Ditilang karena Tidak Menyalakan Lampu Motor di Siang Hari

Hari Sabtu pagi, saat perjalanan menuju Univ.Bakrie untuk mengisi seminar, gw kena tilang di putaran ujung Kuningan. Gw melanggar pasal 293 (2) jo pasal 107 (2) di UU no.22/2009. Bahasa gampangnya: karena ga nyalain lampu. Untuk pelanggaran ini, gw harus membayar 100 ribu pada negara, lewat Bank BRI.

Untuk menghormati Pak Pol yang menilang gw, yang ramah, informatif, jujur, tidak mempersulit dan tidak mengeluarkan kalimat sakti yaitu, ‘Mau dibantu tidak?’, gw foto dia. Bripda Handoyo, dari Kesatuan BMI Polda Metro Jaya, salut untuk Anda!

Update 9 Juni 2010: Mas Harry Sufehmi, yang menginformasikan tulisan ini ke TMC Polda Metro Jaya, dikirimin DM oleh Polda: “Pak, Fyi: Bripda Handoyo yg bbrp minggu yg lalu dipukuli puluhan Demonstran di Rasuna said & luka berat, saat meminta turun dr atas Bus. Tks”

Wah, jadi makin salut sama Pak Handoyo! :’)


16 Komentar on “Ditilang karena Tidak Menyalakan Lampu Motor di Siang Hari”

  1. Randu Aditara mengatakan:

    mangkanya jangan lupa…
    udah jadi peraturan resmi koq ^^
    untung gw selalu menyalakan lampu siang hari ^^

  2. Tika mengatakan:

    HAHAHAHA sempet2nya foto pak polisi ckckckck :P

  3. Try mengatakan:

    wow, nice!
    jarang” ada polisi kyk gini, biasanya dipersulit -_-

  4. hmcahyo mengatakan:

    hmmm kena berapa hehehe?

  5. dede mengatakan:

    BRAVOOOOOO

    GIMANA PAK POLISI BUAT PERATURAN LAGI YANG JITU

    KALO TILANG KE BANK BRI AJA !!!!!!!

    JANGAN KE SIDANG SEGALA, NGURUS NYA SULIT

  6. nasikhin mengatakan:

    oh ternyata dah resmi ya? selama ini masih ragu… kadang nyalain… tapi liat orang2 gak ada yang nyalain, jadi dimatiin lagi….
    btw, yg dinyalain harus lampu yang gede yah??? di headlamp kan biasanya ada yang lampu kecil juga, gw biasanya cuman yg kecil yang gw nyalain… dari pada gak ada yang dinyalain sama sekali.. :D

  7. Maskur mengatakan:

    bagus. Salut. Harus konsisten

  8. yayah mengatakan:

    baru tau ni bayar tilang bs langsung ke bank
    salut ma bpk polisi yg satu ini

  9. yayah mengatakan:

    aduh gak baca update dibawahnya
    smg cpt sembuh bripda handoyo

  10. Ramona mengatakan:

    Aku suka sama pak pol yg satu ini.. klw kna tilang ku g pernah di suruh byar k BRI.. tp dmintai lgsung.. dr 165rb,akhirnya turun jd Rp.19.700.. kasih 20rb, tp g dkmbaliin >_<

    salam kenal..kunjungi blog aku y…
    ramonesblog
    d(^_^)b

  11. haryoshi mengatakan:

    hehehe….
    like this…

  12. iyan mengatakan:

    sial bnr w, lg ga pnya duit sm sekali pagi2 polisi minta kopi x,w di tilang gara2 ga menyalakan lampu di siang bolong…
    padahal gw udah lengkap, SIM punya,STNK ada,Pake HELM iya….cmn duit dong ora gablek…
    msh da aja di salahin…..cm gar2 lmpu………..
    polisi EDAN>…………………………………

  13. pam mengatakan:

    kalo polisinya terima ‘damai’, apakah masih mau diphoto ya? hehehehe

  14. [...] menyalin tugas saat sekolah dan kuliah, tidak titip absen di kelas, tidak ‘damai’ saat ditilang polisi, sampai jujur saat mau bikin SIM. Hasilnya, alhamdulillah hati gw tenang, rasanya semua berkah, dan [...]

  15. Ricky P mengatakan:

    Halo Mas Akbar,

    Terimakasih atas info nya, saya mengalami hal yang sama.
    Saya juga berencana membayar 100rb lewat BRI, yang mau saya tanyakan (semoga mas Akbar masih ingat):
    1. Bayar 100rb nya di BRI mana ya? Apakah ada cabang BRI di kantor polisinya?
    2. Mengambil SIM setelah pembayaran di kantor samsat atau kantor polda komdak?
    3. No rekening pembayaran denda 100rb nya kemana ya?

    Terimakasih untuk bantuaannya.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.290 pengikut lainnya.