First Project

Assalamu’alaikum..
Alhamdulillah, baru dikabarin tadi sama Kamal, bahwa Apadonk punya proyek pertama.. Proyek ngebuat web… Kata Kamal, mereka minta satu minggu jadi, dengan bayaran Rp **** (Hehehehe, rahasia dong..)…

Alhamdulillah, pengalaman pertama ini akhirnya bisa kita dapat juga.. Mudah2an tercapai hasil yang maksimalnya ya.. Do’ain aja ya temen2 semua..

Project Manager proyek kali ini adalah Eko.. Besok pagi jam 8 mau ngumpul lagi di fasilkom buat ngomongin ini…

Bismillah.. Sukses buat apadonk..

~in Multiply: Apr 13, ’06 9:36 AM

DPM dan BEM Fasilkom baru.. Semangat baru.. Harapan baru..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Berikut ini gw sampaikan hasil penghitungan Ketua BEM dan DPM Fasilkom UI 2007/2008

Anggota Independen DPM Fasilkom UI 2007/2008:
1. Arudea M. = 89 suara
2. Akhda Afif R. = 169 suara
Tidak sah = 5 suara
Abstain = 3 suara

Akhda Afif R. adalah Ketua DPM Fasilkom UI 2007/2008. Arudea adalah anggota DPM Fasilkom UI 2007/2008

Ketua BEM Fasilkom UI 2007/2008:
1. Suharjono = 35 suara
2. Franova H. = 223 suara
3. Aditya N. = 33 suara
Tidak sah = 4 suara
Abstain = 1 suara

Franova Herdiyanto adalah Ketua BEM Fasilkom UI 2007/2008

Kepada Afif, Aru, dan Smel, amanah menjalani DPM dan BEM Fasilkom UI 2007/2008 ada di pundak kalian.. Jangan sia-siakan amanah yang diberikan hampir 300an mahasiswa Fasilkom ini.. Jadikan DPM Fasilkom dan BEM Fasilkom organisasi yang bisa memberi manfaat secara nyata bagi masyarakat Fasilkom.. Jangan menjadi organisasi yang bermanfaat hanya bagi segelintir orang tertentu saja..

Bagi mahasiswa Fasilkom yang telah memilih Afif, Aru, dan Smel, jangan tinggalkan mereka selama memegang amanah ini. Terus awasi mereka, kritik mereka, luruskan kesalahan mereka, ingatkan mereka, agar mereka bisa memegang amanah ini dengan baik..

Tetap semangat semuanya!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tips Merawat Laptop

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Harga laptop yang semakin lama semakin turun menyebabkan laptop sudah bukan menjadi barang mewah lagi, tentu bagi sebagian orang. Di kalangan mahasiswa sendiri, yang penulis berada di dalamnya, makin banyak orang yang memiliki laptop. Tidak hanya bagi mahasiswa komputer yang memang membutuhkan interaksi yang sering dengan komputer, tetapi juga mahasiswa-mahasiswa fakultas lain, seperti fakultas sosial, ilmu pengetahuan alam, maupun teknik. Salah satu penyebabnya mungkin karena fasilitas internet nirkabel (Wi-Fi) yang semakin menjamur di berbagai tempat di kampus.

Tentu sebuah kemajuan besar bagi Indonesia dengan semakin banyak orang yang melek teknologi informasi dan internet karena banyaknya yang memiliki laptop. Untuk menjaga kemajuan bangsa tersebut, laptop sebagai salah satu pendukung harus dirawat dengan baik. Lewat tulisan yang Insya Allah bersambung ini, penulis akan sedikit berbagi cerita dan pengalaman tentang bagaimana merawat laptop supaya panjang umur, tetap dalam kondisi baik, dan tetap bisa menjadi pendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Bagian pertama dari tulisan bersambung ini adalah tentang merawat laptop secara fisik

I. Merawat Fisik
1. Penting! Jangan menaruh beban berat di atas laptop. Jangan menginjak, menaruh buku yang berat, maupun hal-hal lain yang memberikan tekanan pada laptop. Berdasarkan pengalaman pribadi, tekanan pada bagian atas laptop akan menyebabkan goresan permanen pada layar LCD.
2. Badan laptop (bagian atas/penutup laptop dan bagian di sekeliling keyboard) yang terbuat dari plastik adalah bagian rentan goresan. Jika memungkinkan, gunakan plastik pelindung yang ditempelkan ke badan laptop untuk menutupi bagian-bagian tersebut. Biasanya, plastik tersebut tidak diberikan oleh produsen laptop, melainkan oleh toko. Ada beberapa toko laptop yang memberikan plastik penutup sebagai bonus. Jika tidak, coba tanyakan ke toko tempat membeli laptop, apakah bisa membeli plastik pelindung itu.
3. Sebisa mungkin, jangan bawa laptop di dalam tas yang penuh berisi barang-barang. Laptop bisa terkena tekanan (lihat nomor 1), juga memperbesar peluang tergoresnya badan laptop. Kalau bisa gunakan tas laptop yang terpisah dari tas barang-barang lainnya. Walaupun sedikit lebih merepotkan dan membuat peluang tas laptopnya tertinggal (pengalaman pribadi, baca: ), ini adalah tips perawatan laptop yang cukup penting.
4. Minimalkan peluang laptop tergencet-gencet walaupun ada di dalam tas, seperti berada dalam bis maupun kereta yang penuh. Bagi yang pulang pergi naik kendaraan yang penuh, sebaiknya laptopnya jangan dibawa, karena berisiko tergencet. Selain alasan tergencet, alasan kemanan juga penting.

Tunggu tulisan selanjutnya. Bagian II. Merawat Layar Laptop
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Konsistensi

Adalah penting untuk mendaki sampai ke puncak gunung, tetapi jauh lebih penting untuk berusaha bertahan di puncak gunung itu. Bahwasanya penting untuk berkarya, tetapi jauh lebih penting untuk tetap berkarya; bahwasanya penting untuk memberi kontribusi, tetapi jauh lebih penting untuk tetap memberi kontribusi.

Karya-karya besar, atau sukses-sukses besar yag mensejarahkan serang pahlawan adalah gabungan karya-karya kecil, atau sukses-sukses kecil, yang terakumulasi di sepanjang jalan hidup seorang pahlawan. Proses menyejarah, dengan begitu, menemukan kerumitan yang kompleks pada dimensi waktu, terutama ketika ia berhubungan dengan persoalan konsistensi, atau pada penilaian yang kita lakukan terhadap karya-karya kita sendiri.

Tulisan di atas adalah kutipan dari buku Konsistensi Meraih Khusnul Khotimah, karangan M. Anis Matta..

Satu hal yang dapat disimpulkan adalah, konsistensi sampai akhir memainkan peran sangat penting dalam kehidupan kita, jika kita ingin mendapat hasil yang terbaik. Lakukan hal-hal kecil, raih kesuksesan-kesuksesan kecil, yang dengan hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten itu kita meraih kesuksesan besar di akhir kehidupan kita.

Apa Kepanjangan PMB?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Karena isu tentang PMB semakin hangat, rasanya bikin postingan tentang PMB lumayan seru juga ya..

Sebelumnya, apa itu PMB? Rasanya apa itu PMB silakan didefinisikan masing-masing deh.. Sebetulnya definisi PMB ada di AD/ART IKM Fasilkom, tapi karena banyak orang tidak tahu AD/ART IKM Fasilkom, rasanya memakai definisi itu tidak relevan kan?

Langsung ke topik sesuai judul postingan ini, apa kepanjangan dari PMB? Menurut gw pribadi, definisi tentang suatu hal akan berhubungan dengan terminologi hal itu.. Oleh karena itu, rasanya perbincangan tentang kepanjangan PMB cukup menarik kan?

Iya, apa kira-kira kepanjangan PMB?
1. PMB = Penyambutan Mahasiswa Baru
2. PMB = Penerimaan Mahasiswa Baru
3. PMB = Pembinaan Mahasiswa Baru
4. PMB = Perpeloncoan Mahasiswa Baru
5. PMB = Perbalasdendaman Mahasiswa Baru (apaan sih, maksa!)
6. PMB = Per-kata kerja-an Mahasiswa Baru

Kita buka votingnya ya? Mana yang paling tepat menurut kalian?

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Slebor mode: ON

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wah, ini sudah saatnya diceritakan, supaya setiap orang bisa ngingetin gw tentang kelemahan gw no.1: Slebor.. Buat yang nggak tahu definisi dari slebor, slebor itu adalah nama lainnya ceroboh.

Setidaknya dua cerita di bawah ini, yang melibatkan satu benda yang sama, mudah-mudahan dapat menjadi pengingat gw pribadi, kalo level slebor gw tampaknya sudah masuk level tinggi. Kalo menggunakan tingkatan Jedi di film Star Wars, level slebor gw ini sudah bukan Jedi Apprentice (murid), tapi sudah Jedi Knight.. Sedikit lagi Jedi Master..

Benda yang tertinggal karena kesleboran gw itu bernama Laptop..

Begini kisah yang pertama..
Hari Jum’at, 11 Mei 2007 yang lalu.. Pukul 11.30, menjelang waktu sholat jum’at..
Dengan masih membawa 2 tas (tas buku dan tas laptop), gw ngambil air wudhu di Fasilkom, karena kalo wudhu di MUI pasti penuh banget. Setelah wudhu, gw berencana menaruh tas buku dan tas laptop gw di ruang BEM, karena kalo dibawa sholat jum’at ke MUI, pasti ngerepotin naronya.

Gw pun masuk ke ruang BEM dan menaruh dua buah tas gw ini. Lalu gw memutuskan untuk membawa tas laptop gw ke MUI.. Saat gw mengunci pintu ruang BEM, tiba-tiba datanglah 2 wanita dari BEM UI menitipkan 2 surat, satu untuk Ketua BEM Fasilkom, satu lagi untuk Mahalum. Karena surat itu mustahil diberikan sekarang (mau jum’atan), gw pun masuk lagi ke ruang BEM untuk menaruh surat itu. Gw pun mencopot sendal, dan menaruh tas laptop gw di meja di depan ruang BEM. Di sinilah kesleboran pertama datang. Setelah gw menaru surat di dalam ruang BEM, gw langsung keluar, mengunci pintu Ruang BEM, memakai sendal, dan berjalan ke tempat parkir untuk naik motor bareng Chandra ke MUI.

Karena gw nggak bawa laptop, dan lupa sama sekali kalo tas laptop gw ada di luar ruang BEM, selama sholat jum’at gw berpikiran bahwa laptop gw masih tersimpan aman di ruang BEM yang terkunci.. Akhirnya, begitu selesai sholat Jum’at gw balik ke Fasilkom, gw menemukan tas laptop gw masih tergeletak di atas meja di depan ruang BEM, diliatin sama beberapa temen gw.

Alhamdulillah ya Allah, selama 45 menit laptop gw tertinggal, laptop ini masih menjadi rezeki gw.. Untung Fasilkom adalah fakultas yang cukup sepi.. Coba ketinggalan di FIB.. Entah gimana kelanjutannya..

Itu kasus pertama.. Masih ada kasus kedua, terjadi tadi sore.

Kejadiannya lebih singkat, hanya tertinggal 2 menit, tapi lebih parah tingkat bahayanya..

Jadi gini ceritanya.. Tadi sore sebelum jam 16, gw pergi ke Pocin sejenak untuk mencari tempat print foto digital. Singkat kata, gw berjalan ke sana mengendarai motor vespa kesayangan gw. Sedikit informasi, kalo gw naik Vespa, tas buku gw pasang di punggung, sedangkan tas laptop gw sangkutin di vespa.

Nah, setelah berjalan beberapa saaat, ketemulah tempat yang dimaksud. Gw lalu mematikan mesin motor, mengunci stang motor, mencabut kunci motor, menaruh helm di spion, lalu parkir motor di seberang tempat print itu. Gw pun segera menyebrang jalan pocin untuk masuk ke tempat print foto. Gw lalu mengeluarkan flashdisk dari kantong celana dan memberikan flashdisk itu ke mas-mas operator. Saat flashdisk dibuka, gw kepikiran kalo misalnya gambar yang mau gw print itu ternyata masih ada salahnya, gw bisa langsung ngedit di laptop yang gw bawa.. Nah, pada saat itu gw langsung sadar, kalo gw masuk tempat print foto itu tanpa membawa tas laptop.. Tas laptopnya masih tertinggal di motor! Langsung gw ngomong, “sbentar ya mas”, dan berlari ke arah motor gw, dan alhamdulillahnya, tas laptop gw masih di motor.. Sekali lagi alhamdulillah ya Allah.. laptop ini masih menjadi rezeki gw..

Slebor yang kedua ini jauh lebih bahaya, karena dari puluhan orang yang berlalu lalang melewati motor gw itu, pasti tidak sedikit orang yang melihat bahwa ada tas yang bertuliskan Acer tersangkut di motor. Dan dari banyak orang yang melihat ada tas laptop di motor, ada kemungkinan orang yang berniat jahat.. Sekali lagi alhamdulillah ya Allah..

Ya, jadi hikmah yang bisa diambil adalah: Jangan slebor! Bagaimana cara agar tidak slebor? Gw menemukan bahwa cara supaya tidak slebor adalah dengan tidak melakukan sesuatu terburu-buru, karena kalo terburu-buru, pasti ada yang terlupakan..

Oke? Jadi teman-teman, tolong selalu ingetin gw yang slebor ini ya.. Terimakasih..

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ya Allah, Ini Tak Akan Pernah Selesai!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebelum dan setelahnya, juga setiap saat, astaghfirullah al-‘adzhim.. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kekhilafan gw.. Semoga Allah mengampuni segala kedzholiman dan kemaksiatan yang gw lakukan selama mengemban amanah ini..

Setelah membaca blognya leni dan hening, I’m wondering too..

Ya, gw benar-benar bersyukur, bisa menjadi bagian dari BEM pertama sepanjang sejarah Fasilkom.. Gw benar-benar bersyukur, memiliki sahabat-sahabat sesama BPH.. Gw bersyukur, dapat belajar banyak dari sahabat-sahabat sesama BPH, yang jauh lebih dewasa dari gw..

Kalo mengetahui akhir dari BEM Fasilkom 06/07 indahnya akan seperti ini, gw tidak akan mengeluh di setengah tahun pertama bahwa amanah sebagai BPH apalagi Kabid Kastrat tidak cocok untuk diemban oleh mahasiswa tingkat dua.. Mohon maaf karena gw pernah merasa tidak PD dan memandang amanah yang diberikan kepada gw selalu sebagai beban..

Di akhir kepengurusan BEM Fasilkom 06/07 ini, izinkan gw meminta maaf kepada sahabat-sahabat gw sesama BPH karena tidak bisa mengemban amanah seoptimal amanah yang kalian emban.. Secara khusus kepada Abe dan Yudi, maaf seribu maaf Yud, Be, gw tidak optimal sepanjang tahun ini karena gw pernah menyesali keputusan kenapa mahasiswa tingkat dua seperti gw ini langsung diberi amanah berat sebagai BPH BEM Fasilkom..

Izinkan gw juga untuk meminta maaf kepada keluarga gw di Kastrat, karena ternyata kalian harus menerima nasib dipimpin oleh teman seangkatan yang tidak cakap menjadi pemimpin, tidak cakap mengoordinasi dan mengingatkan, bahkan tidak pernah mengadakan team building di awal.. Wanto, Ichsan, Anto, Kamal, Anjar, Yohanes, Narpati, juga Niko.. Terimakasih banyak atas semangatnya, atas pengorbanannya, atas tetesan keringatnya, atas setiap lembar uangnya, atas setiap waktunya, atas senyumnya, dan atas segala kebaikannya dalam setahun kepengurusan BEM Fasilkom 06/07 ini.. Maaf gw tidak bisa membalas segala kebaikan kalian, hanya Allah, Tuhan Yang Maha Esa sajalah yang bisa membalas kebaikan kalian dengan sempurna..

Juga untuk semua sahabat gw sesama BPH.. Yudi, sosok ayah dan kakak yang menjadi contoh dari awal.. Abe, sosok kakak yang tegas dan berprinsip.. Dirga, sosok pahlawan yang ikhlas tanpa reserve..

Sawi, sosok kakak yang pelit tapi baik hati dan teguh menjaga amanah.. Moja, sosok manusia kreatif tanpa lelah.. Hening, sosok tegar yang selalu dapat memotivasi.. Leni, sosok ibu dengan kepekaan sosial yang melebihi siapapun.. Ipur, rekan senasib sepenanggungan sejak SMA, nanti jangan heran kalo CV kita nanti sama ya pur.. Yud1, sosok misterius yang baik hati.. Smel, sosok manusia yang hangat dan dicintai banyak orang..

Arya, salah satu dari sedikit orang yang tulus dan baik hati.. Mbak Atien, sosok ibu dan kakak perempuan.. Tanto, manusia kontroversial yang tidak takut mengatakan kebenaran.. Gita, sosok yang ramah dan amanah..

Juga buat Irvan, Mbak Ceyi, dan Rora, yang pernah menjadi bagian dari keluarga besar BEM Fasilkom juga..

Selesainya BEM Fasilkom 06/07 tak akan pernah menyelesaikan hubungan persaudaraan kita.. Semoga Allah selalu merahmati dan memberkahi kehidupan kita..

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh