Poster Piastro, pesanan Anak Psiko

Poster Piastro, pesanan Anak Psiko

Akronim + Singkatan Aneh

Assalamu’alaikum..
Kemarin pas lagi iseng, merek barang2 yang gw miliki dan gw pakai sekarang gw jadiin akronim.. Jadi gw punya kepanjangan kata dari merek-merek itu.. Tapi nggak sembarangan kepanjangan lho.. Kepanjangan katanya itu mengandung doa dan harapan, agar benda yang gw pakai itu bisa bermanfaat bagi gw sendiri khususnya, dan orang lain umumnya..

Langsung aja ya..

Vespa
Walaupun motor tua (buatan 1985 bo!), vespa gw ini sangat berjasa buat gw. Mengantarkan gw menuntut ilmu, menunaikan amanah, melakukan hal-hal positif, bahkan aktivitas yang dulunya nggak bisa gw lakuin sebelum punya motor alhamdulillah sudah bisa terlaksana setelah memiliki kendaraan operasional ini..

Karena pekerjaan utamanya adalah dikendarai di jalan raya, maka gw perlu berhati-hati dalam mengendarai motor ini, demi keamanan dan kenyamanan berkendara buat gw pribadi, dan orang lain. Oleh karena itu, gw ngasih kepanjangan Vespa adalah:

Vespa: Very Santun, Patuh, dan Amanah

Filosofinya adalah kalo di jalan raya kita harus santun berkendara, nggak ugal-ugalan ato salip sana salip sini, juga kita harus patuh terhadap peraturan lalu lintas, karena peraturan itu dibuat untuk kenyamanan kita bersama. Tentang amanah, gw mengaitkannya dengan kepemilikan SIM (Surat Izin Mengemudi) gw. SIM gw, yang didapat BUKAN dari proses tidak halal, tidak legal, dan tidak berkah (baca: NEMBAK), adalah amanah yang besar di jalan raya. Gw harus bisa bersikap santun dan patuh di jalan raya.

Acer
Alhamdulillah, ini adalah salah satu rizki yang tidak gw sangka-sangka mendapatkannya. Dengan adanya Laptop dengan merek Acer ini, gw bisa lebih produktif dimanapun berada. Kalo misalnya dulu mau ngedisain sesuatu harus nunggu sampe rumah dulu (karena program disainnya ada di rumah), sekarang alhamdulillah bisa dimanfaatkan dimana saja.

Gw berharap, laptop ini bisa menjadi sarana pencerdasan buat gw pribadi, karena hampir dimana saja gw bisa browsing, membaca, menulis, disain, pokoknya segala kegiatan yang bikin cerdas gw. Juga bisa jadi sarana pencerdasan untuk orang lain. Intinya, gw mau laptop ini bermanfaat bagi orang banyak. Oleh karena itu, gw memberi kepanjangan nama laptop gw ini adalah:

Acer: Alat Pencerdasan
Nama lainnya juga ada sih, seperti Alat (pembuat) Ceria, Anak Cerdas (ehm, maksudnya sih mencerminkan pemiliknya.. Becanda ding!). Tapi bisa juga sih, diberi kepanjangan Agak Cepat Rusak. Tapi yang terakhir ini jangan sampe lah ya..

Nokia
Kalo yang ini jangan diragukan dan ditanyakan lagi kegunaannya. Handphone sudah jadi alat yang terpenting dalam hidup gw. Meskipun Nokia 2100 ini relatif udah ‘jebot’, terus udah mulai error di sana sini, gw alhamdulillah tetep bersyukur, karena masih punya handphone, terutama dengan pulsa yang insya 4JJI bisa diisi terus setiap bulan.

Gw memberi kepanjangan handphone gw dengan:
Nokia: Nomorku Ini Adalah Amalku
Maksudnya apa? Maksudnya adalah semua orang bisa meminjam handphone gw (plus pulsanya tentu, insya Allah kalo masih ada pulsanya), untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama. Contohnya kalo mau nelpon hal-hal penting, dan lain-lain.

Timex
Berikutnya adalah jam tangan gw ini. Singkat kata, waktu itu seperti sama-sama kita tahu, adalah penting banget! Bahkan sampe Allah aja bersumpah dengan nama waktu.

Gw memberi kepanjangan merek jam gw:
Timex: Time is Everything in Execution

Harapannya ke depannya gw bisa lebih disiplin dan on-time lagi, karena waktu itu adalah segala-galanya dalam pelaksanaan sesuatu. Jika waktu tidak dimanage dengan baik, maka gagallah kita memanfaatkan waktu, dan kita akan merugi besar..

Compaq
Terakhir, ini adalah merek komputer desktop gw di rumah. Sebelum gw ‘direbut’ oleh laptop gw, PC gw dengan merek Compaq ini selalu setia ‘menemani’ gw melakukan segala aktivitas yang berhubungan dengan komputer..

Nah, komputer gw ini gw beri nama Compaq: Computer Aktivis Qur’ani, karena gw sendiri adalah seorang aktivis Muslim, jadinya harapan gw komputer itu bisa dimanfaatkan untuk menunjang amal-amal da’awi. Juga karena gw udah menghapus semua mp3 bajakan dari komputer gw dan menggantinya dengan murottal tilawah Al-Qur’an, alhamdulillah suara-suara yang keluar dari speaker computer gw adalah suara-suara Al-Qur’an..

Biasa Mencontek Melahirkan Koruptor

Biasa Mencontek Melahirkan Koruptor

Oleh Baskoro Poedjinoegroho E

TANGGAL 3 Desember 2004 yang lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi bersama 100 selebritis/artis menggelar Teriakan Anti Korupsi (Kompas, 4/12/2004). Perhelatan itu mendapat dukungan istimewa karena dihadiri Presiden, menteri, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian RI, Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua Mahkamah Konstitusi, dan sebagainya.

Jika kehadiran mereka dapat diartikan sebagai tanda peng-iya-an/setuju untuk tidak melakukan korupsi, sudah sepantasnya Teriakan Anti Korupsi didukung seluruh masyarakat Indonesia yang pengap dengan wabah korupsi. Masalahnya, bagaimana cara mendukungnya? Apakah teriakan atau usaha semacam itu akan berdampak?

TERIAKAN itu mungkin dimaksudkan agar yang biasa atau telah melakukan korupsi menjadi malu sehingga tidak berani lagi atau sungkan melakukan korupsi. Apalagi jika yang biasa melakukan tindak korupsi mendengar atau melihat bahkan hadir dalam acara itu. Pertanyaan berikut, apakah bangsa kita mudah atau bisa menjadi malu? Jawaban yang realistis, sulit (semoga bukannya tidak mau). Telinga kita sudah biasa mendengar tentang orang-orang yang konon jelas melakukan korupsi, tetapi tidak dapat dijerat oleh hukum yang konon dikawal para ahli hukum yang mumpuni. Sebaliknya, yang bersangkutan dengan gagah dan percaya diri tetap tampil di muka umum sebagai pemimpin, baik atas kemauan sendiri, dan lebih konyol lagi, diusulkan masyarakat tertentu.

Dalam acara Teriakan Anti Korupsi itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pemberantasan korupsi tidak untuk diomongkan atau dipidatokan. Seruan moral tidak cukup. Lantas bagaimana korupsi diberantas?

Tindakan amoral berupa korupsi adalah tindakan yang berasal dari kebiasaan. Seseorang melakukan korupsi karena sudah terbiasa bertindak tidak jujur. Karena itu, pemberantasannya pun harus melalui kebiasaan mempraktikkan kejujuran. Tempat yang tepat dan strategis untuk mempraktikkan kejujuran adalah sekolah. Sekolah merupakan tempat untuk menanamkan dan mempraktikkan kejujuran yang akan mengarah ke tindakan antikorupsi. Mengingat sekolah adalah tempat untuk melatih berpikir dan membuat berbagai pertimbangan; seseorang dikirim ke sekolah agar menjadi pandai dan baik, cerdas dan berkepribadian. Di dalam sekolah itulah berbagai kebiasaan mewujudkan nilai (value) dilatihkan, baik secara langsung maupun tidak. Keajekan dan kontinuitas yang direncanakan adalah ciri melekat yang ada pada setiap sekolah.

Ruang, waktu, dan para calon penentu arah kemajuan bangsa tersedia di sekolah. Para peserta didik itulah yang nanti akan menjadi penentu arah kemajuan bangsa. Maju-mundurnya bangsa ditentukan maju-mundurnya generasi muda. Seorang pedagog bernama Petrus Kanisius mengatakan, memengaruhi kaum muda berarti memengaruhi masa depan bangsa. Karena itulah, saat dan tempat strategis di sekolah harus dimanfaatkan seluas-luasnya dalam rangka memberantas korupsi yang masih dan sedang merajalela di negara ini. Kita boleh berharap terbitnya bangsa Indonesia yang sehat, seandainya seluruh lembaga pendidikan atau sekolah di Indonesia mempunyai program melatihkan kebiasaan untuk tidak melakukan ketidakjujuran yang merupakan bibit dari korupsi.

TIDAK bisa dimungkiri, kebiasaan yang amat lazim menggoda dan dipraktikkan peserta didik di Indonesia dari tingkat paling rendah hingga paling tinggi adalah kebiasaan berbuat tidak jujur dalam menyelesaikan tugas belajar, yakni terutama kebiasaan mencontek saat ulangan atau ujian. Bahkan, tak jarang terdengar ungkapan yang pantas untuk dikikis habis, bahwa mencontek adalah sebuah seni dalam sekolah; atau pernyataan bahwa seseorang akan dianggap aneh atau tak wajar jika dalam hidupnya tidak pernah mencontek. Sungguh memprihatinkan. Sudah saatnya secara bersama dan terprogram kebiasaan tidak mencontek menjadi tujuan pokok pengembangan sikap peserta didik.

Perbaikan mutu pendidikan dapat diharapkan jika ketika memperingati Hari Guru dan Hari Aksara Internasional pada 2 Desember lalu di Senayan Presiden SBY tidak hanya menekankan perihal kesejahteraan guru (karena penaikan gaji semata-mata tanpa dibarengi program yang jelas tidak akan membuahkan hasil pada kemajuan pendidikan), tetapi juga menitipkan sebuah program kepada para guru agar melatihkan kebiasaan tidak mencontek di sekolah. Bukan mustahil, kebiasaan untuk tidak mencontek menjadi program nasional. Sebab, sebenarnya justru di situlah masalah pokok dunia pendidikan kita.

Penggalakan kebiasaan untuk tidak melakukan kegiatan mencontek amat terakomodasi dalam Kurikulum 2004. Kurikulum menyediakan ruang selebar-lebarnya untuk mengembangkan sikap hidup (ranah afektif) dari setiap peserta didik, selain pemahaman/pengetahuan (ranah kognitif) dan keterampilan praktik (ranah psikomotorik). Setiap guru atau pendidik diberi kebebasan untuk menentukan sikap-sikap mana dari peserta didik yang perlu dikembangkan.

Dalam hal ini, jika mau dipadukan dengan tekad untuk memberantas korupsi seperti dicanangkan pemerintahan SBY, sudah selayaknya sekolah mengimbangi dengan terus menghidupkan kebiasaan untuk tidak mencontek; daripada disibukkan dan dipusingkan dengan mencari-cari kompetensi ranah afektif yang harus dituliskan ke dalam rapor.

MEMANG, memerangi kebiasaan mencontek bukan pekerjaan mudah karena harus melibatkan seluruh komponen sekolah, yaitu guru, peserta didik bersama orangtua, dan penyelenggara sekolah dalam langkah-langkah terpadu. Semua harus setuju dan mengusahakan langkah konkret-operasional agar kebiasaan mencontek tidak ada di sekolah.

Semua harus memusatkan diri pada pendampingan peserta didik yang penuh tantangan untuk menjadi bangga dan mencintai kejujuran serta biasa tidak mencontek. Jika tidak, niscaya akan muncul malapetaka: peserta didik akan menanam kebiasaan berbuat tidak jujur, yang pada saatnya nanti akan menjadi kandidat koruptor.

Baskoro Poedjinoegroho E Direktur SMA Kanisius Jakarta

Semua kembali ke hati

Assalamu’alaikum..

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Al-Baqoroh 2: 286)

Ya, kita harus percaya, kalau Allah itu tidak akan membebankan kepada manusia sesuatu yang manusia itu tidak sanggup menjalankannya..

Oleh karena itu, yakinlah saudaraku, jika engkau saat ini berada dalam kondisi kehilangan semangat dan merasa tidak sanggup melakukan segala aktivitas dan amanah yang dimiliki, baik itu amanah organisasi, da’wah, maupun tugas-tugas akademis, itu sama sekali bukanlah karena amanah atau tugas itu berat untuk kita lakukan. Sama sekali tidak!

Cobalah berkaca kepada sahabat-sahabat di sekeliling kita, cari yang memiliki kondisi mirip dengan kita. Coba lihat dia, apakah dia tidak bisa menyelesaikan amanahnya? Apakah dia bermalas-malasan dalam melakukan aktivitas yang sama dengan kita?

Sekarang, coba lihat hati kita. Perhatikan, apakah ia berada dalam kondisi jernih dan ‘fully-charged’, atau ia berada dalam kondisi penuh noda dan ‘low-batt’? Believe it or not, hati kita adalah satu-satunya pendorong semangat kita dalam beraktivitas. Jadi, jagalah hati kita agar tetap bisa jernih and fully-charged, supaya kita bisa selalu terdorong untuk melakukan aktivitas yang baik, dan tidak merasa berat dalam menjalankan aktivitas dan amanah kita..

Lakukanlah semaksimal mungkin suatu hal dengan apa yang kita miliki, dan yang kita bisa.. Semua hal yang kita jalani saat ini Insya Allah pasti bisa kita jalani, tanpa ada rasa berat sedikitpun, asalkan kita menjalankannya dengan hati yang jernih dan kita melakukannya semaksimal mungkin sesuai dengan apa yang ada pada diri kita..

Wassalamu’alaikum..

NB: Tulisan ini dibuat untuk menyemangati diri sendiri, karena kondisi diri saat ini sedang berada jauh dari harapan.. Alhamdulillah, masih ada sahabat-sahabat untuk bercermin dan meminta nasihat.. Jazakumullah khairan katsir..

CGT


ini disain buat kaos CGT.. titha 2006 minta gw buat bikinin.. mudah-mudahan dia puas ya..

Saat Jum’at yang penuh berkah menunjukkan keberkah…

Saat Jum’at yang penuh berkah menunjukkan keberkahannya..
Saat seseorang mendapatkan hidayah yang mahal harganya..
Saat seorang manusia kembali ke fitrahnya, berserah diri kepada Allah SWT..
Saat seorang muslimah mengikrarkan keislamannya siang tadi..
Saat dua kalimat syahadat terucap dari lisan muslimah itu..

Seluruh jama’ah muslimin di Masjid UI bertakbir penuh rasa haru..
Hati yang dipenuhi noda-noda hitam dosa ini bergetar dengan kencang..
Air mata kebahagiaan, rasa syukur, dan harapan mengalir deras..
Air mata kebahagiaan.. Bahagia atas kebahagiaan saudarinya..
Air mata syukur.. Syukur atas hidayah yang telah kita miliki sedari lama..
Air mata harapan.. Harapan atas ampunan dan ridho Allah SWT

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illa Allah, Allahu Akbar.