Perjalanan Saya Belajar Menuju Lancar Berbahasa Inggris

27165733830_c6c7151daf_b_d

27165733830_c6c7151daf_b_d

Saat saya kuliah di program S1 Reguler Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, ada program khusus Kelas Internasional. Peserta program ini kuliah sekian semester di Indonesia, lalu dilanjutkan di University of Queensland Australia. Karena mereka dipersiapkan untuk kuliah di luar negeri, perkuliahan mereka dilakukan dalam bahasa Inggris.

Saat itu, tahun 2005, saya merasa wow banget dengan mereka, anak-anak Kelas Internasional yang bisa cas-cis-cus berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Saya sendiri merasa cukup minder, karena memang tidak punya kemampuan bahasa Inggris seperti itu.

Fast forward 11 tahun kemudian ke tahun 2016, alhamdulillah saya sudah tidak merasa minder lagi. Kini, setiap hari saya berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan rekan-rekan kerja lewat chatting atau email, melakukan rapat atau presentasi dalam bahasa Inggris. Alhamdulillah, perjalanan bertahun-tahun belajar bahasa Inggris kini membuahkan hasil. Saya bisa bilang saya punya professional working English fluency, walaupun tidak pernah pergi ke luar negeri atau bekerja di perusahaan asing.

Di tulisan ini saya mau melakukan refleksi diri untuk mencatat progres saya belajar bahasa Inggris, sekaligus mencatat area yang saya masih belum kuasai, dan masih kerja keras menguasainya. Baca lebih lanjut

Yang Saya Pelajari dari Para Konsultan Bisnis di Accenture, McKinsey, BCG, dan Sejenisnya

2016-05-11 09.30.20

Saat saya lulus kuliah, 7 tahun lalu, saya mengamati ada beberapa teman seangkatan saya yang diterima bekerja di perusahaan bergengsi; yaitu konsultan bisnis seperti Accenture dan McKinsey. Saya katakan bergengsi, karena perusahaan seperti itu saya ketahui memberikan gaji yang tinggi, sering traveling keliling Indonesia bahkan ke luar negeri, dan menangani klien perusahaan-perusahaan besar di dunia.

Mereka  yang diterima di sana pun bukan orang yang sembarangan. Cerdas, punya IPK cum laude, juga sangat mahir dalam berkomunikasi. Orang-orang yang saat kuliah pun sudah masuk dalam golongan elit di mata saya. Golongan high performer dan high achiever. Mereka yang bukan cuma akademisnya saja yang mentereng, tapi aktif juga di kegiatan ekstra kurikuler (saya juga aktif di ekstra kurikuler, tapi IPK cuma sedikit di atas 3 huhu).

Setelah lulus, saya yang memilih jalur menjadi entrepreneur saat lulus, tidak sering berinteraksi dengan mereka. Kita jarang bertemu di acara reunian, bahkan saat tidak sengaja bertemu pun, tidak ngobrol tentang pekerjaan mereka. Padahal saya selalu penasaran, pekerjaan seperti apa yang mereka lakukan sebagai konsultan? Mengapa mereka bisa digaji tinggi?

Baca lebih lanjut

Kita Pasti akan Meninggal Dunia, tapi Kita Bisa “Hidup” Selamanya

maxresdefault

Minggu lalu, saya dikejutkan dengan sebuah kabar duka. Wada Kouji, penyanyi original soundtrack (OST) Digimon, anime favorit anak generasi 90an, meninggal dunia karena penyakit kanker pita suara yang dideritanya. Ia meninggal di usia relatif muda, 42 tahun.

Generasi saya, yang tumbuh dengan menonton kartun anak-anak di hari Minggu pagi, pasti sudah akrab dengan lagu ini.

Baca lebih lanjut

Kumpulan Artikel Bermanfaat bagi Para Pencari Kerja

3221301604_70c55d65ce_b_d

Apakah teman-teman ada yang sedang dalam proses mencari kerja? Atau sedang ingin pindah perusahaan?

Proses mencari kerja itu bisa sangat panjang & tricky, karena melibatkan beberapa proses. Dari membuat CV, mengirim surat lamaran, dan wawancara. Dan kesalahan dalam proses ini bisa menghancurkan peluang kita untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan idaman kita.

Di kantor lama, sekira 2 tahun lalu, saya pernah membuka lowongan untuk sebuah posisi di tim saya. Banyak sekali yang apply lewat email, hanya untuk saya delete emailnya langsung setelah saya buka. Alasannya sederhana, pengirim lamaran (yang kebanyakan mahasiswa, karena yang dibuka adalah posisi intern/magang) tidak berlaku sopan dalam melamar.

Bayangkan ada yang mengirim email tanpa subject, ada yang mengirim email tanpa body (langsung berisi attachment) dsb. Ada yang saya buka email & baca CV-nya, hanya untuk juga dibuang karena profilnya sama sekali tidak nyambung dengan posisi yang dibuka. Begitu saya wawancara beberapa yang bisa dipanggil, saya harus kecewa lagi, karena ada saja yang tidak siap wawancara, dan hanya menghabiskan waktu saya saja.

Ya, mencari kerja itu tidak mudah. Apalagi bagi fresh graduate alias yang baru lulus.

Berangkat dari masalah tersebut, saya dan tim sudah membuat beberapa artikel yang berisi kumpulan contoh dari berbagai hal yang akan teman-teman hadapi saat melamar pekerjaan. Harapan saya, ini bisa membantu teman-teman dalam proses mencari kerja.

Berikut adalah kumpulan artikel tersebut, yang sudah saya posting di website saya http://www.anakui.com. Semoga bermanfaat ya!

Mempersiapkan CV (Daftar Riwayat Hidup)

Contoh Daftar Riwayat Hidup
Contoh CV Lamaran Kerja dalam Bahasa Inggris
8 Hal Paling Penting yang Harus Ada di CV Kamu

Mengirimkan Surat Lamaran Kerja

Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris
Contoh Surat Lamaran Kerja

Mempersiapkan Wawancara atau Interview

Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja dalam Bahasa Inggris
Beberapa Tips Sebelum Menghadapi Wawancara Kerja
Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja yang Sering Ditanyakan

Bonus (kalau mau pindah kerja)

Contoh Surat Pengunduran Diri atau Resign

Demikian kumpulan artikel untuk para pencari pekerjaan. Semoga bermanfaat ya!

NB: saya mempersilakan dengan senang hati bagi yang ingin copy paste artikel ini ke blog teman-teman, jika artikel ini dirasa bermanfaat🙂

Photo Credit: Alex France via Compfight cc

Para Pengumpul Receh

unnamed
Gambar JPNN

Akhir tahun lalu, saya menonton berita di teve, tentang seorang pasangan suami istri di daerah Jawa Timur yang memberi motor di dealer dengan cash. Yang spesial adalah, mereka membayar dengan uang logam, hasil menabung selama 6 tahun! Mereka yang berdagang jajanan di rumahnya, menyisihkan keuntungan 2 hingga 20 ribu setiap harinya, semua dalam bentuk recehan. Setelah 6 tahun, terkumpul 18 juta rupiah yang bisa dibelikan motor baru, cash receh!

Cerita lain, ada seorang petugas kebersihan di daerah Depok, yang berhasil naik haji setelah menabung selama 24 tahun. Honor menyapunya yang kecil, bisa disisihkannya, receh demi receh, hingga akhirnya mencukupi untuk ongkos naik haji.

Baca lebih lanjut

Ilman Butuh Bantuan: Yuk Ceritakan Kisah Bangkit dari Kegagalan Teman-teman

Michael-Jordan-Quote

Halo teman-teman semua, apa kabar?
Sudah lama ya tidak menulis dan berbagi di blog ini🙂

Di update kali ini, saya ingin meminta bantuan dari teman-teman.

Saya ingin minta tolong teman-teman untuk berbagi cerita kehidupan teman-teman kepada saya. Baca lebih lanjut

3 Pelajaran dari Menjadi Pembicara di Acara Growth Hacking Asia – Indonesia

Saat tampil jadi pembicara

Dulu, saat masih remaja, saya punya masalah komunikasi, tepatnya komunikasi oral/lisan. Saya amat gagap saat SMA, tepatnya tersendat dan mengatakan “ngg, apa, apa, apa” di tengah-tengah kalimat. Sampai saya punya julukan “Ilman Apa-apa” saat SMA, sampai teman dekat saya saat itu ikut ketularan gagap juga karena terlalu sering ngobrol sama saya hahaha.

Saat masuk dunia kuliah, saya menyadari penyebab saya gagap: karena saya berbicara terlalu cepat, terlalu banyak yang ingin dikeluarkan dari pikiran saya, sementara mulut tidak bisa mengimbanginya. Akhirnya gagap deh. Gagap saya memang sembuh saat kuliah, tapi kecepatan saya bicara tidak berkurang. Saya ngomong terlalu cepat dan datar tanpa intonasi, sehingga apa yang saya bicarakan tidak mudah dimengerti orang lain.

Saya memutuskan untuk menaklukkan kelemahan diri sendiri itu, dengan memaksa diri berbicara lebih banyak, di depan lebih banyak orang. Biarlah awalnya apa yang saya sampaikan agak sulit dimengerti yang mendengar, tapi saya yakin lama kelamaan akan membaik.

Sejak bertekad untuk menaklukkan gagap dan bicara cepat saya itu, sudah tak terhitung jumlah sesi saya belajar sambil praktek. Tepatnya, praktek tampil di depan umum baik sebagai pembicara, moderator, maupun MC di berbagai event, sejak kuliah 10 tahun lalu hingga saat ini.

Ya, semua kesempatan public speaking saya jadikan kesempatan untuk belajar dan melatih diri saya sendiri berbicara, agar apa yang ingin saya sampaikan bisa diterima dengan baik oleh para pendengar.

Alhamdulillah, betapa senangnya saya mendapat kesempatan belajar public speaking lagi karena diundang menjadi pembicara di event Growth Hacking Asia Indonesia, di Jakarta, 3 September 2015 minggu lalu. Tidak tanggung-tanggung, saya sekaligus belajar untuk mempraktekkan 3 hal! Buat saya, ini semacam achievement unlocked!

Apa saja ketiga hal yang saya pelajari itu?