Manusia: Keluh Kesah dan Kikir?

Assalamu’alaikum..
Tampaknya gw emang nggak bisa mengungkapkan isi hati gw dengan mudah.. Udah 2 post gw tulis, tapi akhirnya gw ‘save as draft’ aja karena gw nggak yakin dengan apa yang gw tulis..

Hanya akan menulis sedikit saja. Mudah-mudahan ini benar-benar cerminan diri seorang Muhammad Ilman Akbar.

19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir
20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,
24. dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,
25. bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),
26. dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,
27. dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.
28. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).
29. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
30. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
31. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
32. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
33. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.
34. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.
35. Mereka itu (kekal) di syurga lagi dimuliakan.(QS Al-Ma’arij 70: 19 – 35)

Ya, manusia memang diciptakan sebagai makhluk yang suka keluh kesah dan kikir. Itu sangat manusiawi, karena Allah SWT memang telah menyatakan hal demikian di ayat 19 di atas.

Tapi jika sifat keluh kesah dan kikir itu memang sifat yang manusiawi, apakah kita mau terus menerus berkeluh kesah dan kikir, sedangkan Allah SWT memberi cara agar kita tidak berkeluh kesah lagi kikir di ayat-ayat selanjutnya? Bahkan memberi surga jika kita tidak berkeluh kesah lagi kikir.

Saudaraku, yakinlah, bahwa sebagai pejuang-pejuang kebenaran, kita bukanlah orang-orang yang suka berkeluh kesah dan kikir. Kita tidak dilahirkan orangtua kita sebagai orang yang suka berkeluh kesah dan kikir. Orangtua kita pasti berharap kita bisa menjadi orang yang kekal di surga lagi dimuliakan.

Oleh karena itu, saudaraku, yakinlah bahwa segala cobaan yang silih berganti mendatangi kita, adalah sekedar ujian dari Allah SWT, supaya kita bisa menjadi orang yang ‘lulus’ dan berhak mendapat keridhoan-Nya.

Hentikan segala keluh-kesah kita! Bukankah kita adalah orang-orang selalu memelihara sholat, bersedia menyisihkan harta kita untuk bersedekah, percaya akan adanya hari kiamat dan kehidupan akhirat sesudahnya, percaya akan adanya azab Allah SWT yang pedih dan menghinakan, selalu menjaga kemaluan, memelihara amanat yang dipikulkan kepada kita, memberikan kesaksian kita di jalan kebenaran?

Bukankah kita adalah orang-orang yang seperti itu, saudaraku?

2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
(QS Ash-Shaf 61: 2-3)

@Sekali lagi, ini untuk sahabat-sahabatku, pejuang kebenaran dimanapun engkau berada.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s