Apa Sih yang Sedang Dikerjakan di 2012 Ini?

Udah lama nggak ngupdate kabar apa yang sedang gw lakukan sekarang ya.. Sekarang gw ceritain aah, apa yang sedang gw kerjakan, dalam hal kehidupan bisnis dan profesional gw..

Ada empat hal yang sedang gw kerjakan saat ini.

Pertama, gw sekarang ngantor, tepatnya di IDS | International Design School. IDS adalah sekolah & tempat kursus di bidang visual kreatif, seperti desain grafis, animasi, multimedia, dan sebagainya.

01 (100)
Oh tidak, kantor saya tidak seperti ini. Orang kreatif mah nggak ada yang pake dasi :D

Tugas gw di sini adalah menciptakan, menjual, dan mengembangkan program kursus/sekolah di bidang bisnis. Karena ini program baru, gw harus nyari pasarnya dan ngejual ke mereka. Jadi, meskipun status gw tidak lagi full-time entrepreneur seperti di akhir 2009, gw masih terus berbisnis, alias intrapreneurship.

Jadi, meskipun capek juga rasanya tiap hari ngantor, gw enjoy banget karena kerjaan gw di sana ya passion gw, terus gw belajar banyak buanget dari ngantor begini. Banyak pola pikir gw yang nggak positif dari saat kuliah maupun saat bikin bisnis sendiri dulu yang berubah ;)

Kedua, sekarang gw kuliah lagi, S2 di bidang Bisnis Kreatif, program yang diselenggarakan kantor gw bersama Institut Kesenian Jakarta. Gw kerja Senin – Jum’at, jadi Sabtu kuliah.

Jangan heran ya, kalo hampir tiap Sabtu gw ngetwit dengan hashtag #S2BisnisKreatif. Artinya gw lagi kuliah, huehehe..

Di sini, mahasiswanya harus bikin bisnis (dalam kelompok), dan bisnisnya harus beneran diluncurkan selama kuliah. Soalnya, bahan tesis adalah tentang bisnis kita masing-masing. Jadi selese S2 Bisnis Kreatif ini, ada bisnis baru yang gw punya, insya Allah..

Sen. Joyce Elliott lectures
Temen-temen kuliah gw juga nggak bule-bule kaya gini sih sebenernya

Cerita gw kuliah di sini cukup unik. Awalnya karena setelah Univind bubar, gw menikah, gw mau jalan bisnis sendirian aja. Ngurusin anakUI.com dan bikin bisnis lainnya.

Tapi akhirnya gw jadi self-employee aja, nggak sampai jadi pengusaha beneran. Kerjaan gw itu nge-freelance nulis di Detik, di Penn-Olson (sekarang gw udah resign dari sana), juga sesekali ngisi training, dan ngerjain proyek website.

Jalan beberapa bulan, istri tercinta ngingetin gw, kalo gw itu stuck, nggak berkembang. Gw pun mengakui kalo dalam beberapa bulan setelah nikah itu, gw nggak berkembang.

Nggak ada karya baru yang gw hasilkan, ilmu yang nambah nggak signifikan, bisnis nggak berkembang, apalagi dari sisi finansial keluarga yang tidak nambah-nambah :P

Kemudian Isti ngedorong buat kuliah lagi, yaitu kuliah bisnis. Sempet nyari-nyari peluang beasiswa kuliah di luar, gw pun direkomendasiin lagi dengan program S2 Bisnis Kreatifnya IDS – IKJ. Kenapa “lagi”? Karena tahun lalunya gw dikenalin dengan program ini, tapi masih belum tertarik.

Gw pun main ke IDS buat nanya-nanya lebih jauh tentang program ini. Tanpa disangka, gw malah diajakin  mas @AdezAulia buat gabung kerja di IDS, menjadi anggota timnya. Kebeneran, gw udah kenal mas Adez dan beberapa orang lain di IDS lebih dari setahun.

Jadilah, gw kuliah di IDS sesuai dengan keinginan gw mengembangkan diri, nambahin jaringan, & belajar bisnis, plus kerja full-time di IDS untuk dapet ilmu bisnis tambahan dari mas Adez & IDS.

Ketiga, gw masih ngejalanin anakUI.com. Sekarang semua peluang bisnis yang bisa disamber, gw samber buat anakUI.com.

Kopi Darat anakUI.com
ini anakUI.com waktu kopi darat di bulan puasa 2011 kemarin

anakUI.com punya massa, 18ribu lebih follower twitter, 7ribu member website, serta traffic ke website yang mencapai 1.500 visits per hari.

Jadi bagi pengusaha yang ingin berpartner dengan anakUI.com untuk menjangkau anak-anak UI, silakan banget, ntar kita revenue sharing..

Keempat, gw ngerintis bisnis Oriflame bareng istri gw.. Tahu Oriflame kan ya? Ini tuh merek dari Swedia, untuk berbagai produk perawatan tubuh, dari kosmetik, lotion, sabun, sampo, parfum, sampai minuman diet..

Terus apa bisnisnya? Oriflame itu adalah MLM, jadi gw sekarang menjalankan bisnis MLM alias network marketing.

Loh, MLM kan penipuan? MLM kan cuma nguntungin orang yang masuk duluan? MLM kan haram? MLM kan citranya jelek? Pasti ada temen-temen yang mikir begitu. Soalnya gw juga mikir gitu sebelum gabung Oriflame.

Gw udah ngebedah sistem bisnisnya Oriflame, ngebandingin dengan sistem piramida bertingkat, ngelakuin evaluasi buat ngecek sebuah MLM beneran bisnis atau cuma money game, juga  ngebandingin dengan fatwa ulama mengenai MLM.

Kesimpulannya, MLM yang jelek, yang penipuan, yang nguntungin cuma yg masuk duluan, yang haram, itu tergantung sistem bisnis & produknya. Masih ada kok MLM yang beneran bisnis, halal, legal, seperti Oriflame yang gw dan istri sedang merintis ini.

Insya Allah, tanpa keraguan, gw bilang sistem bisnisnya Oriflame ini masuk akal, fair, halal, dan menguntungkan, asal kita emang mau berusaha keras. Gw gabung di jaringan bisnis BossFamily alias BossLuarBiasa.

peluang bisnis kecil

Lebih detail tentang Oriflame insya Allah ada di postingan berikutnya yaa..

Yapp, sekian dulu update cerita tentang lagi ngapain gw sekarang.. Gw harus bikin posting ini supaya jadi catatan perjalanan naik-turunnya hidup gw dan bisnis gw :)

Semangat, mari kita terus #BelajarBisnis!

Tamparan Inspirasi Bisnis: "Baru Pertama Kali Berbisnis? Mulai deh dengan Dagang Barang!"

Slap!

Halo teman-teman, lama banget ya gw nggak bikin postingan. Di tulisan sekarang, gw pengen cerita tentang sesuatu yang “menampar” gw banget. Tulisan ini bakal cukup panjang, tapi kalo nggak mau baca panjang-panjang, inti tulisan ini tuh gini: kalau teman-teman mau belajar buka usaha/bisnis, mulai deh dengan dagang barang!

Jadi, hari Minggu, 18 Maret 2012 yang lalu, gw dan istri gw @momopururu berkunjung ke rumah dua orang pebisnis. Pertama ke rumah pemilik usaha penjualan cloth diaper (clodi), popok diapers yang bisa dicuci. Kedua, ke rumah sahabat gw @sidicx & @lenidisini yang baru melahirkan putri pertama mereka. Mereka punya bisnis jualan macem-macem cemilan dengan bendera Sobat Ngemil.

Dari dua tempat itu, mendengar cerita bisnis mereka, gw mendapatkan inspirasi bisnis yang luar biasa, saking luar biasanya sampai gw merasa “tertampar”.

Intinya, bisnis mereka yang umurnya baru beberapa bulan aja udah bisa menghasilkan omset (dan keuntungan) yang besar, jauh lebih besar dari 3 bisnis yang pernah (dan sedang) gw miliki. Gw yang udah mulai bisnis dari 2006 (6 tahun!) kok ya belum bisa menyamai mereka, deket aja nggak..

Ternyata jawabannya simpel: mereka belajar bisnis dengan cara sederhana, yaitu berdagang. Gw (dan partner-partner gw dulu) belajar bisnis dengan cara yang rumit. Baca lebih lanjut

Sekarang Saya sedang Belajar dan Menerapkan Ini: Business Model Generation

Awal tahun ini, dari belajar sana-sini, tanya-tanya mentor bisnis, ikut-ikut acara komunitas, dan observasi, saya jadi tahu kalo revenue model-nya anakUI.com selama ini salah.

Selama ini, sejak 2009, gw cuma tahu cara dapet duit dari website seperti ini cuma dari iklan. Padahal, anakUI.com pageviews-nya sehari cuma 2.000-an, dapetnya berapa sih? Bandingin sama Kaskus dan Detik yang sehari bisa juta-jutaan pageviews, bisa ngejual iklan puluhan juta rupiah per hari.

Dengan komunitas yang udah aktif seperti itu, revenue stream-nya harus pake cara lain. Ngintip beberapa komunitas lain yang mirip seperti anakUI.com, contohnya StartupLokal dan Hijabers Community, mereka dapet revenue dari perusahaan-perusahaan yang jadi partner mereka, salah satunya dari perusahaan sebagai sponsorship kegiatan-kegiatan offline mereka.

Jadi, cara anakUI.com mendapatkan revenue intinya adalah dengan Business to Business (B2B) Relation, memberikan berbagai layanan yang perusahaan butuhkan terkait dengan target pasar anak-anak muda, khususnya mahasiswa/alumni UI ini. Contohnya

  • Sponsorship kegiatan. Kalau anakUI.com bikin acara kumpul-kumpul, perusahaan bisa turut serta sebagai sponsor
  • Kegiatan aktivasi. Perusahaan yang, misalnya, mau launching produk baru, pengen supaya produknya dikenal di anak-anakUI, bisa bikin kegiatan atau lomba, online atau offline, lewat anakUI.com
  • Rekrutmen/headhunting. Kalau perusahaan butuh, “siapa ya mahasiswa yang ahli untuk bikin video”, anakUI.com bisa memberikan rekomendasinya.
  • Survey pasar.
  • dan masih banyak lagi yang belum dieksplorasi. >12.000 twitter follower, >6.500 member di website, puluhan (bahkan ratusan) komunitas & kegiatan mahasiswa UI, banyak peluang yang masih bisa dimanfaatkan.

Revenue stream sudah didefinisi, sekarang kita sedang berjuang memperkenalkan dan menawarkan anakUI.com ke dunia, khususnya kepada calon-calon klien potensial.

Business Model?

Naah, tapi ternyata ada satu hal yang baru saya sadarin, belum ada di anakUI.com. Jadi sekarang anakUI.com masih terasa “terpencar”, dalam arti kita di anakUI.com cuma ngejalanin apa yang bisa dijalanin, tanpa arah dan bentuk yang jelas. *blame me the bad CEO*

Ternyata anakUI.com belum punya business model yang benar-benar jelas. “Belum jelas” dalam arti belum tertulis secara formal dalam business plan, juga belum diketahui dan dipahami oleh semua anggota tim.

Business Model bukan cuma tentang “gimana perusahaan dapet duit”, tapi tentang “bagaimana perusahaan menjalankan bisnisnya”. Siapa target pelanggannya, nilai apa yang ditawarkan ke pelanggan, bagaimana proses transfer nilai ke pelanggan, bagaimana pelanggan membayar, pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam keseharian perusahaan, dan sebagainya, itu semua didefinisikan di Business Model.

Sampai saat ini, semua hal tentang anakUI.com masih ada di kepala saya. Itu juga hasil pemikiran saya doang, yang pastinya banyak kelemahan. Jelas, hasil kolaborasi banyak kepala di tim anakUI.com akan memberi hasil yang lebih baik, insya Allah.

Nah, siapa pernah denger tentang Business Model Generation? Ini istilah dari buku berjudul sama, merujuk pada cara menciptakan business model yang baru dan inovatif.

Ga banyak yang bisa gw share tentang ini, karena gw masih belajar cara menggunakannya, dan setelah tahu, akan gw pake untuk brainstorm dengan tim anakUI.com.

Sementara, teman-teman bisa melihat penjelasannya dari slide ini:

Resource lain yang bisa dibuka berhubungan dengan ini:

Yak, saya melakukan business model generation ini untuk anakUI.com, teman-teman silakan gunakan ini untuk bisnis teman-teman. Ayo, bikin bisnis dengan business model yang mantep! ;)

Thanks Nurvitria Mumpuniarti for sharing about Business Model Generation in #StartupLokal Blog

Cerita di Startuplokal v15: Investor Idol

Karena udah ada dua orang yang nanyain, dan inget kalo kemarin saya juga posting woro-woronya, jadi saya tulis sedikit ceritanya deh.

Intinya, saya telat datang. Harusnya presentasi pertama, tapi karena keasikan latihan di rumah, jadi telat, huhu. Jadinya saya presentasi terakhir, untung masih ada waktu.

Jadi presentasinya cuma 5 menit, ngasih gambaran keseluruhan tentang startup yg dipresentasikan. Yang penting disampaikan dalam 5 menit presentasi itu adalah tentang model bisnisnya, atau “darimana startup itu menghasilkan uang”. NB: lihat tips-tips lainnya mengenai pitching di Kompas Tekno.

Setelah presentasi selesai, panelis (yang jumlahnya 6 orang, semua dari board-nya Project Eden), ngangkat tanda merah (yang artinya tidak cocok dgn startup yang baru dipresentasikan) atau hijau (yg artinya setuju/suka/cocok).

anakUI.com dapet 6 merah, tapi bukan berarti anakUI.com jelek atau gimana, tapi ternyata emang nggak cocok diinvest/diinkubasi oleh Project Eden.. Project Eden mencari startup lainnya. Ini diklarifikasi oleh para panelis yang di sesi berikutnya (#Startuplokal Meetup v.15 jadi pembicara talkshow).

Lebih detail, seperti saya nanya ke pak Calvin Kizana (founder Elasitas) setelah event, mereka nyari yg pasarnya emang masyarakat luas, nggak yg spesifik kaya anakUI.com gini..

Setelah pitching session, sesuai dengan rundown yang telah ditetapkan, ada sesi talkshow #StartupLokal Meetup v.15: Investor Idol. Di sini, sebagai salah satu Apprentice di #Startuplokal, saya menjadi moderatornya.

#StartupLokal Meetup v15: Investor Idol
Waktu jadi Moderator. Kanan-kiri: sayaCalvin Kizana, Kevin Mintaraga, Andi Sadha, Megain Widjaja, Natali Ardianto. photo by @salsabeela

Pelajaran terpenting di  Startuplokal Meetup v.15 ini:

  • Milih investor itu sama aja kaya milih pasangan hidup atau milih partner untuk bisnis. Cocok-cocokan. Jangan kecil hati kalau ditolak di yang satu, terus cari aja. Kaya cerita mas Natali Ardianto yang bilang dia udah pitching ke belasan perusahaan VC, tapi yang akhirnya jadi investor malah perorangan yang sangat baik hati.
  • Sebenarnya saya belum berniat mencari investor untuk anakUI.com. Masih pengen ngejalanin sisi bisnisnya sendiri (bareng tim, tentu) terlebih dahulu. Tapi alhamdulillah udah dapet banyak pelajaran tentang itu. Kali-kali aja berikutnya bisa pitching lagi.
  • Berbagilah idemu dengan siapapun yang kamu percayai. Apa yang kamu pikirkan belum tentu benar! H-1, saya di-drill oleh @jusjeruk, @adhez3d, dan teman2 IDS lainnya. Banyak pertanyaan mereka yang mendasar tentang aspek bisnis di anakUI.com. Selama ini saya berpikir bisnisnya anakUI.com udah cukup oke.  Tapi saya ga bisa jawab pertanyaan mereka.  Ternyata banyak hal dalam bisnis yang perlu saya perhatikan. Tapi pikiran saya terbuka, bikin saya makin bersemangat!
  • Networking is always important. Tidak usah dijelaskan ya, udah ketahuan banget pentingnya

#StartupLokal Meetup v15: Investor Idol
Bareng semua yang dateng. photo by @salsabeela

Links yang Berhubungan

Presentasi-presentasi di 10 by 10 Forum Web Anak Bandung (FOWAB)

Dua kali gw ke Bandung untuk dateng di acara komunitas penggiat Internet Bandung bernama FOWAB (Forum Web Anak Bandung), alhamdulillah gw dikasih kesempatan untuk turut serta di sana lebih dari sekedar peserta acara.

Jadi, FOWAB itu punya sesi 10 by 10 (10 slide dalam 10 menit), yg diperuntukkan bagi para peserta acara untuk sharing sesuatu kepada peserta yang lain, sebelum pembicara utama sharing. Istilahnya, 10 by 10 ini tuh kaya band pembuka, sebelum band utamanya dateng.

Nah, di sini gw share presentasi yg 2x gw bawain di sana. Pertama itu tanggal 21 Mei 2010, gw share tentang ajakan buat jadi pengusaha Internet. Yang kedua tuh akhir bulan lalu, 31 Juli 2010, gw share tentang anakUI.com. Enjoy!

Rilis anakUI.com versi 2.0

Assalamu’alaikuum..

Teman-teman semua, setelah 10 bulan anakUI.com berjalan, banyak sekali kritik, saran, dan masukan dari teman-teman UI semua untuk anakUI.com. Bulan lalu anakUI.com baru saja mengadakan survey, dan salah satu masukan paling utama untuk anakUI.com adalah templatenya sudah usang alias obsolete alias membosankan.

Oleh karena itu, berdasarkan masukan itu, juga masukan-masukan lainnya, saya sebagai admin anakUI.com pun melakukan perombakan total di anakUI.com, dengan menambahkan berbagai hal yang baru di anakUI.com. Ada fitur berlangganan via email buat yang daftar, lalu ada forum juga. Lengkapnya silakan dilihat di sini: Yang Baru di anakUI.com

Perubahan-perubahan ini  pelan-pelan sudah gw susun sejak bulan lalu. Mulai dari pemilihan template, pengeditan, rencana penambahan fitur dan penginstallan plugin, sudah gw ujicobakan pada anakUI.com di local server. Dan semalaman sampai pukul 03.0, gw mengimplementasikan itu di anakUI.com. Dan alhamdulillah, sejauh ini semuanya berhasil, dan inilah hasilnya: Yang Baru di anakUI.com

Sejauh ini, belum ada yang memberi tanggapan tentang Yang Baru di anakUI.com, ya iyalah, karena tulisan itu baru ditulis jam 03.00 tadi, dan sekarang baru jam 09.00. Apapun tanggapannya, gw pribadi merasa sangat puas dengan perubahan-perubahan ini. Gw juga seneng banget bahwa anakUI.com mulai dimiliki oleh anak-anak UI, walaupun masih banyak banget anak-anak UI yang belum tahu anakUI.com.

Mudah-mudahan dengan adanya Yang Baru di anakUI.com ini, kita semua makin betah dengan anakUI.com ya, dan makin merasa memiliki anakUI.com. Amiin..

Wa’alaikum salaam..