Kedewasaan ~Sebuah Renungan di Hari Lahir~

Assalamu’alaikum wr.wb
Lebih dari setahun lalu, semasa di SMA kelas 3, aku sering sekali berdebat dengan sahabatku perempuanku.

“Kedewasaan ditentukan oleh umur!”, katanya. Ia berpendapat demikian, mungkin karena ia memang lebih tua (padahal hanya 2 bulan lebih tua), dan menurutku, terkadang dia memang lebih dewasa dalam bersikap dan memandang sesuatu.

Aku tidak sepakat, “Tidak, kedewasaan itu sama sekali tidak ditentukan oleh umur!”. Aku berpendapat demikian, karena aku telah mengikuti berbagai organisasi di SMA, dan aku menemukan bahwa orang yang tidak mengikuti organisasi, seringkali lebih bertindak tidak dewasa, dibandingkan orang yang berorganisasi.

Sampai kami lulus SMA pun, pertanyaan tersebut masih tidak terjawab, dan tidak diketahui siapa yang benar, siapa yang salah. Pendapat dari masing-masing kami terkadang ada benarnya, kadang-kadang ada salahnya.

Ketika SMA juga, aku seringkali mengira bahwa aku sudah dewasa. Aku membuat teori-teoriku kedewasaanku sendiri, dan tentu saja aku sudah masuk kategori dewasa menurut teoriku itu. Akan tetapi, pendapatku ternyata salah, karena teman-temanku mengatakan langsung kepadaku saat perpisahan kelas 3 SMA, bahwa aku seringkali tidak dewasa, karena tidak bisa menempatkan diri pada tempat yang seharusnya.

Aku mulai mengerti sedikit demi sedikit, bahwa kedewasaan itu tidak sesederhana yang dibayangkan, karena kedewasaan itu mencakup banyak aspek. Apakah dalam usiaku yang sekarang aku sudah dewasa? Tentang itu aku juga belum bisa memastikannya.

Menurut pengamatan dan pemikiranku, kedewasaan itu dipengaruhi beberapa hal:

Pertama, dengan siapa kita bergaul dan berinteraksi. Dalam agama Islam, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, “Seseorang itu bersama agama temannya. Maka hendaklah seseorang memperhatikan dengan siapa dia berteman” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Contoh paling sederhana adalah apabila kita sering berinteraksi dan berteman dengan preman terminal, maka kita lama kelamaan akan menjadi preman terminal pula. Apabila teman-teman kita adalah orang yang baik agamanya, maka agama kita yang berteman dengannya pun akan menjadi baik pula.

Kedewasaan juga begitu. Bila kita berteman dengan orang-orang yang dewasa dalam berpikir, bertindak, berbicara, dan hal lainnya, kita juga akan meniru sikap dewasa tersebut.

Kedua, apa aktivitas yang sering dilakukan. Apabila seseorang hanya menghabiskan waktu untuk aktivitas yang tidak berguna, seperti bermain, tidur-tiduran, nonton teve, dan sebagainya, maka ia bisa disebut orang yang tidak dewasa. Ia tidak dewasa karena ia tidak menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat. Ia tidak sadar, bahwa hidup di dunia hanya sekali, dan hidup di dunia ini hanya untuk mempersiapkan kehidupan kita yang abadi di akhirat kelak.

Seseorang yang menghabiskan waktunya dengan banyak beraktivitas, memiliki rasa tanggung jawab dan kedisiplinan yang lebih besar. Itulah mengapa seperti kusebutkan di paragraf awal, bahwa orang-orang yang tidak berorganisasi seringkali tidak bertindak dewasa.

Ketiga, pemahaman seseorang terhadap agamanya. Seseorang yang tidak memahami agamanya sendiri secara menyeluruh cenderung merasa kebingungan dalam menjalani hidupnya, karena ia mencari-cari sendiri tujuan hidupnya. Padahal tujuan hidupnya sudah digariskan sangat jelas di agama mereka. Sebagai contoh, dalam Islam, tujuan dan tugas hidup manusia dijelaskan dalam Adz-Dzariyat (51): 56, yang berbunyi, “Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”

Seseorang yang dewasa sudah mengerti arti dan tujuan hidupnya di dunia. Ia tidak tidakmenghabiskan waktu untuk mencari arti kehidupannya, sehingga bisa menghabiskan waktunya untuk melakukan amal-amal yang berguna.

Keempat atau terakhir, umur juga berpengaruh besar terhadap kedewasaan. Pengaruh umur adalah dalam pengalaman hidup. Seseorang dengan umur yang lebih pasti memiliki pengalaman hidup yang lebih pula.

Adalah penting bagi diri kita untuk selalu introspeksi diri, kapanpun itu, karena sesungguhnya kita sedang menghitung mundur ke arah lonceng kematian yang kapan berbunyinya hanya Allah yang tahu. Kita harus bisa dewasa, karena kita harus bermanfaat bagi setiap orang yang ada di sekitar kita. Tidak ada yang bisa mengubah diri kita menjadi lebih dewasa, selain diri kita sendiri.

Wassalamu’alaikum wr.wb
Muhammad Ilman Akbar, 29 Juli 1988 – …

Keprihatinan atas Perang

Assalamu’alaikum..
Gw bikin beberapa wallpaper ini, karena gw benci banget dengan krisis di Palestina dan Lebanon.. Dan yang utama, gw benci dengan perang tanpa alasan yang jelas, yang disulut oleh Israel dan Amerika Serikat.. Gw harap gw bisa ngelakuin hal yang lebih dibandingkan hanya sekedar ngebikin wallpaper, buat ngebantuin rakyat Palestina untuk ngelawan Israel..


Kalo mau download full sizenya, liat di sini


Kalo mau download full sizenya, liat di sini


Kalo mau download full sizenya, liat di sini

Rezeki

Kadang-kadang, mungkin kita berpikir bahwa rezeki harta dari Allah itu hanya berupa tambahan atas harta kita. Kita berdo’a, berharap-harap mendapat rezeki dari Allah, agar harta kita ditambah..

Tapi mungkin kita jarang berpikir bahwa rezeki harta dari Allah bisa juga datang dengan bentuk lain. Rasa cukup atas harta yang kita miliki juga adalah rezeki dari Allah SWT. Tidak perlu harta kita menjadi lebih banyak, tapi bila kita tiba-tiba merasa bahwa harta kita saat ini cukup, itulah juga rezeki dari Allah..

Eneagram! Tipe 3 dan Tipe 7

Assalamu’alaikum..

Alhamdulillah, bukunya Leni yang Eneagram udah selese gw baca.. Makasih Len! Jadi, sekarang waktunya ngereview kepribadian gw berdasarkan Eneagram. Oh iya, di akhir buku Eneagram ini juga ada pembagian tipe kepribadian berdasarkan tipe Jungian, jadinya gw juga mau ngereview kepribadian gw juga berdasarkan itu..

Jadi, ayo mulai.. Siap-siap baca yang cukup panjang ya.. =D

Mungkin lebih seru kalo hasil kuisnya diurut-urut dari tipe ke 1.. Jadi kuisnya itu terdiri dari 20 pertanyaan.. Makin banyak yang cocok dengan kita, makin menggambarkan kepribadian kita seperti itu..

Tipe 1 (Perfeksionis): 12 dari 20
Tipe 2 (Penolong): 8 dari 20
Tipe 3 (Pengejar Prestasi): 14 dari 20 –> Gw juga cocok dengan tipe ini lho!
Tipe 4 (Romantis): 8 dari 20
Tipe 5 (Pengamat): 5 dari 20
Tipe 6 (Pencemas): 6 dari 20
Tipe 7 (Petualang): 18 dari 20 –> Wow!! Inilah aku!
Tipe 8 (Pejuang): 8 dari 20
Tipe 9 (Pendamai): 7 dari 20

Berarti, gw itu adalah tipe 7 (petualang). Tapi anehnya, tipe 3 itu juga cocok sama gw.. Tapi tipe 7 dan tipe 3 itu nggak ada hubungannya sama sekali di eneagram.. Apakah ini anomali?

Mulai review dari tipe 3 aja ya..

Tipe 3 (Pengejar Prestasi) dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan menghindari kegagalan. Secara ringkas, orang dengan tipe tiga adalah orang yang energik (wah, cocok!), optimis (cocok juga!), percaya diri (alhamdulillah cocok juga), dan berorientasi tujuan (hmm, kayanya cocok deh)..


Senangnya menjadi si tipe 3

– Optimis, ramah, dan ceria (wah, bener banget nih.. =D)
– Memenuhi kebutuhan keluarga (mas, saya belum berkeluarga nih.. masih observasi, halah! =P)
– Mudah pulih dari kegagalan dan menyiapkan diri untuk tantangan selanjutnya
– Tidak ketinggalan informasi
– Kompeten dan mampu bekerja dengan efisien
– Mampu memotivasi orang lain (ah, masa iya? Gw justru nggak terlalu bisa tuh..)

Sulitnya menjadi si tipe 3
– Harus menghadapi ketidakefisienan dan ketidakcakapan
– Takut – atau khawatir dipandang – tidak sukses
– Membandingkan diri sendiri dengan oarng lain yang bekerja lebih baik
– Berjuang keras mempertahankan kesuksesan (Memang sulit sih, tapi harus!)
– Bermuka manis untuk mendapatkan kesan baik (Muka gw udah manis dari lahir kok.. hehehe.. =P)
– Selalu ‘siaga’. Ini melelahkan (Maksudnya apa ya?)

Bagaimana bergaul dengan orang tipe 3 seperti saya ini…
– Jangan ganggu saat saya bekerja (Wah, betul banget nih.. Klo gw lagi semangat2nya ngerjain sesuatu trus diganggu dengan hal lain, gw bisa agak2 bete sedikit..)
– Berikan saya masukan yang jujur, tapi tidak terlalu mengkritik atau menghakimi
– Bantu saya menjaga lingkungan saya tetap harmonis dan tenang
– Jangan bebani saya dengan perasaan negatif
– Katakan, kamu senang berada di dekat saya
– Katakan bahwa kamu bangga pada saya atau pada prestasi saya

Nah, ada bagian yang cukup lucu juga dari buku ini, yaitu bagian “Hal-hal yang nyaris mustahil dilakukan oleh tipe 3”
– Tidak membuat sederet rencana untuk seminggu (Wah, bener banget..)
– Tidak mengucapkan sepatah kata pun tentang prestasi yang mereka raih, ketika hadir di reuni SMA
– Tidak mengambil-alih saat rapat tidak berlangsung dengan efisien atau efektif (Ah, masa iya?)
– Menemukan pekerjaan yang perlu dilakukan dan tidak mencatatnya (Iya, gw mulai membiasakan bikin to-do list nih..)
– Menghabiskan waktu seminggu hanya duduk diam bermeditasi (Hahahaha, ini kerjaan nggak produktif!)

Tentang tipe 3 ini, sifat-sifat di atas bisa kadang-kadang keluar, kadang-kadang nggak keluar.. Kadang-kadang gw seneng banget bersaing dengan orang, buat nunjukin kalo gw itu ternyata nggak kalah dari dia.. Terus juga, terkadang gw memiliki terlalu banyak hal yang harus dikerjakan (ini sifatnya tipe 7), jadinya gw nggak bisa terlalu fokus memaksimalkan hal-hal yang harus gw kerjakan.. Tapi yang paling gw suka (entah ini bagus atau tidak) adalah kalo gw ‘sedikit’ dibandingkan atas hasil yang telah gw peroleh.. Contoh gampangnya adalah nilai raport. Gw cukup seneng ngebandingin nilai raport gw dengan orang lain.. Kalo nilai gw lebih rendah dibandingin temen gw yang lain, gw ngeliat itu bisa sebagai pendorong (meskipun kadang-kadang nggak juga ding..) Tapi klo nilai gw lebih tinggi dibandingin temen gw yang lain, gw ngeliat itu sebagai sesuatu yang harus dipertahankan dan ditingkatkan.. Soalnya pasti masih bisa dikejar kan.. Ya, begitu deh, tentang tipe 3..

Nah, yang paling cocok dengan gw ternyata adalah tipe 7!

Tipe 7 (Petualang), dimotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia dan merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih kepada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita. Secara ringkas, orang dengan tipe 7 adalah orang yang energik, penuh vitalitas, dan optimis.


Senangnya menjadi si tipe 7

– Optimis dan tidak membiarkan masalah membuat saya murung
– Spontan dan bersemangat
– Berani mengemukakan pendapat dan berlebih-lebihan. Itu bagian dari kesenangan
– Murah hati dan mencoba membuat dunia menjadi temapt yang lebih baik
– Berani mengambil risiko dan mencoba petualangan yang menarik (Iya, gw sering banget nyoba hal-hal baru..)
– Memiliki minat dan kemampuan yang begitu beragam (Banyak sih banyak, tapi nggak ada yang bener-bener ahli..)

Sulitnya menjadi si tipe 7
– Tidak punya cukup waktu untuk melakukan semuanya yang saya suka (Wah! Bener banget!)
– Tidak menyelesaikan pekerjaan yang telah saya mulai (Bener banget nih.. Gw suka banget menunda pekerjaan untuk mulai pekerjaan yang baru lagi..)
– Tidak bisa mengambil keuntungan dari manfaat sebagai orang yang menguasai suatu bidang; tidak memiliki komitmen terhadap karir
– Punya kecenderungan menjadi orang yang tidak berdasar, tersesat dalam rencana dan fantasi (Kadang-kadang gw juga hampir kaya gini..)
– Merasa dibatasi saat menjalin hubungan dengan satu orang (Betul! Jalinlah hubungan dengan banyak orang..)

Bagaimana bergaul dengan orang tipe 7 seperti saya ini…
– Berikan saya persahabatan, kasih sayang, dan kebebasan
– Bekerjasamalah dengan saya untuk merangsang obrolan dan canda tawa
– Hargailah visi hebat saya dan dengarkanlah cerita saya
– Jangan berupaya mengubah gaya saya. Terima saya apa adanya
– Bertanggungjawablah atas dirimu sendiri. Saya tidak suka orang yang mengikuti dan bergantung pada orang lain.
– Jangan katakan apa yang harus saya lakukan (Tapi kadang2 gw juga perlu hal ini kok..)

“Hal-hal yang nyaris mustahil dilakukan oleh tipe 7”
– Menyelesaikan membaca satu buku sebelum memulai dengan buku yang lain (Wah, yang ini betul banget! Pas baca buku eneagram ini aja, udah ada 3 buku yang belum selesai gw baca..)
– Membuat daftar hal-hal yang akan dilakukan selama seminggu dan benar-benar mematuhinya (Ah, yang ini nggak juga kok.. Kan masih punya darah tipe 3)
– Menceritakan kisah tanpa melebih-lebihkannya.
– Menghabiskan waktu di pusat Zen untuk melakukan meditasi diam (Halah, nganggur pisan!)
– Menghabiskan sepanjang hari bersama seorang teman dan tidak menyarankan satu cara pun yang dapat ia lakukan untuk mempercepat kerja dengan bebrapa terobosan
– Menjadi sukarelawan pada layanan mendengarkan keluhan lewat telepon
– Menghabiskan waktu 12 jam mendengarkan teman yang memuntahkan problemnya dan berkisah tentang dirinya sendiri.

Tentang tipe 7 ini, gw jadi mengetahui satu hal.. Ternyata keceriaan dan senyum gw setiap saat itu karena gw tipe 7 (dan tipe 3 juga) ya.. =D..

Gw juga seneng banget melakukan banyak hal baru, meskipun ujung-ujungnya, gw nggak memperdalam ilmu gw tentang itu.. Jadi intinya, gw bisa banyak hal, tapi nggak ada satupun yang gw fokusin.. Seperti bahasa C, java, disain grafis, main musik, olahraga, menulis, dan masih ada beberapa hal lagi.. Gw bisa hal itu semua, tapi nggak ada yang bener2 maksimal sehingga bisa gw manfaatin menjadi sesuatu yang ‘menghasilkan’.. Yah, begitulah tipikal orang2 petualang.. Ngomong2 tentang petualang, gw jadi inget, waktu gw masih SD dan SMP dulu, gw sering banget berpetualang naik sepeda bareng temen main gw.. Keliling2 depok, sampe UI, jalan raya, sampe-sampe jatoh bareng pun pernah..

Oh iya, ini review tentang kepribadian gw menurut Jungian..
1. Ekstrovert:
– Suka bergaul, aktif, dan cenderung nyaman bersama orang (Ini betul banget)
– Memperoleh semangat dari dunia luar (Ini juga betul banget!)
– Tertarik dengan pengalaman yang luas
– Menemukan apa yang mereka pikirkan dan rasakan dengan berbicara dan bertindak
– Bertindak dulu, lalu mungkin memikirkannya nanti (Hehehehe, iya, gw suka kaya gitu..)

2. Intuitive (Mengikuti kata hati):
– Memperoleh informasi melalu indra keenam firasat, wawasan, dan inspirasinya
– Tertarik dengan kemungkinan-kemungkinan, memanfaatkan imajinasi dan visinya
– Senang mengerjakan sesuatu dengan cara yang baru, bekerja dengan energi berlimpah
– Memfokuskan pada skema besar; cenderung mengabaikan detail

3. Thinkers (Pemikir):
– Menggunakan logika dan analisis dalam mengambil keputusan
– Menghargai prinsip, aturan, dan prosedur
– Cenderung impersonal, objektif, dan kritis

4. Perceiving (Memersepsi):
– Relatif bisa beradaptasi, fleksibel, dan spontan
– Ingin tetap memiliki pilihan dan menggali kemungkinan-kemungkinan baru
– Menunda kedekatan dengan mencari informasi lebih banyak sebelum mengambil keputusan..

Yak, sekian aja ya, postingan gw kali ini.. Fiuhh.. Panjang juga ya! Mudah2an yang baca nggak pegel..

Ya, jadi hikmah yang bisa diambil adalah, semakin kita bisa mengenal diri kita sendiri, semakin kita bisa tahu cara-cara menjalani hidup kita dan mencapai tujuan hidup kita. Tujuan hidup kita apa? Ya, tujuan hidup kita tidak lain tidak bukan adalah Allah. Kita hidup di dunia ini kan untuk mempersiapkan kehidupan setelah kematian, yaitu kehidupan akhirat.. Masuk surga atau neraka, itu tergantung cara kita menjalani hidup ini.. Cara kita menjalani hidup ini, salah satunya ditentukan dengan seberapa dekat kita dengan diri kita sendiri..

Oke-oke?

~Alhamdulillah selesai juga.. Fiuhh…

Main Bola! Horee..

Assalamu’alaikum..
Alhamdulillah.. Akhirnya..

Setelah 3 bulan lebih nggak main bola, tadi sore main bola (futsal) juga akhirnya.. Tadi main bareng Smel, Tanto, Aji, AW, Hendra dan Meldi..

Wah, gw seneng.. Tapi gw juga kesel.. Gw mainnya jelek banget.. Gw sepertinya udah lupa caranya jadi kiper.. Blunder mulu.. Nangkep bola yang biasa aja nggak bisa, terus refleksnya telat, terus ngontrol bolanya nggak tepat, terus, terus, kiri, kiri, bales.. Oopp!! (Lho, kaya parkir..) Iya, intinya gw mainnya cukup tidak bagus.. Secara tim sih udah bagus, meski finishingnya agak-agak kurang.. Tapi gw banyak banget kejebol.. Waduh.. Syndrome liburan.. Maklum, selama liburan nggak pernah olahraga.. Adanya ke kampus, main komputer, makan, tidur, rapat, nggak pernah olahraga..

Yah, tapi ini ada hikmahnya juga lah.. Namanya juga pertandingan pertama, jadi gw pikir wajar2 aja klo mainnya jelek.. Gw rasa, gw nggak pede dan agak-agak grogi gitu deh..

Ya sudah lah.. Masih ada hari esok buat main bola.. Dan klo gw main teratur, insya Allah, permainan gw akan kembali seperti semula.. Lha, emang seperti semulanya kaya gimana? Yah, pokoknya nggak kaya tadi dah..

Oke-oke! Semangat Man!

Motor kemalingan

Assalamu’alaikum..
Eh, tadi pagi, masa tetangga gw motornya kemalingan..

Jadi gini ceritanya.. Jam 5 kurang, beberapa saat setelah azan subuh, penduduk RT gw dikejutkan dengan teriakan seseorang yang berlari-lari keliling RT dengan berteriak-teriak, “motor saya hilang.. motor saya hilang..”

Motornya memang hilang.. Katanya kejadiannya sih gini:

Jam 4 lewat, yang punya motor udah bangun, trus masak air panas buat mandi.. Oh iya, dia masuk pagi hari ini, jadinya subuh-subuh udah mau berangkat.. Trus, begitu dia selese mandi (kayanya sholat subuh juga udahan deh..), dia mau manasin mobil eh motornya.. Nah, begitu dia mau manasin motornya itu, dia melihat, kalo motornya itu sudah tidak ada di tempatnya!!

Ya sudah deh, kejadiannya seperti yang gw sebutkan di awal..

Motornya padahal udah dirantai.. Trus, kunci batangan roda depan juga udah dipasang.. Trus stangnya juga udah dikunci.. Apalagi pintu pagernya juga udah digembok..
Malingnya emang profesional banget ya?

Ya, jadi, hikmah yang bisa diambil adalah: Jagalah motormu sebaik-baiknya.. Kunci cakram, kunci stang, alarm, kunci rahasia, rantai, dan lain-lain hanyalah penghambat motor kita buat dicuri.. Kunci utamanya adalah kewaspadaan kita.. Ikhtiarlah sebaik-baiknya buat jaga motor kita.. Kalo motor kita ditaro di rumah, tarolah di tempat yang nggak keliatan dari luar.. Atau kalau mau lebih aman lagi, taro di dalam rumah aja..

Trus, kalo pergi-pergi ke mana gitu, parkirlah di tempat yang aman.. Seperti di tempat parkir yang seharusnya.. Trus, segala macem alat pengaman yang kita punya dipasang aja..

Pokoknya, intinya adalah memaksimalkan segala potensi pengamanan yang kita punya..

Semoga membantu! (Padahal nggak ngebantu tetangga gw yang kemalingan itu ya…?)

Dunia Baru

Assalamu’alaikum..
Mau cerita sedikit tentang pengalaman baru gw ah..

Jadi gini ceritanya.. Udah 6 tahun lebih, interaksi gw dengan tetangga sekitar rumah, sama temen-temen main gw, udah sangat berkurang.. Seinget gw, begitu gw masuk SMP, gw udah jarang lagi main sama temen-temen di skitar rumah gw.. Dulu, zaman-zaman gw masih SD, hampir tiap hari gw main.. Ya main bola lah, main bulu tangkis, main tak umpet, tak jongkok, bete 7, sampe yang paling mutakhir, main PS..

Tapi begitu SMP, udah mulai jarang interaksi sama temen-temen main gw. SMP kelas 1 pulangnya sore, terus seterusnya udah mulai asik sendiri sama dunia temen-temen SMP. Begitu masuk SMA, hari-hari gw habis di sekolah. Pergi pagi, pulang sore. Ikut organisasi, main-main ke rumah temen, banyak kegiatan lah pokoknya..

Begitu kuliah tahun pertama juga begitu.. Masih sibuk jadi mahasiswa baru.. Trus ya, sibuk-sibuk sedikit di tahun pertama di kampus..

Padahal, kegiatan tetangga gw, terutama anak-anak remajanya lumayan banyak banget.. Remaja RT-nya lumayan aktif, trus pas 17-an, acaranya rame, trus pas idul fitri, idul adha, wah, pokoknya banyak deh.. Gw pernah diajakin ikut jadi pengurus Remaja RT, tapi waktu itu (SMA2 awal) gw ogah-ogahan..

Gw ngerasain, sikap gw yang begitu (tidak bersosialisasi dengan tetangga) sangat nggak bagus. Sama anak-anak muda (remaja)-nya apalagi. Gw jarang nongkrong banget, bahkan buat sekedar nyapa aja jarang..

Bahkan sampai Rasulullah saja mengajarkan kita untuk menghormati tetangga kita.. Rasulullah banyak berpesan tentang memuliakan tetangga.. Salah satunya kalo kita mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, kita harus memuliakan tetangga.. Ada lagi, kalo kita masak, hendaknya memperbanyak kuahnya, biar masakan kita bisa dibagi ke tetangga kita.. Bahkan, saking deketnya Rasulullah dengan tetangganya, Rasulullah sampe mengira, kalau tetangganya itu bisa jadi ahli warisnya.. (Yang jadi ahli waris adalah keluarga, -red)

Gw udah sering banget mikirin itu, tapi masih belum nemu cara memulai hubungan baik dengan tetangga, terutama dengan para remajanya.

Alhamdulillah, semalem kesempatan itu datang juga.. Jadi ceritanya semalem itu ada rapat pembentukan panitia 17 Agustusan.. Gw awalnya ga tau klo ada rapat.. Tapi bokap dan nyokap gw dikasih tau, kalo ada rapat 17 agustus, dan yang diundang itu pengurus RT, ibu-ibu PKK, dan remaja.. Oh iya, bokap gw bendahara RT, nyokap gw ibu-ibu PKK..
Ya sudah lah, bersama nyokap, bokap, dan ade gw (dia kelas 2 SMA), gw ikut juga di rapat itu..

Alhamdulillah juga, gw dapet pengalaman baru, rapat bareng ibu-ibu, bapak-bapak, dan remaja lainnya.. Alhamdulillah gw juga nggak terlalu kesulitan buat adaptasi dengan lingkungan itu, soalnya remajanya udah pada gw kenal, jadi meskipun jarang interaksi, pede aja lagi.. =D..

Singkat kata, di kepanitiaan 17 Agustusan itu, gw dapet amanah jadi seksi acara.. Mudah-mudahan, mulai tahun ini dan seterusnya, gw bisa eksis di lingkungan gw, bisa bermanfaat, bisa memanfaatkan dunia baru ini sebagai ladang amal gw buat di akhirat kelak, sebagaimana gw selama ini eksis di lingkungan sekolah dan kampus..

Yak! Menatap pijakan di dunia baru dalam kehidupan gw! Ayo semangat! Jaga keikhlasan, kuatkan tulang punggungmu untuk mengemban amanah-amanah yang diberikan..