ajakan dari Remaja RT untuk menjadi Panitia Perayaan 17-an tingkat RT, saya pun mengiyakan. Singkat kata, saya pun ikut menjadi Panitia Perayaan 17-an, dan mulai sibuk rapat, belanja sana-sini, dan lain-lain.

Sebetulnya saya sudah kenal dengan sebagian remaja RT, karena di antara mereka banyak yang sudah menjadi teman main saya sejak kecil. Tapi sejak menjadi dewasa (alah bahasanya : p), saya sudah disibukkan dengan aktivitas di sekolah, sehingga tidak dekat lagi dengan mereka. Saat sama-sama menjadi Panitia 17-an inilah, kedekatan kita kembali dirajut. Kita sangat-sangat kompak, bagaikan sahabat dekat. Saat persiapan sebelum hari-H lomba-lomba, kita sering rapat bareng, membuat bahan-bahan untuk lomba sampai larut malam, dan belanja-belanja. Setelah lomba-lomba 17-an selesai diadakan, kita makan es krim bareng, lalu malamnya main PS2 bareng-bareng di tengah jalan. Iya, benar-benar main PS2 di tengah jalan di komplek rumah saya! Benar-benar pengalaman berharga yang tak terlupa.

Satu pengalaman unik yang tak bisa saya lupakan adalah saat saya untuk pertama kalinya ditilang oleh polisi. Cerita singkatnya begini:

  • Untuk persiapan lomba menangkap belut pada tanggal 17 Agustus sore harinya, saya dan teman saya satu lagi ditugaskan mencari belut pada siang harinya.
  • Tempat yang kita perkirakan menjual belut adalah Pasar Kemiri, hanya 5 menit naik motor dari komplek rumah saya. Dekat sih, tapi jalan raya menuju pasar itu dipenuhi polisi yang siap menilang pengendara kendaraan yang tidak waspada.
  • Singkat cerita, ternyata belut-belut di pasar itu sudah habis terjual. Salah kita juga sih, datang ke sana siang-siang, dan pas pada tanggal 17nya lagi. Tahu sendiri, lomba menangkap belut kan masih jadi primadona.
  • Dengan hati sedikit menyesal, keluarlah kita dari Pasar Kemiri untuk kembali ke rumah, memberi tahu panitia yang lain bahwa belutnya tidak ada. Di sinilah cerita penilangan ini terjadi.
  • Karena sedikit kecewa tidak mendapat barang yang dimaksud, ditambah lagi dengan keinginan buru-buru pulang karena hari sudah cukup siang, saya tidak melihat rambu dilarang belok kanan di pintu keluar Pasar Kemiri. Jadi ceritanya kendaraan bermotor yang keluar Pasar Kemiri harus belok kiri dulu, lalu memutar, jika ingin belok kanan.
  • Ya sudah, ternyata sudah ada Pak Polisi yang memberi lambaian tangan, seolah-olah ingin berkata, “Sini Mas!”.
  • Dan singkat kata lagi, saya pun diberikan surat tilang dan pemberitahuan untuk datang sidang di Pengadilan Negeri Kota Depok seminggu setelahnya. Saya tidak ingin masuk neraka dan membuat Pak Polisi itu masuk neraka, sehingga saya tidak membayar uang damai. Biarlah repot-repot sedikit, yang penting jujur, dan malah enak toh disidang, dapat pengalaman baru.

Alhamdulillah, rangkaian acara Perayaan 17-an di RT saya berlalu dengan sukses. Saya pun sangat bahagia akhirnya bisa juga berkontribusi aktif di lingkungan saya.

Unfortunately, itulah pengalaman pertama sekaligus terakhir saya menjadi panitia Perayaan 17-an di RT saya. Pada Perayaan 17-an tahun 2007 ini, saya tidak dapat ikut berkontribusi, karena di kampus saya (Fakultas Ilmu Komputer UI, -red), saya diberi amanah untuk menjadi ketua panitia (Project Officer/PO) kegiatan Masa Bimbingan Pembinaan Mahasiswa Baru Fasilkom UI 2007. Karena perlu sangat fokus di kampus, saya pun tidak bisa ikut bantu-bantu di RT saya.

Kenapa saya bilang itu adalah pengalaman terakhir di RT saya? Insya Allah dalam akhir tahun ini atau awal tahun depan, orang tua saya memutuskan untuk pindah rumah ke daerah Kebagusan, Jakarta Selatan. Sekedar informasi, rumah orang tua saya sekarang ini sudah sangat tidak cukup untuk menampung kedua orang tua saya dan 4 orang anaknya yang sudah besar-besar sekaligus. Alhamdulillah orang tua ada rezeki lebih untuk membeli rumah baru yang sedikit lebih luas di Kebagusan.

Sayonara teman-teman, pengalaman seru menjadi Panitia Perayaan 17-an tingkat RT ini insya Allah tidak akan saya lupakan.

Cerdas, Berprestasi, Cetak Sejarah!

Teman-teman, mau tahu jalur ideal selama menjadi mahasiswa, dimana kita bisa mengoptimalkan diri kita, menjadi mahasiswa cerdas, aktif dan bermanfaat, sekaligus mencetak sejarah? Jadilah Mahasiswa Berprestasi (Mapres) fakultas, Mapres universitas, sekaligus menjadi pionir berdirinya sebuah lembaga yang sampai sekarang terus menghasilkan prestasi. Terasa berlebihan? Mungkin iya, mungkin juga tidak? Yang pasti, dosen kita yang bernama Hisar Maruli Manurung (Pak Ruli) telah membuktikannya. Menulis tentang topik ini, apakah berarti tulisan ini masuk kategori gosip? Silakan pembaca klasifikasikan sendiri, hehe..

Saya baru saja membaca Majalah UI (edisi 4 tahun 2007), di sana ada artikel tentang English Debating Society (EDS) UI. Sedikit info saja, EDS UI adalah salah satu di antara beberapa Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) yang berprestasi, hingga ke luar negeri. Kembali ke topik Pak Ruli tadi, ternyata artikel tersebut menyebutkan bahwa Pak Ruli adalah salah satu pendiri EDS UI pada tahun 1997, bersama-sama Permata Harahap (Fasilkom ’93) dan Ahmad Sukarsono dari FISIP UI. Tidak hanya membentuk lembaga di tingkat UI, di tingkat fakultasnya, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Pak Ruli juga salah satu pendiri ASCIIPella, kelompok paduan suara mahasiswa Fasilkom.

Hal lain yang tidak kalah mengejutkan saya pribadi adalah saat mengetahui dari sumber terpercaya (Rahmad Mahendra 2004, -red) bahwa Pak Ruli adalah Juara I Mapres Fasilkom (berarti dia Mapres Fasilkom), juga berhasil menjadi Mapres UI pada tahun yang sama! Cerdas, menjadi Mahasiswa Berprestasi, aktif di kegiatan kemahasiswaan (bahkan menjadi pendirinya!). Cerita tentang Pak Ruli tidak berhenti sampai di sini. Bahkan setelah lulus pun, Pak Ruli tidak mengambil S2. Beliau mengambil kuliah S3, dan berhasil mendapatkan gelar Doktor dalam bidang Artificial Intelligent. Dari S1 langsung S3? Ternyata, hal ini sudah biasa di Eropa. Bagi mahasiswa yang pintar, cerdas, dan mengetahui bidang minatnya, dia bisa langsung mengambil S3.

Kembali lagi ke kisah luar biasa tentang Pak Ruli yang belum berhenti sampai di sini. Setelah lulus S3 Pak Ruli kembali ke Fasilkom dan menjadi dosen tetap, salah satunya menjadi dosen untuk mata kuliah Sistem Cerdas (SC) dan Struktur Data dan Algoritma (SDA). Karena gaya mengajarnya yang unik, cara membawakan kuliahnya juga menarik, ditambah lagi dengan wajahnya yang (kata beberapa wanita) cukup menarik, serta suaranya yang merdu, Pak Ruli menjadi salah satu dosen favorit mahasiswa.

Tulisan ini bukan mengisahkan kehidupan Pak Ruli. Tulisan ini mengajak kita untuk mencontoh langkah-langkah Pak Ruli, yang-menurut saya-sangat ideal untuk diteladani. Sebagai mahasiswa, kita harus bisa mengoptimalkan diri kita semaksimal mungkin. Gunakan waktu yang ada untuk melakukan aktivitas-aktivitas positif, seperti belajar giat, aktif di kegiatan kemahasiswaan, dan menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain. Hilangkan (atau minimal kurangi) hal-hal yang tidak memiliki manfaat bagi kita. Tidak berhenti sampai di sini saja, Pak Ruli juga menunjukkan bahwa mahasiswa dapat juga mencetak sejarah manis.

Jadi teman-teman, siapa yang tidak ingin menjadi cerdas, berprestasi, serta mencetak sejarah? Saya mau, dan Insya Allah saya akan mencapainya.

Alhamdulillah, Fauzi Bowo Menang Pilkada DKI!

Ada apa dengan judul ini? Apakah iLm@N mendukung Fauzi Bowo sebagai gubernur DKI 2007-2012? Oh, tentu tidak. Saya pemegang resmi KTP Depok, sehingga walaupun sangat ingin mendukung salah satu calon gubernur DKI 2007, saya tidak berhak untuk itu. Lalu, ada apa gerangan dengan judul ini? Begini ceritanya:

Walaupun hasil Pilkada DKI Jakarta 2007 belum resmi diumumkan oleh KPUD DKI Jakarta, hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan berbagai lembaga survey seperti Lingkaran Survey Indonesia (LSI), Lembaga Survey Indonesia (LSI), Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Startegis (Puskaptis), Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI, bahkan oleh real count Tim Adang-Dani Center, menunjukkan bahwa pasangan nomor 2 Fauzi Bowo – Prijanto lebih unggul dibandingkan pasangan nomor 1 Adang Daradjatun – Dani Anwar. Bisa dipastikan, Fauzi Bowo – Prijanto-lah yang akan memegang amanah sebagai gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012. Bahkan, Fauzi Bowo sudah bersyukur dan yakin atas kemenangan dirinya ini.[1]

Lalu, kenapa saya bersyukur Fauzi Bowo yang menang? Jawabannya adalah, karena Adang Daradjatun – Dani Anwar dan partai yang mengusungnya, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS),? legowo, bersyukur, dan menerima kekalahan ini[2] [3]. Asalkan tidak ada kecurangan-kecurangan yang signifikan berpengaruh dalam Pilkada DKI Jakarta ini, saya yakin PKS akan bersikap dewasa dengan menerima kekalahan ini, tidak ambisius dan haus akan kekuasaan. Satu partai saja tentu mudah bersikap legowo dan menerima kekalahan. Bagaimana jika 20 partai? Mudahkah mereka legowo dan menerima kekalahan seperti yang dilakukan PKS dan Adang – Dani? Itulah alasan utama mengapa saya bersyukur.
Saya khawatir, kejadiannya seperti yang terjadi setelah Pilkada Depok 2005? Sampai saat ini, Partai Golkar yang mengusung Badrul Kamal (mantan walikota Depok sebelumnya yang kalah oleh Nurmahmudi Ismail, walikota terpilih 2005-2010, calon dari PKS), disinyalir masih tidak terima dengan hasil Pilkada Depook 2005 dan menggunakan segala cara untuk menghambat kinerja walikota Depok terpilih. [disclaimer: Paragraf ini sepenuhnya berisi pendapat pribadi saya setelah membaca berbagai berita di media tentang kondisi politik di Depok. Saya tidak menemukan tautan berita yang isinya persis sama dengan kesimpulan saya ini.]

Jangan sampai, kota Jakarta yang sama-sama kita cintai ini, terhambat pembangunannya dan tidak selesai masalah-masalahnya, karena elite-elite politik di legislatif dan eksekutif sibuk bersaing memperebutkan kekuasaan. Sibuk meng-klaim dirinyalah yang seharusnya menang di Pilkada DKI Jakarta 2007 ini. Padahal, Jakarta memang harus terus berubah menjadi lebih baik, menata dirinya untuk menjadi kota internasional. Persoalan DKI Jakarta jauuuh lebih besar dibandingkan persoalan pemenang Pilkada DKI Jakarta 2007. Ayo, Benahi Jakarta untuk Semua!

Tautan