dosen telat?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pernahkah berpikir kenapa beberapa dosen suka menyelesaikan kuliahnya di luar waktu (baca: selesai kuliahnya telat)? Hal ini terjadi pada beberapa dosen mata kuliah di Fasilkom semester ini. Ada yang selesai 5 menit setelah jadwal seharusnya, ada yang 10 menit, bahkan ada yang sampai 20 menit. Mahasiswa di kelas tentu semakin tidak fokus, semakin ngedumel, dll.. Kira-kira apa sebabnya ya?

Tentu saja, ini adalah sebuah masalah yang tidak sepele. Karena ada sesuatu yang dikorupsi: waktu. Kalo korupsi uang definisinya adalah mengurangi uang yang seharusnya diterima (mencuri uang), korupsi waktu rasanya bisa didefinisikan sebagai proses menambahkan waktu dari jadwal yang seharusnya (mencuri waktu).

Ada yang tahu apa sebabnya? Karena kita diharuskan introspeksi diri (mencari kesalahan dalam diri) dulu sebelum mencari kesalahan tersebut pada orang lain, maka seharusnya mahasiswa introspeksi diri terlebih dahulu. Menurut gw, salah satu hal dari mahasiswa yang menyebabkan dosen telat menyelesaikan kuliah adalah karena mahasiswanya juga telat masuk kuliah! Mahasiswanya sudah korupsi duluan. Ini memang hanya perkiraan saja, bukan riset psikologis. Tapi rasanya dosen boleh berpikir, “Kalo mahasiswanya telat dateng, boleh dong, selesainya kuliah telat juga..”.

Tapi ada juga penyebabnya lainnya: dosennya juga telat masuk kuliah. Hal ini lebih parah bukan? Dan ini memang benar terjadi adanya. Dan masih ada penyebab lainnya kenapa kuliah selesai terlambat: materi kuliah yang terlalu banyak. Masih ada juga penyebab lainnya: kurikulum pendidikan yang tidak disusun dengan optimal. Dan semua penyebabnya bisa ditimpakan kepada pihak yang memiliki hak untuk mendidik (baca: fakultas, dekanat, dan dosen-dosen), bukan kepada pihak yang menerima pendidikan itu (baca: mahasiswa).

Apakah ada mahasiswa yang sependapat dengan saya? Jangan-jangan, mahasiswa tidak merasa waktunya dikorupsi? Bagaimana pendapat Anda?

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

pengalaman pertama download eh donor darah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Waw, tadi gw baru mengalami pengalaman pertama yang menakjubkan.. Kalo baca judul post ini, pasti tahu, kalo gw baru pertama kali mengikuti download (kok refleks nulis download terus sih?) eh donor darah..

Sedikit info aja, acara donor darah ini adalah rangkaian kegiatan Charity Week, yang diadakan oleh bidang Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI. Kegiatan ini tepatnya dilaksanakan oleh anak-anak angkatan 2006 yang ikut magang di bidang Pengmas..

Buat yang belum pernah ikut donor darah, gw sangat menyarankan untuk ikut, karena percayalah, tidak sakit sama sekali (sakit dikit ding!), dan tidak menyeramkan.. Malahan kita bisa dapet pahala kebagikan karena kita menyumbangkan darah kita untuk kebaikan orang lain yang membutuhkan darah segar (halah, kaya drakula aja..)

Gw jelasin sedikit deh, tentang tahapan2 yang gw lalui tadi.. Mudah2an bisa mendorong semangat untuk mendonorkan darahnya.. Karena jujur, awalnya gw ragu-ragu karena takut. Alhamdulillah akhirnya bersedia juga, dan gw ngerasain plong dan seneng banget..

Pertama, tentu saja daftar dulu. Kedua, setelah daftar, kita dicek dulu: golongan darahnya, tekanan darahnya, punya penyakit apa, hemoglobinnya cukup atau tidak. Istilah kerennya: Audisi. Ada banyak temen gw yang nggak lulus audisi. Ada yang hemoglobinnya kurang, ada yang tekanan darah rendah, ada yang sakit, dll.. Alhamdulillah gw lolos audisi. Tekanan darah 130/90 masih normal, jumlah hemoglobin cukup, tidak menderita penyakit berat, dll..

Di tahap ini kita juga di tes golongan darahnya. Gini proses pengetesan golongan darah: Ujung jari kita ditusuk dengan semacam alat yang mengeluarkan jarum. Lalu keluarlah setetes darah dari ujung jari kita. Tidak sakit, hanya seperti digigit semut –> Ini tidak bohong! Bagi yang tegang dan takut disuntik mungkin akan merasa sakit kali ya? Makanya jangan tegang! Tadi gw juga nggak takut, karena mbak yang meriksa gw di awal ramah banget.. Sampe gw selesai donor darah juga masih becanda sama mbaknya itu..

Setelah diambil sedikit darah dari ujung jari, darah itu diteteskan dua bagian ke piring kaca kecil, lalu masing2 bagian diteteskan cairan yang berbeda. Teorinya ada, tapi yang jelas itu buat ngecek golongan darah..

Setelah tahap ‘audisi’ selesai, sampailah kita pada babak spektakuler (fuih, Idol banget..). Gw jelasin sedikit tahapannya: Pertama kita tidur di ranjang.. Lalu, mbak-mbak (soalnya gw dapet mbak-mbak) atau mas-mas dari PMI yang akan mengambil darah kita mempersiapkan diri. Mbak-mbaknya nyuruh kita mengepalkan tangan, setelah itu lengan kita (kiri/kanan) lalu dibungkus dengan alat pengukur tensi darah dan diukur kembali tensinya, dan lengan kita pun terkena tekanan. Mbak-mbaknya lalu menekuk lengan kita, dan diluruskan kembali. Sepertinya ini adalah teknik2 khusus untuk mencari titik penusukan jarum buat donor. Yang dicari adalah pembuluh darah vena yang memiliki tekanan paling kuat untuk mengeluarkan darah.. Jadi, donor darah itu mirip sulap juga sebenernya.. Tanpa alat apapun untuk menyedot darah, darah dari lengan kita keluar begitu saja hingga memenuhi kantung darah. Kuncinya adalah tekanan dari jantung yang namanya tekanan diastole (atau sistole?), yaitu tekanan darah menuju jantung..

Udah ah pelajaran biologinya.. Setelah mbak-mbaknya menentukan titik untuk ditusuk, mbak-mbaknya mempersiapkan kantong darah yang masih kosong. Buat yang mau mendonorkan darahnya, perhatikan, kantong kosong itu, dalam 10-15 menit, akan penuh terisi darah kita.. Mbak-mbaknya lalu mengoleskan alkohol dan iodium (bahasa pasarnya: Betadine) ke daerah yang akan ditusuk. Setelah itu, inilah bagian yang terasa paling mengerikan (nggak ding, soalnya gw nggak ngeri) buat orang-orang yang belum pernah donor darah: penyuntikan jarum! Gw nggak usah ceritain cara nusuknya kan? Pokoknya, rasanya mirip dengan penusukan jarum di ujung jari tadi, tapi sedikit lebih ada rasa ngilu. Tapi, rasa sakit dan ngilu ini masih ada di ambang batas yang bisa ditahan orang dewasa kok.. Tenang aja.. Gw, yang nggak tega ngeliat yang kaya begini, lebih memilih memejamkan mata daripada ngeliat langsung jarum ditusuk. Gw percaya, ini mengurangi rasa khawatir dan tegang.

Kalo kita ngerasa pusing dan lemes saat darah kita keluar, kata mbak-mbaknya, proses donor darah bakal dihentiin.. Hal ini terjadi katanya sama orang yang baru pertama kali donor darah.. Mungkin dia ngerasa tegang dan syok, jadinya saat donor dia tiba-tiba pusing.. Makanya, santai aja oke?

Singkat kata, 10-15 menit kemudian, kantung darah yang tadi kosong penuh terisi darah kita. Mbak-mbaknya pun melepas jarum dari tangan kita, dan lagi-lagi, gw memilih merem daripada ngeliatin ini. Setelah dicabut, lengan kita ditekuk untuk menghentikan darah keluar, lalu diberi plester dan salep. Setelah selesai, bangunlah gw dari ranjang, dan roti serta susu coklat sudah menanti.. Nyamm…

Tanpa terasa, dalam 10-15 menit, 250-300 cc darah kita sudah kita sedekahkan untuk orang lain.. Kata mbak-mbaknya, donor darah rutin (3 bulan sekali) membuat sirkulasi darah kita lancar.. Oh iya, katanya efek setelah kita donor darah bikin kita lemes ya? Ah, gw nggak percaya.. Alhamdulillah, abis donor darah, gw masih semangat kok.. Masih bisa rapat, masih bisa ketawa2, dll.. Tergantung orangnya kali ya?

Mbak-mbaknya juga bilang, selama 3 hari ke depan, tangan yang abis digunain buat donor nggak boleh dipake buat ngangkat yang berat-berat.. Kalo dilanggar, ada kemungkinan tangannya bengkak..

Oke, itulah pengalaman pertama gw mendonor darah.. Insya Allah gw nggak kapok buat ngedonorin darah gw lagi 3 bulan lagi.. Mudah2an abis pada baca postingan gw ini jadi tertarik buat ikutan donor darah juga..

Oke2..

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ideal?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menjadi idealis adalah sebuah hal yang sangat ideal bagi manusia. Secara fitrah, manusia memang tidak akan pernah menjadi orang yang ideal. Oleh karena itu, sangatlah penting memiliki idealisme, karena dengan memiliki idealisme, kita bisa menjadi orang yang mendekati ideal.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

football mode: ON

Football Mode: ON!

Satu bulan ke belakang: CS League, yang sukses dilalui dengan juara dua. (Baca postingan sebelumnya).
Satu bulan ke depan: Olimpiade UI. Gw dipercaya menjadi kiper tim futsal dan sepak bola Fasilkom
Satu bulan ke depan: Liga Champions. Alhamdulillah Milan lolos ke semi final, bertemu Manchester United. Sampai jumpa di Final, Chelsea!
Saat ini: Baju bola angkatan 2005 sudah jadi! Tunggu fotonya di postingan selanjutnya..

Football Mode: ON!

Ole..Ole..Ole..

Keceriaan dan Kesedihan Final CS League


atas: the (almost) winning team: (inset) Ichsan, Sidicx, Aqien, Bari, Renggo, Yudha, Chandra, gw (iLm@N)
bawah: the (real) winning team: Kresna, Hafidz, Andra, Fuadi, Wisnu, Baim, Prastudi, YeWe


Konsolidasi internal menjelang pertandingan


Kick-off pertama oleh Prastudi


Salah satu aksi Chandra, Top Scorer kita


Saking berbahayanya, Chandra sampe dihadang 2 orang!


Mencoba bertahan dari serangan. Very effective defense, friends!


Mencoba memulai serangan, lewat lemparan kiper jarak jauh


Break sebentar saat istirahat babak pertama


Kick-off oleh Yudha, tanda babak kedua dimulai


Suasana pertahanan Compaq FC, saat serangan bertubi-tubi mulai datang


Bari, mencoba mengamankan pertahanan


Sidicx, sampai jatuh bangun dalam menyerang


Renggo, jatuh bangun bertahan dan menyerang


Compaq FC jatuh bangun mempertahankan gawang, walaupun akhirnya kalah juga.. =D

CS League Final

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, final kompetisi futsal se-Fasilkom (CS League) terlewati juga.. Walaupun kalah 5-3 oleh tim 3309 FC, gw cukup seneng, karena tim gw berhasil maju sejauh ini, dan gw alhamdulillah masih bisa bertahan cukup baik di bawah mistar gawang..

Sedikit cerita bagaimana serunya pertandingan tadi ah..
Sebelumnya gw memperkenalkan tim gw dulu, yaitu Compaq FC:
1. Gw (Muhammad Ilman Akbar)
2. A. Sobari
3. A. Muttaqien
4. Chandra Prasetyo U.
5. M. Ichsan
6. M. Sidik
7. M. Yudha
8. Renggo Pribadi

Kenapa namanya Compaq? Karena kita mau jadi tim yang kompak (halah, maksa banget), dan kata Compaq itu di angkatan gw sudah sangat familiar, karena digunakan buat ngeledekin Chandra, yang punya laptop merk Compaq. Akhirnya Chandra jadi ikon di Compaq FC..

Perjalanan tim Compaq FC untuk mencapai final cukup panjang, jadi gw ceritain ringkasannya aja ya..

Pertandingan grup dilewati dengan cukup meyakinkan, 2-1 melawan tim No Way Out (anak2 2006), dan 5-3 melawan tim Mohlisav (juga anak2 2006). Lolos penyisihan grup, langsung masuk semifinal, ketemu dengan tim dari satu angkatan, yaitu Kepingin Tampil. Alhamdulillah, Compaq FC tampil sangat meyakinkan, dan mengalahkan Kepingin Tampil dengan skor (waduh, lupa saya!). Singkat kata, Compaq FC masuk ke final CS League, bertemu dengan tim 3309 FC, yang cukup disegani di Fasilkom. Selama perjalanan menuju final, ikon tim Compaq FC berhasil mencetak banyak sekali gol (kalo nggak salah 9 gol)..

Final dimulai sekitar pukul 08.30.. Sayang sekali, penontonnya nggak terlalu banyak (nggak sebanyak pertandingan2 sebelumnya), jadinya sedikit kurang meriah.. Pas pertandingan dimulai, Ichsan belum datang, karena masih ada urusan. Starting line-upnya (kalo nggak salah ya, lupa soalnya!) adalah Ilman (kiper), Yudha (depan), Sidik (depan), Bari (belakang), Renggo (tengah).

Babak pertama berjalan sangat cepat, secepat Compaq FC membuat gol ke gawang 3309 FC. Babak pertama adalah milik Compaq FC, karena berkali-kali Compaq FC menekan pertahanan 3309 FC, dan total menghasilkan 3 buah gol. Gol pembuka diciptakan oleh Yudha, lalu Sidik juga menyumbang gol, dan terakhir Chandra, dengan first time shoot oleh umpan lemparan dari gw. Pertahanan Compaq FC sangat efektif, sehingga gw tidak perlu jatuh bangun menyelematkan gawang dari serangan-serangan 3309 FC. Akhirnya, babak pertama berakhir dengan skor 3-0 untuk keunggulan Compaq FC.

Compaq FC mulai masuk ke babak kedua dengan keyakinan akan menjadi juara. Compaq FC merasa sudah bermain sangat baik, ditambah lagi 3309 FC terlihat tidak mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Akan tetapi, ternyata babak kedua tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Berawal dari panasnya matahari, karena Compaq FC bermain di sisi lapangan yang terkena terik matahari (babak pertama Compaq FC bermain di sisi yang teduh karena bayangan pohon), stamina setiap pemain Compaq FC mulai menurun secara drastis. Lebih-lebih, Compaq FC bermain dengan tempo yang sangat cepat (gw bertanggung jawab atas hal ini, karena serangan Compaq FC seringkali dimulai dari kiper) dan terburu-buru karena ingin segera juara.

Karena lelah, setelah maju untuk menyerang, pemain depan dan tengah Compaq FC mulai terlambat kembali bertahan, sehingga sedikit demi sedikit pertahanan Compaq FC mulai ditembus. Serangan-serangan Compaq FC juga mulai terasa tidak efektif, karena itu tadi, dilakukan dengan terburu-buru. Pertahanan mulai sedikit demi sedikit terbuka, sehingga gw cukup jatuh bangun menyelamatkan gawang. Semua pemain, tanpa terkecuali, juga melakukan kesalahan demi kesalahan kecil yang terjadi karena kelelahan dan tegang.

Akhirnya, gol balasan pertama dari 3309 FC pun terjadi. Gol balasan lainnya terjadi satu persatu, karena irama permainan dan stamina tim masih seperti tadi. Sebetulnya, ada beberapa peluang baik yang bisa dimanfaatkan, tetapi karena kondisi fisik dan mental yang sudah cukup down, tidak ada peluang yang dapat diselesaikan. Babak kedua pun terasa sangat lama, sehingga akhirnya terjadilah gol yang menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Singkat kata, 3309 FC terus menekan pertahanan Compaq FC, dan akhirnya gw pun kebobolan lagi, bahkan hingga 2 kali lagi. Akhirnya, Compaq FC pun harus mengakui keunggulan 3309 FC, kalah dengan skor 3-5.

Banyak hikmah yang bisa diambil:
1. Jangan terburu-buru merasa menjadi juara. Walaupun babak pertama selesai dengan keunggulan telak 3-0, tapi masih ada babak kedua yang harus dijalani. Irama permainan tim pun menjadi buru-buru
2. Strategi lapangan juga penting. Di babak pertama, tim gw (yang tentu saja masih penuh staminanya) memilih sisi lapangan yang adem karena bayangan pohon. Di babak kedua (yang staminanya sudah menurun), kita bermain di sisi lapangan yang sangat panas, sehingga stamina pun makin terkuras.
3. Keseluruhan tim sudah bermain dengan kompak dan solid di seluruh lini. Hal ini adalah bekal terpenting untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.
4. *Khusus untuk gw sebagai kiper* Alhamdulillah gw udah mengeluarkan seluruh kemampuan gw dalam menjaga gawang, meskipun akhirnya kebobolan juga. Ada banyak ilmu baru yang gw dapat di pertandingan ini: Jangan ragu-ragu buat menghadang (menangkap atau menepis) bola jauh yang dilempar oleh kiper lawan persis ke depan gawang gw. Pemain depan musuh sudah cukup dihadang oleh pemain belakang, sehingga bolanya sudah cukup clear untuk ditangkap. 2 gol yang terakhir masuk ke gawang gw terjadi karena gw tidak menghadang bola dari kiper lawan. Walaupun pemain depan lawan sudah dijaga ketat oleh pemain belakang, ternyata pemain depan lawan itu masih bisa memanfaatkan sudut tipis untuk memasukkan bola ke gawang gw.

Yah, walaupun kalah, gw secara pribadi (soalnya beberapa tim gw yang lain cukup kecewa dan menyesal) sangat puas dan bahagia, karena gw udah maksimal dalam menjaga gawang gw. Udah 2 tahun lebih sejak SMA, gw merasakan adrenalin yang setinggi ini saat bermain futsal sebagai kiper.

Ayo ilman, tetaplah semangat dalam bermain bola!! Yap, main bola (tepatnya sih futsal) adalah hobi gw. Alhamdulillah bisa nyempetin waktu tiap hari sabtu pagi untuk bermain futsal di lapangan Politeknik UI. Mudah-mudahan bisa bikin tubuh makin sehat, setelah satu minggu penuh berada di depan laptop dan komputer. Yah, hitung-hitung tarbiyah jasadiyah juga kan?

Oke-oke? Ayo semuanya, semangatlah berolahraga!!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

/*foto-fotonya sebetulnya ada di kamera, tapi karena nggak bawa kabel data, nggak bisa dimasukin sekarang.. insya Allah diedit lagi deh..*/

Small Steps –> Giant Steps –> Giant Dreams –> Giant Achievement

Pencapaian besar memerlukan mimpi yang besar.
Mimpi yang besar memerlukan langkah-langkah besar.
Langkah-langkah besar dimulai dari langkah-langkah kecil.

Mimpi yang besar memulai segalanya, dan langkah-langkah kecil mengkonkretkan segalanya.

~Mencoba untuk berubah, karena selama ini gw adalah orang yang paling ahli dalam membuat dan membayangkan hal-hal yang sangat besar dan abstrak seperti tujuan, visi, dan mimpi-mimpi. Akan tetapi, gw belum memiliki kemampuan untuk mengkonkretkan visi itu. WANTED: Teman, sahabat, (pasangan hidup juga boleh, hehe) yang memiliki visi sama dengan gw, tapi memiliki kemampuan untuk mengkonkretkan visi itu bersama-sama. Alhamdulillah sudah dapat, tapi masih butuh lebih banyak lagi..